Rabu, 31 Maret 2010

diary of a girl...

Seorang gadis mungil duduk termenung di ruang tamu. Di kesunyian malam, diiringi dengan suara Angin serta hawa dingin yang mulai menusuk, seakan mendukung suasana sepi di ruangan itu.. Dia berada dikursi coklat dengan posisi melipat kedua kakinya sembari kedua tangannya mendekap dipegangan kursi. Terus diletakkan dagunya di atas lipatan tangannya. Mukanya tampak sayu dengan pandangan penuh lamunan. Hidungnya yang tak bisa dikatakan mancung sesekali mengkerut mengikuti irama isakkan tangisnya. Air mata yang tak terlalu banyak membasahi sebagian besar pipi tembemnya. Keputusasaan , sedih bertahta kekecewaan sedang menguasahi relung hatinya. Penyesalan, kebimbangan, kegelisahan, merasa terus gagal salalu ada di benaknya. Keluarga yang seharusnya dapat memberikan keceriaan ketika susah, semangat ketika duka, dan motivasi saat melemah, namun malahan neraka yang didapatnya. Ayah, yang mau dijadikan pelindungnya hanya bertindak seperti majikan yang seenaknya memberi perintah. Ibu yang ingin dimintai kasih sayang, tapi justru berperilaku layaknya anak kecil yang susah diatur dan sibuk dengan keinginannya. Kakak yang seharusnya memberi contoh, namun pergi tak tentu arah dan menikmati rasa keacuhannya. Dan adik yang ingin diarahkannya menuju keridhoanNya, tetapi hanya membuat hati tambah bengkak.
Ada seorang perempuan yang tak terlalu cantik, tidak terlampau tinggi, tidak baik-baik amat, suka marah, dan menang sendiri, begitu memperhatikannya. Bahkan melebihi perhatihan terhadap Adeknya sendiri. Wanita itu sudah menganggap si gadis mungil itu seperti bagian dari hidupnya, dia ingin membahagiakannya. Seorang kakak perempuan yang sudah dianggap Gadis sebagai pengganti ayah dan ibu. Berperan sebagai guru, sahabat, teman, juga adik. Tempat Gadis bertanya, mencari nasehat dan berlindung. Sebagai sandaran hidup sementara, agar Gadis tidak menjadi “Rapuh”.
Wanita ini berusaha mempersiapkan masa depannya, keluarganya dan masa depan Gadis nantinya. Ia rela pindah dari satu kota ke kota lain bahkan satu pulau ke pulau lainnya. Hanya demi mewujudkan impiannya kepada Gadis. Semoga sang Robbi menuntun wanita ini dan selalu melindunginya. Amin….
Semula gadis tidak bisa menerima semua kenyataan itu. Konflik dengan keluarga, ditambah kepergian wanita tadi. Ia ingin membuang semua itu. Trauma yang memberikan bekas luka, tak mungkin hilang oleh waktu dan tersimpan secara otomatis di otak, menjadi kenangan yang sulit di hapus.
Tapi semakin Gadis ingin melupakan seluruh masalah-masalahnya, justru masalah kian menjadi menumpuk. Apa dengan lari dari kenyataan, masalah akan bisa selesai ???
Masih terlihat Gadis sedang melamun. Entah sedang memikirkan apa. Sorot matanya kosong. Mungkin ia sedang menerawang jauh ke masa lalu. Mengingat masa- masa yang indah baginya.
Tetapi, ketika ia sadar, itu hanya sebuah kenangan. Hanya sebuah angan-angan di masa lalu yang tidak akan bisa terulang. Kenangan indah yang biasa menjadi obat hatinya. Meski kenangan tersebut terasa samar dan getir. Itulah yang selama ini membuat Gadis dapat bertahan. Rindu sekali ia pada masa itu.
Andai waktu bisa diputar kembali….andai saja…
Kembali Gadis menangis…
Sering terbesit di benaknya untuk menyerah…..”…I'm So Tired with My Life..”.
Tak jarang pula ia iri terhadap keceriaan keluarga lain. Mereka selalu senang saat bersama. “ Kok ortuku, kakak-kakaku gak bisa kayak gitu ya ??”
Seharusnya Gadis dapat menikmati masa remajanya, seperti teman-teman seusianya. Merasakan kehangatan kasih sayang keluarga. Mendapat sesuatu yang lebih baik.
Selama ini, Gadis hanya mendengar kisah hidupnya dari orang lain. Entah mengapa, semua kenangan manis itu terhapus secara spontan dalam pikirannya. Selama ini yang ada hanyalah sisa-sisa dari kenangan terindah itu.
Adakah secercah harapan untuk Gadis???
Gadis berkata di hati,”Kurindu kasih sayang sebuah keluarga, Biarlah hanya dalam mimpi, walau sekali saja, aku ingin dapat merasakan kehangatannya. Semata-mata hanya untuk menghapus kerinduanku pada ayah, ibu, kakak, dan adikku tersayang.”
This is the begin, not know the end…


Dibukanya kembali, album foto yang terletak di atas meja ruang tamu. Ditatapnya sebuah foto keluarga. Tampak jelas senyum dan kasih sayang di dalamnya. Terdapat keakraban, kedekatan sebuah keluarga. Foto yang diambil enam tahun yang lalu. Foto keluarga yang pertama dan yang terakhir bagi Gadis. Tak ada suara-suara canda, keceriaan, dan tak ada lagi tempat untuk bercerita. Yang ada hanyalah suara detak jam dinding, kebisuan tembok ruang tamu, serta kesunyian bangunan rumah Gadis. Suram dan dingin rasanya.
Seandainya ia mau, tajamnya pisau dapat ia goreskan dipergelangan tangan mungilnya. Jika ia berkehendak, pahitnya obat serangga bisa saja ia relakan untuk mengalir melalui kerongkongannya. Bahkan bila ia bersedia, tali jemuran bisa saja ia jeratkan dilehernya. Tetapi, …Gadis tidak mau tenggelam begitu saja dalam kesedihannya. Ia tidak mau terpuruk dalam keputusasaan. Meratapi nasib, kecewa dan selalu mengeluh.
Bisa jadi ini jalan baginya untuk mencapai surga. Biarlah Allah SWT yang mengobati segala luka-luka di hatinya. Meski hatinya telah remuk, tercabik-cabik bagaikan sebuah cermin yang tidak dapat distukan lagi karena telah hancur lebur, semua cobaan ini akan ia jalani dengan sabar. Memang tak seindah harapan, namun rencana Allah selalu yang terbaik.
Ingatkah kau kepada batu intan? Batu intan yang memancarkan keindahan, yang selalu membuat takjub siapa pun yang memandangnya. Sebuah batu permata yang indah tatkala sinar mengenainya. Sebuah batu yang awalnya berwarna hitam legam. Yang semula tak berharga, dipandang remeh oleh orang, menjadi batu yang paling indah pesonanya. Pukulan, siksaan, goresan, dan bakaran apilah membuatnya begitu indah. Sama halnya dengan Gadis, teruslah bersabar menghadapi cobaan, himpitan, dan berbagai penderitaan. Percayalah bahwa ini adalah yang terbaik untuk menjadikannya seseorang yang terbaik. Gadis menyadari dirinya hidup dalam masalah yang sangat besar dan pelik, namun ia juga mengetahui bahwa sebesar apapun masalah yang ia derita, takkan mampu mengalahkan dahsyatnya problematika yang kini sedang menyeruak dalam kehidupan umat Islam
Jadi don't give up Gadis, jangan pernah menyerah, teruslah berjuang untuk umatmu. Because you are Loved and You're not alone. Allah will always with you. Sesungguhnya di balik kesusahan, ada kemudahan. Allah tak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Tetap bersabar dan ridho terhadap segala ketetapanNya. Teruslah berdoa dan selalu berpegang teguh pada agamaNya. Hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram. Sebab ada rahasia di balik semua itu. Yakinlah, wahai Gadis kecilku…

Hasbunallah wa ni'mal wakil. Ni'mal maulana wa ni'man nashir.
Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
Laa tahzan, Innallaha ma' ana. (Dikutip dari catatan kecil seorang kakak kepada adeknya. Syahidah)
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Selasa, 30 Maret 2010

Kamulah WONDER womenku....

Aku bukan wonder women mu
Yang bisa terus menahan rasa sakit karena mencintaimu

Pernah denger lagu itu dimana yach?? Kayak nggak asing…oalaah..pernah denger waktu ngantri gorengan di Mbak Yah…itu kan lagunya si Mulan Jamil adeknya Saipul Jamil..hohoho…!!
Ngomongin wonder women jadi inget pahlawan wanita yang nempel di dinding (emank cicak!hehe), maksudnye yang ntu tuh..yang gambarnya nempel di dinding. Ada Cut Nyak Dien, Kartini de el el. Kata bu guru mereka adalah palwan alias pahlawan wanita yang rela menahan derita karena mencintai negara ini…weeesss…so sweet!! Emank sich si palwan-palwan yang kita sebutin tadi emank wonder women tapi yang mo kita bahas kali ni adalah yang paling wonder diantara si wonder-wonderan tadi (maksud loh??).
Dialah Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah. Dialah si wonder women yang sangat dicintai oleh umat dan Rasulullah sendiri. Bayangin pren saking cintanya Rasulullah kepada Khadijah, beliau sampe merasa nggak bisa dapet pengganti yang kayak Khadijah…so sweet! Emank apaan sich kelebihan Khadijah sampe Rasulullah segitunya??


Dialah 'wanita suci'
Khadijah adalah seorang janda berusia 40 tahun. Klo katanya artis-artis yang menjanda banyak digunjing orang (digosipin gitu loh!) lain halnya dengan Khadijah. Yo mesti lain dunk, lha wong klo artis-artis menjanda, buru-buru dan berlomba-lomba cari 'pacar baru' ato malah 'para berondong' tapi klo Khadijah menjaga kesucian dirinya dengan menjaga tutur kata dan perilakunya. Banyak lelaki yang mencoba meminangnya dengan iming-iming harta mas kawin yang berlimpah tapi Khadijah menolak semua pinangan itu. Sehingga Khadijah pada masa jahiliyah diberi gelar 'wanita suci' (thahirah)

Dialah 'wanita cerdas'
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah mengelola urusan perdagangannya sendiri sehingga beliau mampu bersikap cerdas dan tegas dalam mengambil keputusan dan sabar dalam menghadapi cobaan. Sehingga beliau biasa menggunakan pengalaman ini dalam membantu dakwah Rasulullah.

Dialah 'wanita tegar'
Dikelilingi dengan ancaman dan intimidasi untuk suami dan keluarganya, beliau tetap menyebarkan ketenangan dan kasih sayang diantara keluarganya. Beliau tetap menunjukkan keteguhan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan. Tidak sekalipun beliau mengeluh akan keadaan, tapi beliau selalu memberi dukungan penuh atas dakwah Rasulullah. Untuk ketegarannya ini Allah membalasanya dengan memberi kabar gembira kepadanya. Rasulullah bersabda ,”Aku diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah bahwa akan dibangun untuknya di surga sebuah rumah dari permata; tak ada hiruk pikuk dan rasa lelah di sana”

Dialah 'wanita lembut hati'
Kekuatan spiritual dan kejernihan cinta yang menjadikannya orang pertama yang mengimani risalah Muhammad. Beliaulah yang berperan dalam menghilangkan keraguan dan ketakutan dalam diri Muhammad. Saat pertama menerima wahyu Rasulullah bercerita kepada Khadijah ,”Wahai Khadijah, aku sering mendengar suara-suara dan melihat cahaya. Aku khawatir aku telah gila.” Khadijah menjawab ,”Allah tidak akan pernah melakukan hal itu padamu, wahai putra Abdullah”. Dengan lemah lembut beliau selalu berusaha menghibur suaminya.

Mengingat perjuangan dan pengorbanan Khadijah untuk Rasulullah dan umat, ya nggak heran beliaulah si wonder women umat bahkan wonder women untuk Rasulullah sendiri. Karena begitu cintanya Rasulullah ama Khadijah, istri-istri beliau pada ngiri semua. Seperti cerita Aisyah r.a., “Aku tidak pernah merasa cemburu kepada wanita sebesar rasa cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah sering menyebut dan mengingatnya. Ketika menyembelih seekor kambing, beliau selalu memotong sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat Khadijah. Aku pernah berkata pada Rasulullah,'Seperti tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah.'Rasulullah menjawab,'Khadijah itu begini dan begitu,dan dari dialah aku memperoleh anak'.”
Wiiih…so sweet…pada ngiri semua dech. Prend juga ngiri??? Jangan sekedar ngiri aja atuh…teladani sifat-sifatnya biar jadi muslimah yang tangguh. Jadikan diri kita wonder women yang berjuang dengan sekuat tenaga di jalan dakwah kayak Khadijah binti Khuwailid. Mau???

“ Demi Allah, aku tidak pernah mendapat pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Ia yang beriman kepadaku ketika semua orang ingkar. Ia yang mempercayaiku ketika semua orang mendustakanku. Ia yang memberiku harta pada saat semua orang enggan memberi. Dan darinya aku memperoleh keturunan-sesuatu yang tidak kuperoleh dari istri-istriku yang lain “ (HR Ahmad)

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Minggu, 28 Maret 2010

Cigarettos mamamia enaknyos

Ruemaja -maaph terlalu semangat- Rruarr biasa, itulah ungkapan yang lazimnya dialamatkan pada mereka yang ngaku masih muda, energik, ato bisa dibilang pemuda. Emang nggak ada kata-kata lain untuk remaja kecuali sosok yang penuh spirit alias bahasa manusianya semangat. Beda khan dengan kondisi buyut dan mbah-mbah kita?mereka yang udah punya gelar “Ssp” atawa Sesepuh kalo ditawarin lari jarak dekat sudah pasti nolak menta-menta. Bahkan dengan alasan seribu keluhan, ya karena mereka termasuk kategori lanjut usia. Tentu ada alasan logis kenapa mereka menolak buat diajak lari, karena tenaga dan semangat mereka sudah sampai titik yang terbatas. Lain halnya dengan kita yang masih sueger binti bening ini, kalau ditawarin buat lari keliling lapangan terbang mungkin masih mau dan sanggup, 'cause kita lebih punya banyak tenaga plus faktor usia muda yang menentukan tekad untuk berbuat lebih.

Teenagers time…
Noo sekilas cerita remaja, siapa dia dan seberapa kuat fisik dan mental mereka yang sebeletulnya eh sebetulnya potensi tersendiri yang harus dimanfaatkan dengan baik. Remaja sendiri adalah makhluk yang unik, bukan maksud hati menyamakan remaja dengan boneka Hello Kitty lho maksudnya remaja mempunyai dunia sendiri dan perilaku yang khas dalam menyikapi kehidupan, baik kehidupan dirinya sendiri maupun kehidupan dengan dunia di luar dirinya. Seabrek cerita tentang remaja berkenaan dengan model perilakunya yang kini telah sampai pada posisi yang mengkhawatirkan. Weiths,.lha iya ternyata banyak para teenagers ini yang mengalami penyimpangan perilaku -pinjem istilah sosiologi, boleh khan^.^- Salah satu dari sekian tindakan penyimpangan adalah merokok. Degg…ada yang kesikut nih, alias tersinggung.
Emang ada yang salah dengan merokok? Bentar bro! jangan keburu nafsu dulu. (Loading …)
Dalam sebuah kajian kesehatan, merokok sepenuhnya mengandung banyak efek negatip khususnya kesehatan saluran pernafasan. Kayaknya sudah bukan rahasia umum lagi kalo ternyata remaja kita sudah menjadikan rokok sebagai sobat dekatnya. Tapi kebanyakan kebiasaan merokok ini menjangkit kaum adam, ya tho?
Padahal enyak dan babe sudah memperingatkan anak-anaknya tentang bahaya merokok bagi kesehatan mereka, bahkan dihubung-hubungkan dengan keutuhan rumah tangganya segala lho. Simak aja kisah Mi'un, remaja kampung yang diancem bapaknya kalau ketahuan merokok pensiun jadi anak. Wah jadi berabe…tapi kenyataan di lapangan sungguh mengherankan, toh jumlah perokok usia dini makin lama makin bertambah meski ada larangan keras dari banyak pihak.
Kagak bisa dipungkiri sob, di usia seimut kita (ngaku2) yang namanya teman, sohib, atau apalah sebutannya, keberadaannya amat penting bagi kita. Teman selalu membawa dampak pergaulan dan pengembangan karakter pribadi kita. Nggak percaya? 4 dari 7 orang teman kita yang merokok misalnya mampu mempengaruhi kita untuk ikut dalam kebiasaan mengisap batang rokok. Atau sebaliknya jika teman kita adalah kumpulan para maniak game, lambat laun kita juga ikut keranjingan main game lho. Masih nggak percaya?astaghfirulloh…. nyebut but but.

Banyak penelitian yang memperkuat pernyataan tersebut. Dalam sebuah penelitiannya, Shiramizu mendapatkan suatu kesimpulan bahwa seseorang dapat menjadi perokok jika ia mempunyai teman yang merokok. Survei yang pernah dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia pada anak-anak usia 10-16 tahun menunjukkan 70% di antaranya menjadi perokok karena dipengaruhi oleh teman. Bahkan ada sebuah penelitian lain yang menghasilkan kesimpulan bahwa remaja yang temannya merokok memiliki risiko delapan kali lebih besar untuk ikut merokok dibanding remaja yang memiliki teman tidak merokok.
Perlu juga disadari, kebiasaan merokok pada orang tua berpengaruh besar pada anak-anaknya yang berusia remaja. Keluarga yang terbiasa dengan perilaku merokok atau tidak melarang perbuatan tersebut, sangat berperan untuk menjadikan seorang anak menjadi perokok dibandingkan dengan keluarga yang bukan perokok. Beberapa penelitian melaporkan, anak yang kedua orang tuanya merokok kemungkinan besar akan menjadi perokok juga, terlebih jika saudara kandung yang lebih tua seorang perokok, anak-anak tersebut memiliki risiko empat kali lipat untuk menjadi perokok. Weleh weleh....(sambil geleng bareng yuk!)
Sangat mudah bagi kita untuk meniru kebiasaan merokok. Mengingat di negara ini kebiasaan merokok adalah suatu kebiasaan yang sudah sangat mengakar di berbagai golongan masyarakat, di mana pun tempatnya, kapan pun waktunya kita akan sangat mudah menjumpai orang-orang yang sedang merokok.

Kalo ga sekarang, kapan lagi?!!
Sahabat yg dirahmati Allah Swt. Anjuran untuk menjaga kesehatan diri sendiri merupakan hal wajib yang oleh agama kita telah diajarkan sejak dahulu, bahkan sebelum rokok lahir di dunia ini dengan selamat. Tentu tidak ada manusia model apapun di bumi ini yang menginginkan dirinya dalam keadaan sakit-sakitan bahkan sakit beneran. Kecuali orang yang lagi gak penuh otaknya alias sedheng.
Nah rokok sendiri sudah teruji secara medis mampu merusak organ dalam paru-paru dan jantung, bahkan di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat dan beberapa lainnya di Eropa, penyakit kronis yang membunuh ratusan orang tiap tahunnya adalah jantung koroner. Ingat ini bukan nama makanan lho, tapi pembunuh nomor wahid yg udah mencabuti nyawa manusia. Dan penyakit ini muncul karena kebiasaan merokok. Tambahan lagi akhi-ukhti, data kesehatan juga menyebutkan kebanyakan pengidap kanker dari golongan ibu-ibu muncul karena kebiasaan merokok suaminya. Hmmm..tuh kan!!
Bukankah Rosulullah Muhammad Saw telah memperingatkan kita sebagai umat yang dicintainya bahwa sesungguhnya manusia sering lupa akan dua kenikmatan yang telah dianugerahkan Al Kholik Allah Tuhan Semesta Alam, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang. Ya sobat! sang waktu yang terus bergulir tanpa henti begitu juga usia remaja kita yang terus berjalan mendekati masa tua ternyata sering kita gunakan untuk hal-hal yang sia2 atau bahkan kita habiskan untuk kesenangan nafsu kita. Tidak terasa kita sudah mengkoleksi dosa, karena kelalaian kita terhadap kewajiban menjaga diri dari kerusakan. Ambil contohnya kebiasaan merokok.
Seperti halnya waktu, nikmat kesehatan merupakan nikmat yang sangat berharga bagi kita. Bisa dibayangin nggak?pas kita lagi sakit gigi, wadow sakitnya bukan main. Kepala yang ngga' ada hubungan saudara dengan gigi ikut pening ngrasainnya, mata terasa berat, kaki kram, dada sesak, perut nolak makan, dan bawaannya marah mlulu. Pokoknya nggak enak dech yang namanya sakit. Apalagi nanti saat usia kita menginjak kepala 5, wesets!!! jangan dibayangin kamu nginjak kepala lima orang ya, wah bisa gawat tu. Kebiasaan merokok usia muda akan membawa dampak serius bagi kesehatan kita kelak. Terserang paru-paru atau juga mungkin jantung koroner.
Udahan sobat! terangin pada dunia n temen2 kamu, kalau masih pengen hidup bahagia dengan kesehatan yang prima mulai dari sekarang hindari kebiasaan merokok. Ngga' bener kalau ada orang yang bilang rokok itu bisa ngobatin stress, kalau bisa ngobatin stress mungkin dari dulu pihak RSJ sudah memberikan pasiennya rokok gratis tiap hari . setuju kan? kudu!(gs)
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

You’re Beautiful…it’s true…

You're beautiful …you're beautiful…it's true
I saw you're face…in the crowded place…and i don't know what to do

Prend pernah denger lirik di atas?? Jangan ditanya dech…lagu ni kan lagu wajib buat ngerayu cewek2…hehehe. Emank cewek bisa luluh dikasi lagu gini doank? Yaelah g usah tanya mlulu..ya iya lah masak ya iya donk. Cewek tu suka banget klo di sebut cantik,byutipul lah basa maduranya. Kata iklan di tipi…cantik itu yg kulitnya putih berseri (iklan body lotion neh!)…cantik itu yg rambutnya panjang dan indah (iklan sampo neh!)…cantik tuh yg bohai alias body aduhai (iklan obat kurus neh!). Karena banyaknya iklan yg mewacanakan cantik itu yg seperti di atas, jadi standart cantik jaman sekarang ya yg kayak di iklan2 itu. Sedangkan yg g punya tetek bengek yg ada di iklan cuman bs manyun and brusaha mati2an supaya bs disebut cantik. Mulai dari pake body lotion anti matahari biar putih sampe pake cat tembok, dari diet g makan nasi sampe diet makan rumput2an doank (sampe2 kambing2 pada demo coz lahannya dicaplok).


Sejarah cantik
Jaman dolo kala wkt Romawi lg jaya2nya, perempuan cantik tuh adalah perempuan yg gendut and subur (sawah kale!). Coz cewek gendut and subur tuh menandakan dia makmur hidupnya, jd bs diliat kaya nggaknya. Nah klo cewek kurus dinilai g bergizi and pasti dr keluarga yg miskin. G percaya? Coba deh liat lukisan Monalisa, katanya kan dia perempuan tercantik pada masa itu. Tapi di lukisan, si Monalisa keliatan gendut and tembem loh.
Lain romawi lain pula ma negeri Cina. Cantik tuh dinilai seberapa kecil and imoetnya kaki kamu. Jadi klo sebuah keluarga punya anak cewek yg kakinya kecil and imoet, mas kawinnya gede banget. Coz kaki imoet tuh katanya membawa hoki. Weleh2 aneh2 wae toh. Jadi seorang ibu akan berusaha membuat kecil kaki putrinya dengan mengikat jari kaki mrk dan memakaikan sepatu yg sangat kecil shg kaki mrk lama2 akan mengikuti bentuk sepatu. Ihh kasian banget yach...mau disebut cantik aja sgitu menderitanya.
Lain dolo lain sekarang. Karena cewek tuh pny kecenderungan buat jadi gemuk, maka ada beberapa pihak yg manfaatin ini. Jadi kamyu2 para cewek kudu donk berusaha jadi cantik dengan ngalahin kecenderungan u buat gemuk. Jadilah standart kecantikan berubah dari big is beautiful jadi kerempeng is byutipul. Model cantik dijadikan icon buat mengopinikan standart kecantikan. Bukan aja manusia yg dijadikan icon, boneka pun g kalah. Cantik itu yg kayak Barbie..kurus,tinggi,putih and blonde alias pirang. So maraklah praktik operasi plastik to become like a barbie.

You're beatiful
Benernya cantik tuh yg kayak apa sich? Dia yg cantik yg terpancar kecantikan akhlak dan iman dalam dirinya. Bukan yg pake topeng kosmetik, itu mah bs luntur klo cuci muka. Akan terasa saat damai jika berada di dekat si cantik. Karena tidak akan terlukai dengan perbuatan dan perkataannya.Akan terasa aman berada bersama si cantik, karena auratnya terlindungi dibalik kerudung dan jilbab yang dikenakannya. Kerudung dan jilbab bukan untuk membatasi gerak maupun aktifitasnya, tapi untuk menjadikannya tropi terindah dunia akhirat bagi dirinya, keluarganya dan bagi pasangan hidupnya.
Wanita mulia tidak dinilai seberapa putih kulitnya, seberapa kurus tubuhnya atau seberapa indah rambutnya tapi apakah bisa dia menutup auratnya dengan sempurna sesuai perintah Alloh. Wanita mulia tidak dinilai seberapa indah bibirnya, tapi apakah telah keluar kalimat dzikrullah dari lisannya. Wanita mulia tidak dinilai dari seberapa indah matanya tapi apakah dia mampu menjaga pandangannya karena takwa.
Wanita cantik ini tidak akan tergeser kecantikannya melewati jaman apapun dan negara manapun. You're baeatiful...it's true..

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
(gs)

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Sang Superstar...

Seperti biasa, hari ini aq seringkali melihat inbox di hapeq karena yaah tau sendiri lah banyak sms dari penggemar. Bahkan engga' hanya inbox, email pun juga bejibun, aarrgh... sampai ogah aq membacanya. Fiuh.. abis baca ini itu, aq langsung pergi ke lokasi shooting untuk penuhi order job, acting cuy!. Emang sih, selain suaraq yg merdu tampangq juga nggak kalah ama afgan, hehehe.
Beberapa saat setelah puas beraksi di depan kamera, tiba2 aq dihubungi seorang produser untuk duet dg jacko, waaaw, i don't believe it! i'll meet the king of pop!. dg persiapan secukupnx aq dijemput oleh asisten pribadiq untuk menuju ke tkp. [Di tengah2 perjalanan] “Tiiin” suara klakson dari mobil2 bersautan... “Tidaaaak” aq menjerit dlm hati... belum sampai aq ke tempat konser, eh ini malah macet. “Sial!” Umpatq. “Andai jalan ada banyak, tiap mobil punya jalur pribadi, ato paling engga' mobil bisa terbang!”. Ngeliat kelakuan anehq, sang asisten langsung bertutur, “Sudahlah bos, nyantai aja... kan konserx masih 3 jam lagi. Bentar ya bos, asistenmu ini mau ngeliat kondisi di luar”.

Tak lama setelah ia beranjak dari mobil, ia kembali membawa kabar. Ternyata kemacetan ini bukan karena rusaknya traffic light ato ada kura2 yg lagi nyeberang, tapi karena presiden lewat. Ngedenger hal itu, aq tambah kesal. Sang asisten yg ngerti banget akan kondisiku, he gives me an advice again,
“Wah untung macet ya bos...kan di kondisi yg kayak gini, bos bisa latihan vokal. Suara jacko kan udah cocok buat semua genre, nah tinggal suara bos aja nih yg kudu dilatih, biar nanti bisa klop gitu sama suara si joko, eh jacko...”.
Meski aq sempet kaget ngedenger asistenq yg ngasih solusi (biasax si asisten gak pernah ngasih solusi, yg ada malah nambah masalah), aq terima nasihatx. Langsung aja, aq buka tas dan ku temukan apa yg ku cari, mp5 kesayanganq. Ku pakai si headset dan kumainkan lagux. Eh ternyata lagu “Heal the world” si joko [eh ketularan dah], maksudx jacko. Sambil ndengerin, tak sadar mulutku juga komat-kamit. Melantunkan nyanyian dg suara jacko di mp5. “Heal The World... Make It A Better Place... For You & For Me & The Entire Human Race... There Are... People Dying... If You Care Enough For The Living... Make A Better Place, For You & For Me...”... “Alloh Akbar Allohu Akbar!!” tiba2 suara adzan menyahut, aq pun tersentak kaget, sejak kapan Jacko nambah lirik adzan di lagunya? pikirku. Dan tiba2, aq melihat langit2 kamarku. “Ealahh ternyata cuma mimpi”, batinku. [emang lagu heal the world, ku pasang sebagai ring tone alarmku en dilanjutkan dg suara adzan]... yahhh capek pakde!!
**********
Hai2 prend! Bingung ya mbaca cerita di atas? aq juga bingung tuh... hehehe. But kalo dipikir2 lagi, emang enak kali ya jadi seseorang yg diidolakan. Punya banyak fans, uang nggak kurang2, tanda tangan sana sini, & hal2 keren lainx. Trus hal yg terpenting adalah jadi inspirasi bagi penggemarx, seperti kata Ahmad Dhani di acara inpotainment kemarin. Tapi kalo dipikir-pikir juga, jadi idola juga ada nggak enakx. Kemana2 jadi sorotan, jadix ngga' bebas dah. Parahx, jika yg nyorot agen2 infotaiment. Wah, bisa2 ada dugaan yg nggak enak tuh. Tau donk, paparazzi dan mamarazzi?
Tapi, terlepas dari enak nggak enaknx jadi idola, setiap orang pasti memiliki idola. Emang ngga' bisa dipungkiri prend, kalo tiap manusia tuh butuh yg namanx idola sebagai inspirator. Karena sang inspiratorlah manusia bisa berkreasi dlm menjalani hidupx. Itu semua juga tak lepas dari sikap manusia yg suka meniru.

~Idola, makanan apa tuh?
Idola bisa dimaknai sebagai seseorang ato sesuatu yg besar dan sering dihormati dan dicintai dg fanatik. Contohx, Michael Jackson, pria yg dinobatkan sebagai King of Pop ini dipuja-puji ama penggemarx. Suara emas Jacko ditambah lantunan lagu yg terkadang mengharukan masih ditambah lagi ama bumbux, lirik2 yg penuh makna, ngebuat kesengsem abis bagi orang yg ngedengerx. Apalagi, moonwalknya itu lho... gemmezzzz deh! Eh, kok aq ikut2tan centil??
Meski ada isu2 negatip dari media tentang jacko, mulai dari pedofil hingga kasus2 yg lain, ternyata idola yg satu ini ngga' kurang2 juga fansx. yg ada malah nambah banyak. Waladalah... orang ini pake mantra apa ya? Mantra lupa2 ingat, ato mantra tak gendong kemana2, ya?
Bulan2 akhir ini, merupakan bulan terpahit bagi penggemar Jacko. Karena sang raja pop itu telah habis kontrak umurx. Para penggemarnyapun serentak memberikan antusias yg luar biasa. (Ya iyalah... namax aja penggemar). Mereka langsung memborong album2 Jacko, nggak hanya itu, mereka juga ngadain konser lagu Jacko sebagai cara mereka untuk mengenang sang legenda tersebut. Dari contoh itu aja, bisa disimpulin kalo pada idola ada penghormataan, kecintaan & keteladanan.

~Kenapa qt suka meniru?
Seperti yg udah dinyatakan di atas, bahwa manusia suka meniru. Itu semua bukanx manusia engga' kreatif, manusia engga' punya ide, tapi itu karena fitrah manusia. Manusia diciptakan dlm kondisi yg belum mengerti apa2. Namun meski seperti itu, di lingkungan manusia, juga diciptakan kondisi yg sedemikian rupa sehingga dg itu manusia bisa terinspirasi. qt ambil contoh aja seorang bayi, bayi ngga' akan pernah bisa berjalan layakx manusia normal kalo ia nggak pernah melihat kondisi manusia normal dlm berjalan. Tul ngga'? Masih bingung? Ya udah, prend kasih contoh lagi. Tau film movie berjudul “tarzan” kan? Di sono digambarkan ada seorang anak manusia yg dilahirkan normal. Namun ketika ia dan keluargax berada di hutan, keluargax diserang oleh raja hutan sehingga tinggallah ia sendiri. Hampir ia akan di serang oleh raja hutan sebagai mangsa mungilx, seekor gorila memungutx dan menyelamatkanx dari serangan sang singa. Lanjut cerita, tarzan (nama yg diberikan gorila kepada bayi itu) tumbuh dibawah asuhan keluarga gorila. Dan walhasil ia pun bertingkah laku seperti gorilla. Tuh kan, udah ada faktax. Meski dlm bentuk animasi, paling engga' yg membuat movie itu manusia. Dan si pembuat memahami dg baik, jika lingkungan akan mempengaruhi tingkah laku seseorang.

~Sign for plagiator
Kecenderungan qt untuk suka meniru ternyata juga harus dibatesin lo. Coba deh dipikir lagi, seandaix qt jadi tarzan, & qt nggak pernah berfikir ulang apakah qt harus berlaku seperti itu ato ngga'. Pasti qt engga' akan bisa merasakan enakx hidup menjadi manusia normal. Ya toh?! Ya udah deh, kalo contohnx ngga' mau tarzan lagi. Qt liat aja kondisi sekarang. Sebagian masyarakat qt telah mengkultus sosok idola mereka tanpa memperhatikan sisi aqidah & akhlaqx. Seperti idola pada umumnya, semua perkataan dan perbuatanx ditiru, lagi2 tanpa pertimbangan apakah yg dikatakan ato dilakukan itu bener ato salah menurut agama. Bahkan sebalikx, justru perkataan dan perbuatan idolax yg menjadi acuan bener nggakx menurut agama, na'udzubillaah... Nah, yup... meski qt mengidolakan seseorang, qt harus memberi sign [tanda] sebagai pengatur rasa kagum kita. Karena ya seperti hal tadi, terkadang, saking ngefansx, penggemar sampai ngga' memperhatikan apakah yg dilakukan oleh idolax bener ato nggak. As the result, yaa muncul deh para insan yg dg seenakx melakukan kesalahan2 yg sama dg idolax. Wah jadi berabe tuh...
Seandaix saja, sang idola adalah seseorang yg tak sedikitpun ada keburukan dlm dirix. Bahkan kebaikan senantiasa menghiasi kehidupanx, maka ngga' mengherankan jika para penggemarx nggak susah2 ngeliat sign. Because, segala aspek yg ditiru udah bener. Ngga' mustahil, jika yg awalx harapan untuk menjadi insan yg baik akhirc menjadi suatu keniscayaan. Nah prend, sebuah pertanyaan muncul ni... apa idola qt udah mempunyai kepribadian yg seperti itu?

~Idola hakiki
Dari pemaparan di atas, sebenerx aq pingin nyampein sesuatu yg puenting buanget. Saking pentingx aqsampe lupa ,,, ~_~'. engga'2 , prend cuma' bercanda. Bahwasax qt tuh harus pandai2 dlm memilih idola. Tanya kenapa? karena idola merupakan penentu karakter qt dlm mengarungi hidup. Jika karakter yg ada baik, maka sudah pasti qt akan merasa tentram. Tapi kalo yg ada sebalikx, wah harus siap2 tuh untuk menjalani hidup yg penuh dg tekanan, yg nggak enak tentunx.
Sebagai agama penyempurna agama terdahulu dan sifatx yg rahmatan lil 'alaamin, Islam juga ngasih solusi untuk masalah idola lho. Tau Nabi Muhammad SAW kan? seseorang yg tidak pernah menyembunyikan keceriaan wajah terhadap para sahabat dan selalu mencari berita tentang kondisi mereka. Seseorang yg selalu memberikan tempat khusus kepada orang2 baik di sisix. Seseorang yg tidak pernah duduk dan bangun (dari duduk) kecuali dg menyebut nama Alloh dan mayoritasx. Seseorang yg tidak pernah menentukan tempat duduk khusus bagi dirix. Seseorang yg memperlakukan masyarakat sedemikian rupa sehingga mereka merasa dirix adalah orang termulia di sisi beliau. Seseorang yg tidak banyak berbiacara dan tidak pernah memotong pembicaraan seseorang kecuali ia berbicara kebatilan. Seseorang yg tidak pernah mencela dan mencerca seseorang. Seseorang yg tidak pernah mencari2 kesalahan orang lain. Seseorang yg selalu sabar menghadapi perangai buruk bangsa Arab dan orang2 yg asing bagi beliau. Seseorang yg selalu duduk di atas tanah dan duduk bersama orang2 miskin serta makan bersama mereka. Seseorang yg tidak pernah mengizinkan siapa pun berdiri (untuk menghormati)nya. Seseorang yg selalu menghormati orang2 berilmu dan berakhlak mulia. Dibandingkan dg yg lain, beliau lebih bijaksana, sabar, adil, berani dan pengasih. Seseorang yg selalu menghormati orang2 tua, menyayangi anak2 kecil dan membantu orang2 yg terlantar. Seseorang yg tidak meninggalkan sekeping Dinar dan Dirham pun ketika ia meninggal dunia. Dan banyak lagi karakter luar biasa dari manusia yg satu ini. Maha benar Alloh dlm firmannya pada {QS Al-ahzab [33]: 21} yg menyatakan bahwa dlm diri Nabi Muhammad SAW terdapat suri tauladan yg baik.
prend Udah jelas kan siapa Nabi Muhammad SAW? Kalo belum jelas, kamu cari deh artikel lain tentang Rasululloh SAW. Pasti yg kamu temukan hanya yg ngejelasin kemulian hamba Alloh yg mulia ini, karena emang Rasululloh SAW tidak pernah berperangai buruk. Kalopun ada artikel2 yjavascript:void(0)g menjelek2kan Rasululloh SAW, pasti artikel itu bersumber dari sesuatu yg ngga' jelas, ato pemikiran2 yg dibangun tidak berdasar atas aqidah Islam. yups, kalo udah jelas, nunggu apa lagi? ayo qt jadikan Rasululloh sebagai idola kita! Ngga' usah pikir2 seribu kali lagi, dijamin nggak rugi dah jika qt meneladani Rasululloh. Itung2, itu juga menjadi rasa cinta qt kepada Rasululloh SAW. So... masih mengidolakan orang yg ngga' jelas akan keahsanan perbuatanX? bye2 aja! ^_^ Setuju? [gs]
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Sabtu, 27 Maret 2010

Glory..

Sahabat semua tau nggak apa yang paling dicari di dunia ini ? Yups, yang paling dicari didunia ini apalagi kalau bukan kejayaan, kesuksesan, kekayaan, dan ke-an lainnya. Mulai dari jaman jalan kaki, sampai jaman menunggang kuda, hingga sekarang jaman menyetir kuda juga, yang namanya kejayaan dkk selalu jadi tujuan utama hidup. Buktinya setiap jaman selalu saja ada peperangan untuk memperebutkan harta, wilayah, dan lainnya.

Kenikmatan, kesuksesan, kejayaan, dan ke-an ke-an yang lain di dalam dunia modern saat ini sudah menjadi sebuah gaya hidup baru. Mulai dari orang yang tinggal di kota bahkan sampai-sampai yang tinggal di hutan belantara pun memiliki persepsi yang sama (jangan sampai ngerasa ya!). Semuanya berusaha sekeras mungkin untuk menggapai mimpi tersebut. Ada yang berhasil dan ada yang tidak, ada yang celaka dan ada pula yang selamat, ada yang melayang diatas angin dan ada pula yang sampai terkubur tanah. Pokoknya semua lengkap n muantheb deh!


Tapi gak semua orang tu yang berhasil dengan cara yang normal. Untuk mencapai kenikatan duniawi , kesuksesan dan lain-lain, banyak yang rela menjalankan segala cara. Demi mencari popularitas, sahabat bahkan sanak keluarga pun dikorbankan. Untuk mencari kekayaan semua hal dilakukan, mulai dari bermain bersama bersama bintang dan angka, meminta barang orang lain dengan paksa (coba tebak!) atau mungkin meminta tanpa paksaan, merusak lingkungan, dan bahkan hingga menggadaikan ketauhidan yang menjadi landasan iman bagi setiap muslim dengan pergi meminta pangsit (eh , wangsit) kepada penunggu wc umum (emangnya dibayar apa?). Demi mendapatkan jabatan yang tinggi di tengah-tengah masyarakat, tapi tetap saja UUD (ujung-ujungnya duit), rakyat yang sudah memberikan amanah kepemimpinan kepadanya pun seakan tidak ada wujudnya lagi, sehingga yang terpikir di kepalanya hanyalah bagaimana cara untuk menambah kekayaannya.

Ketika melihat realitas seperti itu, hanya satu kalimat yang terucap melalui bibir seksi anugrah Allah yang tidak terhingga ini: inna lillahi wa inna ilaihi rajiu’n! Lho, memangnya ada yang meninggal? RW berapa? RT berapa? Eitssss, ckittt, gedubrak! Tenang dulu kakang, mbakyu, adik, kakak, tidak ada yang meninggal kok, cuma pingsan aja kalee! Sebagai seorang muslim sejati (amin), ketika diberi cobaan, bencana, ataupun terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kita sangat dianjurkan untuk membaca kalimat tersebut (Hayo, siapa yang tahu jawabannya? Ketik reg spasi jawaban kirim ke no di sampul depan). Sekali lagi, LHO?? Kenapa kok perbuatan di atas disebut bencana sampai-sampai harus nyebut? Bukankah tidak ada yang mencium bibir nya si seksi truk?

So pasti gitu loh! Hal-hal diatas itu yang seharusnya membuat kita merinding. Sekarang semua ukurannya materi. Apa-apa dihitung dengan keuntungan materi. Bahkan agama aja dihitung pake ukuran materi. Kalau pekerja menghabiskan waktu siang untuk sholat akan mengurangi produktivitas pabrik. Kalau kita berpuasa pasti kita gak bisa bermain sepak bola secara profesional.

Coba aja bayangkan kalo misalnya Rasulullah berada di zaman ini, di tengah-tengah penduduk Indonesia yang mayoritas penduduknya memiliki iman yang sama seperti beliau (so pasti..) sekaligus sebagai negara muslim terbesar di dunia. Kira-kira kata-kata apa yang akan meluncur dari mulut beliau yang mulia tersebut? Wah, pastinya nggak akan kebayang bagaimana sedih dan hancurnya hati beliau meilhat realitas umatnya yang dikatakan Allah sebagai khoirul ummah (umat terbaik) ini.

Maka tidak heran apabila bagi yang rajin duduk di depan kotak ajaib (baca: televisi), kita kan melihat berita-berita tentang musibah yang sering banget mampir minum kopi ke negeri kita. Masih terngiang di telinga kita bagaimana DAHSYAT-nya peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu di beberapa tempat, yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka, huru-hara terjadi di berbagai kota. Pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. Busung lapar anak manusia negeri ini yang sering terdengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis, dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan, pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. Termasuk hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terhanyut dan tenggelam bersama aktivitas yang tidak memberi manfaat sedikit pun.

Wuih…. Lengkap banget deh 1001 penderitaan yang dialami oleh negeri ini. Meskipun di dalamnya berjubelan komunitas muslim terbesar di dunia. Tapi tampaknya fakta tersebut tidak sedikit pun membantu mengatasi masalah yang menimpa negeri ini. Sebenarnya apakah gerangan yang menyebabkan terjadinya semua bencana tersebut?

Ada yang bilang hal tersebut disebabkan oleh kesalahan penduduk negeri ini sendiri, ada yang bilang Allah sedang memberikan peringatan terhadap umat Islam yang tidak lagi menghiraukan Allah atau malahan azab menghampiri kita seperti kaum-kaum tedahulu? Memang di Al-Qur’anul Karim dikisahkan kalo orang-orang zadul (zaman dulu) akan diberikan “hadiah” azab langsung (gak pake dicicil) oleh Allah ketika mereka melakukan sedikit saja kemaksiatan (baca; melanggar perintah dan larangan Allah). Terus apakah bagi kita kaum muslimin juga berlaku hal itu juga? (naudzubillah deh kena adzab)

Mungkin kita merasa sudah mengimani Islam dan mungkin sudah hafal ajaran-ajaran Islam yang sering disampaikan di tempat nongkrong orang-orang gaul akhirat, sampai-sampai nglonthok di luar kepala, ngerasa udah meniti semua ajaran yang ada dalam Islam. Padahal banyak juga lho orang yang sholatnya dicicil-cicil (harus saadar yah kalo emang bener!)

Padahal seringkali kita mengukur islam dengan kehidupan dunia kita. Waktu sholat sering ditinggal karena ngerjakan tugas. Ketika ada perintah dakwah selalu dikaitkan dengan dijauhi teman. Apalagi kalau buat yang cewek nih. Sudah tau kalau perintah memakai jilbab itu wajib, tapi selalu aja dikaitkan dengan gak cantik lah, gak mbois lah. Yang cowok juga gak mau kalah. Ketika main bola suka pakai celana pendek. Padahal itu tidak menutup aurat laki-laki.

Tapi tunggu dulu bro! Bagi para penumpang jurusan dunia-akhirat silakan menempati tempat duduk masing-masing! Sebelum bis yang kita tumpangi keburu berehenti di final destination, kita harus tahu dulu duduk permasalahannya. Jangan nyeruduk ke sana-sini dulu tanpa arah.

Kita pastinya sudah tahu dong bahwa manusia diciptakan di muka bumi untuk beribadah kepada Allah. Kalo begitu, maka konsekuensinya adalah setiap perbuatan kita di dunia ini HARUS berwujud ibadah kepada Allah. Emang sih kedengarannya berat, tapi jangan khawatir deh! Yang namanya agama itu memang diturunkan Allah bukan untuk mempersulit hambanya, terutama yang beriman lho. Bukankah Allah sendiri sudah berjanji bahwa Allah tidak akan menurunkan perkara yang tidak akan sanggup dipikul oleh hambanya? Bener gak sih? Tetapi kebanyakan manusia, plus umat muslim jaman ini, malah mempersulit dirinya sendiri untuk dapat beribadah dan senantiasa dekat dengan Allah. Gimana nggak? Mereka malah memilih jalan yang berkelok-kelok, bahkan menyesatkan, daripada jalan lurus yang sudah dibentangkan di depannya. Ibaratnya orang yang memiliki penglihatan normal tetapi memilih buah yang busuk.

Agama juga sebenernya gak bertentangan dengan kehidupan dunia. Emang sih menurut hukum rimba gak ada kaitannya antara sholat dengan nilai bagus. Dan dipikir sampai botak pun kita gak bisa menemukan hubungan antara pakai jilbab dengan hidup sukses di dunia. Tapi sumpah! Semuanya itu sebenernya berhubungan. Kalau kita menolong agama Allah, pastilah Allah itu akan menolong kita. Kalau kita rajin beribadah, pasti Allah akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Percaya gak ? Percaya aja deh. Liat aja kehidupan seorang yang sholeh ama yang gak sholeh blas. Pasti kehidupannya beda banget. Meskipun orang itu kaya raya pasti hidupnya menderita. Beda dengan orang yang sholeh.

Kalo dipikir-pikir bukannya kita seringkali mendengar kalo Islam itu mengatur setiap jengkal kehidupan kita? Mulai dari mimpi sampai mimpi sampai mimpi lagi. Sehingga bukan menjadi hal yang mustahil kalau hidup kita ini sepenuhnya akan menjadi amalan ibadah kepada Allah. Selain itu, satu hal yang tidak boleh ketinggalan yaitu harus ada suatu keadaan yang mendukung agar semua perintah Allah di dunia ini dapat dilaksanakan secara integral pangkat tiga (baca:lengkap). Tetapi ketika melihat keadaan saat ini, fakta yang ada tidak dapat dijadikan dalil bagi kita untuk tidak melaksanakan perintah Allah lho! So yang harus kita lakukan, terutama sebagai new generation of moslem harus menjadi agent of change bagi agama, lingkungan, dan orang-orang di sekitar kita. Wallahu a’lam (Gs)

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Jumat, 26 Maret 2010

Akhirnya Aku Disini,........

Sebuah perjalanan yang melelahkan, memang. Perjalanan yang membutuhkan pengorbanan. Perjalanan panjang, yang menghabiskan banyak waktu dan biaya. Tenaga dan pikiran juga merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh. Keduanya memberikan kontribusi besar bagi tercapainya tujuan di ujung jalan dan penantian ini. Seandainya dihitung dengan materi, puluhan juta rupiah takkan mampu menggantikan besarnya perjuangan yang telah dilakukan. Bagi pejuang yang serius dan fokus dengan tujuannya, maka diujung jalan ini mungkin akan terpuaskan dengan apa yang telah ia capai. Namun, bagi pejuang yang berjuang dengan niat seadanya dan asal berjalan saja, mungkin tidak terlalu memikirkan perjuangan ini. Bahkan mungkin ia akan menerima hasil yang ia raih tanpa ada harapan yang menyeruak diatasnya. Adakah jalan lain yang sebenarnya ingin ia tempuh? Ataukah perjalanan studi hanya menjadi hiasan yang terpajang dalam hidupnya? Hmm... bisa jadi!

”Teng..teng..teng..” bel sekolah pagi itu berbunyi. Siswa-siswi SMA ”Senja” berbondong-bondong menuju lapangan upacara. Para guru juga telah bersiap untuk melakaukan apel di hari itu. Tidak ada pemandangan yang aneh dan berubah di lapangan sekolah, sejak liburan dua minggu yang lalu. Hanya saja, terdapat panorama yang agak menarik perhatian. Nampak beberapa gerombol murid yang berpakaian berbeda dari seragam siswa SMA ”Senja”. Setelan berwarna putih biru menempel tubuh mereka. Selain itu ada aksesoris lain yang menghiasi pakaian ala SMP itu. Tanda identitas berukuran 30x15, pita berwarna-warni dan sebagainya menjadikan mereka semakin terlihat berbeda dari murid yang lain. Salah alamat? Atau pawai hari ulang tahun kemerdekaan? Mungkin dua jawaban itu adalah alternatif terakhir.
Beberapa waktu yang lalu ratusan murid dan orang tuanya beramai-ramai datang ke SMA ”Senja”. Rupanya mereka sedang melihat pengumuman penerimaan siswa baru tahun ajaran ini. Nampak sebagian gusar dan yang lain bergembira karena namanya terpampang sebagai siswa yang diterima di SMA favorit ini. Tapi, ada juga yang wajahnya tertunduk lesu karena namanya harus tersingkir ke SMA pilihan berikutnya. Yang artinya, harapan untuk menempuh studi di sekolah favorit tidak terwujud.
Ya, penerimaan siswa baru setiap tahunnya memberikan kenangan dan pengalaman yang beragam. Mulai dari standar nilai, hingga biaya masuk sekolah baru yang setiap tahunnya semakin melangit. Belum lagi masa orientasi siswa baru dan adaptasi dengan lingkungan baru yang menjadikan jantung berdebar tidak karuan. Misalnya, ketika seorang siswa bertemu siswi yang berparas indo seperti Cinta Laura Kiehl, atau seorang siswi yang bertemu dengan siswa yang mirip Ariel peterpan. Dan yang lebih menghebohkan, ketika harus berkenalan dengan satu per satu guru, yang slah satunya memiliki paras latino bak Enrique Iglesias. Wuh, seakan lidah ini kelu dibuatnya. Pastinya, sebuah perjalanan telah berhasil ditempuh. Namun, kini di depan terbentang panjang jalan baru yang siap tuk dilewati. Perlukah mempersiapkan bekal lebih banyak? Dan sekarang, siap tidak siap. Inilah kehidupan barumu, sebagai insan yang lebih dewasa dari sebelumnya.
Mabdamaze hidup selalu berjalan kedepan. Seperti kata pepatah, kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah harapan. Terkadang ada rasa sesal, karena hari kemarin, target belum mampu dicapai. Yakin deh, pasti sekarang diantara kamu ada yang berpikir,”kenapa dulu aku ga belajar lebih giat lagi?” ato mungkin, ”coba dulu aku ga kebanyakan main, pasti sekarang aku udah ada di skul favorit?!” he..he..he.. ketauan ni ye? Ya, menyakitkan memang, saat tidak berhasil memperoleh apa yang kita inginkan. Tapi, apa boleh buat, kedelai udah jadi kecap. Dengan kata lain, tomat udah menjadi saus atau tepung sudah jadi kue. Artinya, semuanya sudah terlanjur. Tiada guna lagi tuk meratapi masa lalu. Sehebat apapun kamu, Mabdamaze yakin deh kamu ga akan bisa balik ke masa lalu. Kecuali ikut sama Marty McFly dan Dr. Emmet L. Brown dalam film trilogy Back To The Future.
Namun demikian Mabdamaze tidak selamanya rasa sesal menyelimuti hari ini karena masa lalu yang dianggap kurang berhasil. Tidak sedikit, pelajar yang memiliki memori indah di masa lalu. Sehingga, dalam kamusnya tidak ada namanya penyesalan dan kecewa. Yang ada hanyalah optimis dan percaya diri. Dan baginya, keberhasilan di masa lalu harus tetap ada untuk menunjang keberhasilan hari ini dan esok.
But anyway Mabdamaze berhasil atau tidaknya kita di masa lalu bukanlah masalah lagi. ”Lho, kok? Kan kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik? Gimana sih Mabdamaze?” Iya sih. Artinya, masa lalu adalah sesuatu yang tak mungkin bisa diraih dan dialami kembali. Kesalahan yang ada dimasa lalu, takkan bisa lagi diperbaiki. Demikian juga keberhasilan dimasa lalu, yang sedianya hanya terkenang di alam bawah sadar, album photo, ataupun rekaman kamera tidak dapat dinikmati lagi manisnya. Pengalaman ketahuan nyontek di kelas beberapa tahun yang lalu dan akhirnya mengakibatkan nilai lima di dalam rapor tidak bisa diperbaiki kembali. Jika menyesal, mungkin yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyalahkan diri kamu sendiri, ”Coba dulu aku ga nyontek, pasti raporku bagus...!” atau saat kamu punya pengalaman jadi peraih nilai UAN tertinggi se-kota/kabupaten. Wuih..mantab bro! Jepret sana, jepret sini, masuk koran sani (sana-sini. He..he.. maksa banget!), bahagia banget pastinya. Namun ternyata, kebanggaan dan kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, habis masuk di SMP or SMU favorit, segalanya harus dijalani lagi. That’s mean, perjuangan belum usai.
Masa lalu memang tidak boleh dilupakan begitu saja. Karena, dari sanalah keadaan kita hari ini. Dia adalah pelajaran berharga untuk kita semua. Bukan berarti di bangku SMP or SD kemarin kamu tidak bisa meraih nilai maksimal, maka di sekolah baru sekarang belajarnya malas-malasan dan putus asa. Tetapi, ambillah pelajaran dari masa lalu yang suram. Perbaiki kualitas hidupmu hari ini dengan belajar lebih giat, menjadi insan yang shalih atau shalihah dan mulai menentukan langkah hidup. Bersyukur dan berdoa kepada Allah. Dan yang paling penting, jalani kehidupanmu dengan nafas syariat-Nya. Karena hanya dengan Islam, kamu bakal meraih keberhasilan. Dan buat Mabdamaze yang kemarin udah berhasil, hati-hati. ”emang kenapa, Mabdamaze?” yup, jangan sampai keblinger dengan kesuksesan kamu. Di depan kamu masih banyak batu yang menghadang dan juga aral melintang. Jika lengah dan over convidence serta sombong bin congkak, wah bisa dipastikan kamu bakal tersandung. Bahkan bisa terperosok ke dalam jebakan. Tetapi, bersyukurlah kepada zat yang memberikan kamu kesuksesan ini, Allah ’azza wa jalla. Selain itu, keistiqomahan juga perlu dijaga. Kata pepatah, mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. So, keep semangat bro!(gs)
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Cari ilmu apa cari..

"“pssst…pssst…nomer 5, jawabannya apa???”. Kata-kata barusan pasti uda nda asing di telinga kita as a student, yipz, bener banget kalimat tanya (tanya jawaban maksudnya) kayak gitu pasti sering kita denger pas ujian, ulangan, quiz, dan segala macem bentuk tes lainnya. Nyontek seperti uda jadi hal yang biasa di kalangan remaja saat ini, apalagi sebagai seorang pelajar. Padahal, kalo ditanyain sama orang : “ buat apa kamu sekolah???” pasti jawabannya : “ yaaa buat cari ilmu lah,,,”, nah lho, nyambung nda??? Kalo emang niatnya buat cari ilmu, kenapa harus nyontek??? (hayoo…), kalo kayak gitu mah, bukan cari ilmu atuh, tapi cari nilai (iya khan???).

Kebanyakan pelajar sekarang terlalu memprioritaskan nilai sebagai patokan keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu (baca: sekolah). Jadinya ya kayak kejadian di atas itu, pas ulangan, nda bisa njawab soal, malemnya nda belajar, paginya nda sarapan, ditambah pas dulu diterangin gurunya malah sms-an sama pacarnya (duuhh,,,komplit banged ce…), akhirnya nyontek deh. Tujuannya cuman satu, nda lain dan nda bukan yakni biar dapet nilai bagus, saking ngebetnya pengen dapet nilai bagus, mpe menghalalkan segala macem cara (eg. Ya nyontek tadi itu), masya Allah. Padahal (kalopun tujuannya buat nilai) masi banyak cara lain, salah satunya, yaaaa belajar dunk pren!

Kawan, nilai bagus bukan berarti segalanya. Coba bayangin, buat apa coba nilai bagus, tapi ilmunya nda bermanfaat??? Buat apa nilai bagus kalo ilmunya nda diterapin??? Trus, buat apa sekolah mahal-mahal kalo tujuannya cuman buat nilai??? Jadi, nilai emang bukan segalanya, untuk jadi seorang yang sukses nda cuman butuh nilai (apalagi dari hasil nyontek). Liat aja para pendahulu kita, kayak Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Khowaritsmi, Al-Razi, dll, mereka bisa sukses tanpa harus ngoyo cari nilai bagus kan??? Kok bisa ya??? Jawabannya ada di dalam hati, yakni niat kita. Kalo niat kita ke sekolah cuman nyari nilai, yaaaa kita bakal cuman dapet nilai, TAPI,,,kalo niat kita diubah jadi cari ilmu (beneran cari ilmu) dengan hanya berharap pada ridlo Allah, Insya Allah kita bakal dapet ilmu (yang bermanfaat tentunya), naah kalo kita uda dapet ilmu, ilmu Matematika misalnya, uda pasti kita bakal ngeh sama ilmu itu, nda cuman hapal tapi juga faham. Terus, kalo kita uda faham sama ilmu itu, kita nda perlu khawatir masalah nilai khan??? Uda pastinya nilai bakal kita dapetin juga, setuju?!!

Jadi, intinya sekolah itu jangan diniatkan buat cari nilai, tapi niatin buat cari ilmu semata-mata hanya berharap ridlo Allah. Kalo niat uda manteb kayak gitu, insya Allah semua yang kita harapin bakal kesampean (nda cuman nilai, bahkan lebih). Ups, tapi jangan lupa, semua bakal kita dapetin kalo kita nempuh semuanya dengan ikhlas n bener menurut Allah, ditambah lagi, kudu dibarengin sama ibadah yang siiip juga. Ayo! Segera ubah niat kita! Berlomba-lomba nuntut ilmu buat kesuksesan dunia-akhirat. ^^ (gs)

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Kamis, 25 Maret 2010

Indahnya Ujian Itu...

Ujian dan kehidupan adalah dua hal yang tidak pernah berpisah. Selama roda kehidupan masih berputar, selama itu pula ujian hidup akan terus datang menyapa manusia. Tak terkecuali Greensoulid semua yang lagi asik berdakwah. Layaknya sekolah yang selalu penuh ujian, dakwah juga penuh dengan ujian. Mulai dari yang levelnya beginner sampai ujian dengan level boss.

Ada sebuah kisah tentang perjalanan seorang pemuda. Setelah sekian tahun menuntut ilmu di pulau seberang, akhirnya waktu wisuda telah datang. Tak cukup dengan itu saja. Surat lamaran pekerjaan yang telah dikirim ternyata telah membuahkan hasil. Beberapa hari lagi akan ada panggilan terakhir untuk tes wawancara. Dan menurut teman dari perusahaan itu, wawancara itu hanya formalitas saja. Selama hadir dalam wawancara itu sudah hampir bisa dipastikan salah satu pekerjaan di bank swasta terkenal itu akan menjadi miliknya. Dan pastinya gaji dua digit sudah pasti mudah diraih.


Akan tetapi di tengah suasana bahagia tersebut, muncul sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya Ibu pemuda tersebut yang seharusnya hadir dalam prosesi wisuda tidak nampak sedikitpun batang hidungnya dalam acara tersebut. Bukan karena sang Ibu tidak sayang lagi pada anaknya. Tetapi sekarang sang Ibu tengah terbaring lemah di rumah akibat sakit yang sangat parah.

Dia tinggalkan segera urusan-urusannya. Mulai dari legalisir ijazah di kampus hingga urusan wawancara pekerjaan. Semua ditinggal demi pulang ke kampung halaman, demi menjenguk sekaigus mengantarkan uang untuk biaya Ibu berobat. Maklumlah, Ibu sekarang tinggal sendiri. Biasanya Ibu menggunakan uang hasil pengerjaan sawah yang ditinggal oleh bapak. Tetapi seringkali uang itu tidak cukup. Paman-pamannya terkadang memberi, itupun bila ada kelebihan. Akhirnya, sang pemuda pun kuliah dengan bekerja. Dan Alhamdulillah, selain mendapat beasiswa dia juga bisa mengumpulkan uang yang cukup banyak.
Dengan tergesa-gesa dia segera pergi menuju pelabuhan untuk mengejar kapal terakhir yang berlayar hari ini. Tiket untuk naik kapal segera dibeli. Seperti yang telah diduga, hari ini suasana kapal begitu ramai. Di dalam kapal sudah terlihat banyak orang yang masuk dan menempati bangku-bangku yang tersedia. Di luar kapal tak sedikit pula orang yang berebut masuk ke kapal. Bersama penumpang lain yang kurang beruntung, akhirnya sang pemuda mendapat tempat di dek kanan kapal. Berdiam diri dan menunggu di sana hingga esok ketika kapal sampai di pulau seberang.
Suasana begitu ramai. Deburan ombak berberapa kali harus beradu keras dengan suara rengekan anak kecil di pinggir kapal. Beberapa kali pula para pedagang berkeliling menawarkan dagangannya di tengah kerumunan orang. Suasana malam pun tak jauh mengenaskan. Hujan yang turun membuat udara menjadi dingin. Tak seperti suasana dalam kabin yang hangat. Di luar, suasana sungguh jauh berbeda. Dingin dan gelap. Belum lagi tetesan air hujan yang kadang tidak jauh berbeda dengan percikan ombak. Tapi sang pemuda tetap sabar dan tak pernah mengeluh. Meskipun beberapa pemuda lain sudah lama marah-marah kepada para awak kapal.

Kegelapan perlahan-lahan ditelan oleh cahaya surya pagi. Sang pemuda membuka matanya dengan perlahan. Sedikit demi sedikit cahaya memasuki kedua matanya. Dilhatnya air di sekitar teluk tampak memancarkan cahaya keemasan akibat pantulan sinar matahari pagi. Pelabuhan yang menjadi tujuannya berada di balik teluk tersebut. Para penumpang mulai bersiap menjejakkan kakinya lagi ke tanah. Di tengah kerumunan manusia yang luar biasa, tak disangka hal yang tak dinginkan terjadi. Uang yang tersimpan dalam dompet beserta beberapa surat-surat penting tiba-tiba menghilang dari sakunya. Segera, wajah pemuda tersebut menjadi pucat pasi. Dicarinya dompet tersebut ke mana-mana. Mulai dari tas, jaket, bahkan seluruh bagian kapal telah disusuri untuk mencari dompet tersebut. Dalam dompet tersebut tersimpan uang untuk biaya perjalanan dan juga biaya untuk pengobatan Ibunya.

Ketika kapal telah merapat dan penumpang lain sudah mulai turun, pemuda tersebut semakin bingung. Sembari menerobos kerumunan penumpang lain yang akan turun dicarinya dompet itu ke seluruh penjuru kapal. Hingga akhirnya pemuda ini terpaksa turun karena kapal sudah akan berangkat menuju tempat peristirahatannya.

Dia harus menempuh jalan yang cukup jauh untuk bisa sampai ke rumahnya. Biasanya perjalanan itu ditempuh dengan bus umum atau kereta api. Akan tetapi tanpa uang sepeser pun, itu semua menjadi mustahil. Tetapi sang pemuda pun tidak kekurangan akal. Dia berusaha menjual barang-barang yang dia bawa. Mulai dari HP, tas, bahkan baju-bajunya ditawarkan ke orang-orang di sekelilingnya. Akan tetapi tak satupun yang mau membelinya.

Selama beberapa jam dia berusaha tak kenal lelah. Hingga ia sadar bahwa persediaan makanannya sudah mulai menipis. Dia tidak mungkin menunggu sampai beberapa hari lagi untuk mencapai rumah. Akan tetapi bila dia sampai ke rumah tanpa membawa uang yang cukup akan percuma. Ibunya sangat butuh uang untuk pengobatan.

Di tengah kepanikan itu tiba-tiba muncul seorang bapak berusia paruh baya. Ternyata sang bapak itu telah memperhatikan pemuda itu sejak tadi. Sang pemuda lalu menceritakan kejadian yang menimpanya kepada sang Bapak tersebut. Tanpa disangka-sangka sang bapak tadi ternyata menemukan sebuah dompet yang terjatuh tak jauh dari kamar mandi pelabuhan. Maka bapak tadi tanpa ragu menyerahkan kembali dompet itu kepada pemilik aslinya. Dan setelah di cek, ternyata semua uang miliknya telah raib. Tapi bukan umpatan, makian atau kata-kata kotor lain yang terlontar dari mulut sang pemuda. Hanya sebuah kalimat alhamdulillah yang keluar dari mulutnya.

Terkesan oleh akhlak sang pemuda, bapak yang menemukan dompet itu menawarkan tumpangan pada sang pemuda. Tapi maaf, tumpangan ini bukan tumpangan pada umumnya. Tempat yang tersisa untuk ditumpangi hanyalah bersama para sapi di bak truk milik bapak itu. Karena tak ada pilihan lain, maka diterima tawaran itu. Meskipun kondisi panas dan bau di sana, tetapi sang pemuda itu tetap berjuang untuk sampai ke rumahnya.

Ketika sampai dirumah bukan rasa senang yang ada. Tapi rasa malu bercampur sedih. Bagaimana tidak. Ibunya sekarang sedang terbaring lemah tak berdaya. Ibunya sekarang butuh obat yang harganya sangat mahal. Dan sekarang dia tak membawa uang sama sekali. Padahal dia sudah berjanji.

Maka semakin bingunglah dia. Persediaan obat Ibunya sudah menipis akan tetapi Ibunya masih belum sembuh. Menurut dokter yang memeriksanya, sang Ibu masih perlu mengkonsumsi obat-obatan hingga dua bulan ke depan. Hari demi hari permasalahan tersebut tak kunjung mendapat solusi dan tinggal 1 hari lagi obat-obatan untuk Ibunya akan habis. Apabila Ibunya tidak meminum obat tersebut, maka kemungkinan Ibunya tidak dapat disembuhkan.

Detik demi detik berlalu dan akhirnya pagi pun tiba. Obat masih belum didapat dan dengan terpaksa sang Ibu tidak diberi obat pada pagi itu. Namun sesuatu yang ajaib terjadi di siang harinya. Sang Ibu yang biasanya hanya bisa tidur di atas kasur, pada siang hari itu ia bisa duduk dengan santai. Bahkan raut kesakitan yang biasanya tampak pada wajahnya sudah tak tampak lagi. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah perkataan dokter yang memeriksanya. Dia mengatakan bahwa penyakit Ibu sudah membaik dan hampir bias dikatakan sembuh.

Sang pemuda hanya terdiam tanpa bias mengucapkan kata sepatah kata. Tak disangka air menetes dari matanya. Segala bentuk pengorbanan yang sudah dia lakukan akhirnya berakhir begitu indah. Segala kebingungannya akhirnya terbayar lunas dengan senyuman Ibunya.

Cerita masih belum berakhir. Beberapa hari setelah sang Ibu sembuh, datang sesosok orang ke rumah pemuda itu sambil membawa sebuah kabar gembira. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi syariah menawarkan pekerjaan bagi sang pemuda. Terlebih lagi pekerjaan yang ditawarkan adalah pekerjaan yang telah lama didambakan oleh pemuda tersebut. Seorang pengurus lembaga keuangan syariah. Sebuah pekerjaan yang jauh lebih baik dari menjadi pegawai bank yang penuh dengan riba.

Ujian hidup memang terkadang membuat hati kesal. Gimana nggak, ujian hidup yang satu belum selesai muncul ujian lain yang sama ruwetnya. Apalagi buat Greensoulid yang lagi dakwah. Pasti ada aja masalah itu. Mulai dari temen yang nolak dakwah kita, masalah dengan guru, atau bahkan keluarga juga. Belum lagi masalah remaja pada umumnya. Apaan tuh ? Yups, apalagi kalau bukan masalah si merah jambu.

Tapi ada yang perlu diinget nih. Setiap ujian hanya punya dua akhir. Akhir bahagia atau akhir yang sedih. Berhasil atau gagal. Menang atau kalah.

Kemenangan dan kebahagiaan tidak mungkin didapat dengan perjuangan yang sedikit. Hadiah yang besar pasti membutuhkan perjuangan yang besar. Sebuah akhir yang luar biasa selalu didahului dengan perjuangan yang luar biasa pula. Kebahagiaan pemuda di akhir cerita tak bisa dipisahkan dari cerita perjuangannya di perjalanan. Cerita keberhasilan dakwah Islam di dunia tak pernah lepas dari cerita perjuangan Rasulullah dan para sahabat. Begitu pula dengan cerita keberhasilan dan kesuksesan kita tak pernah lepas dari cerita perjuangan dan pengorbanan.

Itulah kunci sukses meraih kemenangan. Hanya dengan melalui semua ujian dari Allah-lah kita dapat mengambil hadiah yang sudah disiapkan-Nya. Andaikata sang pemuda yang luar biasa ini kuat pada saat di kapal, sabar ketika kehilangan dompet, tidak pernah menyerah ketika menjual barang-barangnya, eh tetapi sudah tidak kuat ketika harus numpang bareng sapi, maka sudah pasti ending ceritanya akan lain.
Jadi, adakah alasan bagi kita untuk menyerah dalam setiap ujian hidup ini? Perlukah kita mengeluh dalam kerasnya beban dakwah di lingkungan kita. Haruskah kita menyerah dengan godaan setan merah jambu yang selalu datang menghantui kita.

Padahal yang Allah sudah sering sekali memberikan pertolongannya pada kita. Pernahkah kita tiba-tiba mendapat keajaiban dengan nilai ujian kita? Padahal kita tidak belajar secara maksimal karena banyak hal dan tidak menyontek juga tentunya. Kemudian pernahkah kita berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan uang, kemudian tiba-tiba ada saja jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut?. Atau mungkin kita pernah mengalami sebuah kecelakaan, tetapi kita secara ajaib tidak terluka parah. Padahal banyak sekali orang lain yang meninggal akibat kecelakaan yang sama. Saudara-saudaraku, marilah kita coba merenungkan lagi keajaiban-keajaiban yang mungkin pernah terjadi dalam kehidupan kita. Itu semua adalah bingkisan-bingkisan kecil dari Allah karena sifat Rahman-Nya dan juga karena kita telah berhasil melewati ujian yang diberikannya.
Satu hal yang pasti juga adalah pilihan Allah itu pastilah pilihan yang terbaik. Meskipun terkadang kita merasa bahwa pilihan kita sudah baik, tetapi bisa jadi bukanlah pilihan yang baik menurut Allah. Bagi sang pemuda mungkin kerja di bank ribawi dengan gaji dua digit itu baik, tetapi tidak bagi Allah. Dia lebih memilihkan pekerjaan yang lebih mulia di lembaga keuangan syariah.

Begitupula dengan kita. Bagi kita, pacaran mungkin enak dan baik. Tetapi tidak bagi Allah. Dan inilah ujian yang nyata bagi kita. Ketika kita memilih untuk pacaran, maka kita sudah terlempar dari jalur memperebutkan hadiah utama. Tetapi bila kita bisa sabar menunggu ke pelaminan, maka sudah pasti ada kebahagiaan yang pastinya jauh lebih besar dari teman-teman kita yang pacaran.

So, jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Allah. Meskipun kadang-kadang ujian dari Allah itu buka satu dua hari aja. Mungkin ujian Allah itu bisa datang selama setahun penuh atau bahkan puluhan tahun. Ingat selalu, semakin banyak yang kita korbankan, maka semakin besar pula hadiah yang akan kita terima. Dan Allah pasti akan membalas dengan balasan yang tak terduga..
Dan yang penting, jangan sampai kita keok di tengah jalan. Jangan sampai kita menyerah justru diwaktu kaki kita tinggal selangkah lagi menuju kemenangan yang besar. Karena ketika kita menyerah di awal atau menyerah di akhir, keduanya sama saja.

Tetap semangat dalam berjuang! Jangan tergoda oleh segala bentuk kemaksiatan. Ingatlah semua keajaiban yang pernah kita alami dan yakinlah bahwa tinggal selangkah lagi kita mendapat keajaiban dan kesuksesan yang jauh lebih besar lagi. (gs)

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Kupu tak mau terbang,..

Di siang hari yang terik kulihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Disana terlihat seekor ulat gemuk yang sedang makan. Tak lama kemudian ulat tersebut mengeluarkan sesuatu dari mulutnya. Tak lama kemudia ulat itu berubah menjadi kepompong. Hari demi hari sang ulat tak bersembunyi di balik selaput tipisnya itu. Bertahan dari segala bentuk lapar dan dahaga. Hingga saat sang ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik jelita. Tapi ada satu hal yang aneh. Kupu-kupu itu perlahan merangkak pada ranting-ranting pahon tersebut. Setiap hari kupu-tersebut merangkak dari dahan ke dahan, ranitng ke ranting, tetapi tak pernah sekalipun di mencoba untuk mengepakkan sayapnya lagi. Karena tidak terbang dan tidak mencari makanan yang berupa nektar dari bunga akhirnya kupu-kupu tersebut mati tergeletak

Ku merenung kembali, kira-kira kejadian apa yang telah terjadi. Setelah berpikir dengan keras akhirnya terlintas dalam benakku mengenai kondisi teman-teman di sekolahku. Lihat saja, teman di sekolahku kehidupannya dihabiskan pada aktivitas yang isinya hanya untuk bersenang-senang. Banyak yang lebih memilih pergi ke mall, nonton bioskop, bahkan menghabiskan waktunya hanya untuk berduaan dengan sang kekasih. Entah kekasihnya adalah seorang wanita, pria, atau pun seorang kekasih yang berupa komputer.

Teringat pula olehku masa kenak-kanak yang menyenangkan. Setiap hari kulalui hari penuh permainan. Tak pernah terpikir olehku semua masalah hidup. Asal bisa bermain dengan teman sebaya itu sudah lebih dari cukup.

Bila remaja menjalani hidupnya hanya untuk bersenang-senang tentunya seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Padahal remaja memiliki potensi yang sangat besar. Sama seperti kupu-kupui tadi. Dia punya kemampuan untuk terbang tinggi, dia punya kemampuan untuk hinggap di atas bunga. Ia adalah kupu-kupu tapi ia tidak menyadari dirinya punya kemampuan seperti kupu-kupu. Dia masih berpikir dirinya adalah seekor ulat. Padahal makanannya sudah jauh berbeda, dari ulat yang makan daun menjadi kupu-kupu yang memakan nektar dari bunga. Bilamana kupu-kupu masih makan daun? Apa yang akan terjadi? Sama dengan remaja sekarang ini, dalam tubuhnya yang berubah menjadi seorang remaja yang kuat tapi pemikirannya masih seperti anak-anak. Maunya bersenang-senang tanpa berfikir kedepannya. Apa lagi pada zaman ini perang pemikiran terjadi sangat sengit sekali.

Perang pemikiran yang terjadi saat ini sangat berbahaya dibanding dengan perang menggunakan senjata, karena apabila dengan senjata sudah jelas siapa pelaku penjajahnya. Tapi apabila perang pemikiran tak diketahui dalangnya. Kebenaran menjadi roda yang dapat diputarbalikkan. Kebenaran hari ini bisa menjadi kesalahan besar esok harinya. Dengan begitu pemikiran negeri yang terjajah tentunya akan hancur. Setelah dihancurkan secara pemikiran dilanjutkan dengan penghancuran secara nyata.

Sangat dilematis sekali karena saat ini para remaja mulai tergerus pemikirannya. Mulai dengan hidup foya-foya mengandalkan harta kedua orangtuanya, bersikap acuh tak acuh terhadap sesamanya, bersikap egoisme, semua aktivitasnya diladaskan pada sikap hedonisme yaitu mengarah pada kesenangan yang sifatnya hanyalah sementara. Padahal remaja sangat diharapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa akan tetapi saat ini hanya menjadi beban bangsa. Narkoba, seksbebas, dan sifat brutal menjadi pedoman kaum remaja saat ini. Ingat tentang mulai banyaknya remaja yang membentuk geng yang berorietasi pada perusakan seperti geng motor, geng nero ataupun yang lain-lainnya. Seorang gadis yang harusnya bersikap lemah lembut menjadi kasar dan beringas, lelaki yang harusnya menjadi seorang yang bertanggung jawab menjadi pengecut. Bahkan memilih menjadi seorang wanita.

Remaja sangat berpotensi sekali karena masih memiliki keakuatan yang luar biasa dan semangat dan pemikirannya yang idealis membuat para remaja menjadi manusia superhero. Superhero pun harus ada tahapan belajar agar dapat menguasai kekuatannya. Ingat kata pamannya spiderman ‘Di balik kekuatan yang besar terdapat tanggung jawab yang beasr pula’. Tapi saat ini remaja memendam kekuatan super yang ada pada dirinya. Hal ini tentu karena merasa kurang pede ataupun alasan lain yang kira-kira dapat diatasi apabila kita mau mengatasinya. Masalah tak akan selesai apabila kita biarkan, malahan akan menjadi beban yang sangat berat.Apa para remaja sekarang ragu akan kekuatan supernya? Apakah remaja saat ini hanyalah seseorang yang berdiam diri dikamar untuk melakukan aktivitas individualis?

Coba kita ingat, pada tanggal 10 November para bonek alias para remajanya Surabaya mempertahankan kotanya dengan taruhan nyawanya. Kejadian penembakan mahasiswa trisakti, ia rela ditembak untuk memperjuangkan kebenaran. Presiden nomor satu di Indonesia, Ir. Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno mengatakan ‘datangkan 10 orang pemuda maka akan kugoncangkan dunia’. Selain itu pada masa Rasulallah saw. terdapat seorang remaja yang rela meninggalkan keluarganya untuk pergi ke kota Yastrib dan berubah nama menjadi kota Madinah, ia telah merubah penduduk Madinah berpindah haluan menjadi pemeluk Islam hanya dalm waktu satu tahun. Banyangkan hanya dengan satu tahun dan apa yang telah kita lakukan pada satu tahun ini? Kita mungkin hanya duduk manis menonton orang-orang yang berusaha menjadi superhero ataupun yang sudah menjadi superhero. Kita hanya melihat kupu-kupu terbang dengan indahnya kesana kemari. Kita hanya duduk manis menyaksikan prestasi orang lain dan membencinya tanpa berharap menjadi orang yang berprestasi. Akankah yang disebut generasi penerus bangsa hanya menjadi penonton? Padahal didunia ini kita adalah pemain.

Remaja superhero tak akan menyerah meski dalam kondisi apapun. Peristiwa-peristiwa diatas menunjukkan bahwa tekad remaja sangat bulat. Semangatnya melebihi dari seseorang yang telah dewasa karena remaja berfikir idealis dan impannya menjadi realistis apabila diwujudkan dengan sunggh-sungguh. Banyak sekali seseorang yang sukses karena berfikir idealis. Yang awalnya mereka orang yang kurang mampu dalam bidang finansial tapi mereka tetap berjuang dan akhirnya mendapat jerih payah yang ditanamnya pada masa lalu.

Saatnya kita sebagai remaja mulai mengepakkan sayap kita. Mencari makanan yang sesuai dan akhirnya melanjutkan keturunan yang lebih baik. Terbang dengan indah diantara indahnya cahaya kelopak bunga Meneduhkan mata siapapun yang melihatnya. Inilah tujuan hidup seekor kupu-kupu. Hal yang sama terjadi pada kita remaja, saatnya kita tanam benih kebaikan, saatnya kita sadar, saatnya kita mulai bergerak untuk medapatkan apa yang kita impikan. Tentunya mimpi seorang remaja adalah suatu kebahagiaan, tak hanya kebahagiaan dunia saja tapi perlu kita siapkan bekal untuk di akhirat. (gs)
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

hingga saatnya tiba...

Semua permasalahan, ada solusinya. Paling tidak, begitulah kata promotor-promotor iklan di televisi. Mulai dari noda di pakaian dan perabotan, hingga sakit flu berat, semua sudah ada ahlinya. Ambil saja contoh, seandainya kamu pengen dapet rangking pertama. So, yang kamu harus lakukan, tidak lain dan tidak bukan adalah belajar dengan rajin. Kalo lagi ngantuk berat, obatnya cuma satu, tidur. Dijamin manjur deh! Contoh lain adalah ketika cinta mulai bersemi didalam dada. Kalo yang ini, mungkin agak sedikit rumit dan butuh banyak tenaga untuk berpikir. Tapi tenang aja, ngak perlu panik. Ingat, semua permasalahan pasti ada solusinya.

Bro, Sis, cinta memang anugerah terindah yang kita miliki. Andai tak pernah ada cinta, yakinlah bahwa kita tak akan pernah ada pula di dunia. Pernah kebayang ga, seandainya nggak ada cowo dan cewe yang mau untuk menikah? Wow, pasti dunia ga akan jadi seindah ini. Bahkan dunia seakan bercanda ketika melihat cerita cinta dari Kahitna. Tanpa cinta pun ga akan ada film Romeo and Juliet, Eiffel Im in Love, atopun 30 hari mencari cinta. Kok jadi bahas film? Ya, karena memang antara film dan cinta terdapat hubungan yang erat. Film cinta dibuat karena ada cinta. Sedangkan, banyak cinta yang diekspresikan dengan cara-cara yang meniru cerita film cinta. Pertanyaannya, duluan mana cinta dan film cinta? (he..he..jangan dianggep serius gitu donk! Ini kan cuma bercanda..)

Sebut saja Irwan, doi mengaku kalo sebulan yang lalu baru aja ditolak ama Acha, cewe yang sudah dua tahu dia uber-uber. Alasan Acha nolak sih, klasik banget. Dia lebih suka kalo Irwan jadi sohib deketnya. “Yah, cinta kan ga harus memiliki.” Begitu katanya singkat. Kendati demikian, usut punya usut, ternyata Irwan ga memenuhi kategori cowo idaman Acha. Kontan saja Irwan jadi sakit hati. Padahal, doi belum pernah sama sekali ngerasain yang namanya pacaran.

Lain Irwan, lain juga Sammy. Nich cowo udah bolak-balik ngerasain yang namanya mutusin atopun diputusin cewe. Pacaran ama cewe yang biasa sampe yang borju pun udah dialamin. Segudang pengalaman yang manis dan pahit dalam pacaran juga dimilikinya. “Karena udah sering pacaran, buat aku nggak ada sulitnya untuk dapetin cewe dari jenis dan latar belakang manapun. Yang penting cantik, manis, putih, tinggi, pinter, kalo kaya artis, itu berarti Luna Maya.” Waduh, KONTAK JODOH banget nih, jawabannya.

Irwan , Sammy dan Acha adalah salah satu contoh dari ribuan kawula muda yang jadi kor-mod (baca: korban Mode). Lho, kok bisa? Iya donk. Pacaran itu kan udah jadi tren anak muda di millenium kedua. Kalo ga pacaran, itu mah kuno banget. “Hari gini, ga' pacaran? Cape' deeeh?!”Begitulah kiranya kata-kata yang keluar dari mulut Aming. Dengan adanya pacar, maka, ada satu orang yang bisa memanjakan pasangannya, yang begitu perhatian dan peduli kepadanya, menyediakan shoulder to cry on diwaktu sedih, dan yang paling penting, ada seseorang yang mau berkorban untuk memenuhi permintaan pasangannya.(Romantis banget nih, ye!) Bahkan, status jomblowan dan jomblowati menjadi sesuatu yang harus dihindari dan harus dihilangkan dengan mendapatkan pacar, sebagai lambang kemenangan dan kebanggan.

Pernah donk, kamu ngeliat orang yang lagi pacaran?gimana menurut kamu, asyik ga? Nah, lho jangan-jangan kamu iri, ya? Makanya cepat cari! Eh, nggak ding. Maap, kelepasan. Kalo mau diteliti, orang yang lagi pacaran, baik itu orang Surabaya ataupun orang jawa (eh, sama aja ya?) pasti bawaannya pengen berduaan terus. Hayo, iya apa iya? Ga mungkin donk, mau pacaran kalo keluarga besar si doi lagi disekitarnya. Beberapa hari nggak ditelpon udah resah, seharian nggak di-sms hati terasa gundah. Begitu bertemu, pengennya memandang wajahnya melulu. Kalo pagi hari, ada yang bangunin. Sholat subuh dilakoni jam tujuh, tapi karena yang tanya si pacar, sholat subuhnya jadi jam tiga. Nah, ketauan nih bo'ongnya! Emang ada, sholat subuh jam tiga pagi?

Kata orang, cinta itu adalah membahagiakan orang yang dicintai. Sebagai bentuk pengorbanan, kamu kudu mau nurutin permintaan pacar kamu. Saat dia minta dibeliin ini-itu, pastinya kamu malu donk, kalo ga bisa nurutin. So, mau ga mau, pas lagi jalan, kamu kudu sediain do it (baca:duit) yang cukup. Kalo cewe kamu minta makan, kamu harus beliin. Kalo minta minum, lagi-lagi kamu harus merogoh kocek. Kalo minta mobil, gimana? Wah, kalo ini sih udah kebangetan. Udah gitu, ga ada jaminan kalo pacar kamu bakalan mau nikah sama kamu. Udah dibeliin mobil, ga jadi nikah. Sebel banget, nggak sich!

Bukan rahasia lagi, kalo dijaman serba permisif dan hedonis ini (walah, makanan apalagi tuh?) seks udah menjadi bumbu penyedap dalam pacaran. Buat menguji kesetiaan, alasannya. Padahal, seks dalam pacaran, tujuannya lebih pada pelampiasan syahwat belaka. Tapi kan, bisa dibuat perjanjian di awal ga akan berbuat yang macem-macem. Jangan su'udzon gitu napa sih, plis dong ah! Ok deh, jangan sewot dulu, ya! Nih, diterusin ceritanya.

Awalnya sich, emang kamu udah buat komitmen dengan pasangan kamu kalo kalian ga akan berbuat yang aneh-aneh. Kamu pacarannya cuma jalan bareng, itupun jauh-jauhan. Tapi pasti lama-lama juga bosen, khan. Akhirnya, mulai deh, “sepanjang jalan kenangan, kita s'lalu bergandeng tangan…” begitu kata Rani. Kemana-mana gandengan tangan, kayaknya asyik tuch. Tapi, tetep aja namanya manusia yang normal, kamu pasti ngerasa kurang sama yang itu-itu aja. Malem minggu yang dingin pun akhirnya menjadi saksi kalian berdua dalam menjalin kasih. Ada yang boncengan pake motor. Mulai motor butut ampe yang bisa ngebut, ada yang jalan berduaan, duduk berduaan, pokoknya nempel kayak handphone ama cassingnya. Udah gitu, memandang bintang yang berkelip di langit. Wuiih..rasanya dunia ini milik kalian berdua. (nyang laen ngontrak kali yeee!)

Ternyata malam nggak berhenti sampe disitu. Seusai nganterin cewe kamu pulang, kamu dikasih “hadiah” cipika-cipiki alias cium pipi kanan cium pipi kiri atawa dry kissing. Ups, kalo udah kebiasaan, kepingin lebih puas, terjadilah namanya wet kissing (tau, khan? Kalo ga tau, tanya sama temen disebelah kamu). Ga berhenti disitu, kemudian terjadilah tahapan-tahapan selanjutnya, hingga sesuatu yang paling buruk, yaitu ZET.i.EN.A (baca:zina). Kalo udah gitu, abiz deh kamu. Masa depan kelam, hidup pun menjadi suram.

Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh.

Bro, Sis, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di- black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya. Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri. Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad)

Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber- metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI alias Kissing , Necking , Petting , sampe Intercoursing .Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan. Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isrâ [17]: 32)

Kalo masih ngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual. Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu!

Pren, sejatinya cinta tetap bisa tumbuh dan terpelihara walaupun tidak diekspresikan dengan aktivitas pacaran. Karena itu, cinta tetap ada meski tanpa diwujudkan dengan pacaran. Karena cinta memang beda dengan pacaran. Buktinya banyak orang jatuh cinta, dan nggak sedikit yang memendamnya. Mereka cukup merasakan cinta di dalam hatinya. Entah karena tak kuasa mengatakannya kepada orang yang dicintainya, atau memang sengaja ingin memelihara dan merawat cintanya yang seindah lembayung senja, sampai pada suatu saat di mana kuncup itu menjadi mekar dan berbunga di taman hatinya (puitis,nih yee...).

Dua alasan tadi tak perlu dipertentangkan. Karena yang terpenting adalah bahwa tanpa diekspresikan dalam aktivitas saling mencintai pun, cinta tetap akan tumbuh di hati. Kenyataan ini pula yang mengukuhkan bahwa cinta tidak selalu sama dengan aktivitas mencintai. Jelas, ini mematahkan mitos selama ini yang meyakini bahwa jika jatuh cinta harus diwujudkan dengan aktivitas mencintai bernama pacaran. Ya, namanya juga mitos, bukan fakta, Bro . Lihat aja, orang yang masih melajang sampe tua, bukan berarti mereka nggak punya rasa cinta. Hanya saja, cinta tak mesti dieskspresikan dengan aktivitas mencintai seperti pacaran. Dengan tidak menebar pundi cinta pun nggak akan membuat orang itu jatuh sakit ato mati. Hanya mungkin gelisah aja karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Namun meski demikian, bukan berarti cinta tidak boleh diekspresikan sama sekali dalam aktivitas mencintai. Ini sekadar ngasih gambaran bahwa kita jangan keburu menyimpulkan bahwa pacaran adalah jalan pintas untuk mengekspresikan cinta. Nah, kalo pun harus diekspresikan dengan aktivitas saling mencintai, tentunya hanya wajib di jalan yang benar sesuai syariat. Tul nggak? Yup, hanya melalui ikatan pernikahanlah cinta kita bisa dan halal diekspresikan dengan kekasih kita. Kalo belum siap nikah? Ya tunggu aja hingga saatnya tiba. Begitu lho. Mohon dicatat dan diingat ya.(gs)


[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Rabu, 24 Maret 2010

Saatnya Bangun, Hadapi Realita.!

Tambah tahun, tambah umur. Begitulah kata orang. Namun disadari atau tidak, ternyata pepatah tersebut tidak sepenuhnya benar. Buktinya, dengan semakin bertambahnya waktu, usia kita akan terus berkurang. Kalo nggak percaya, sekarang liat aja deh, orang-orang disekelilingmu. Temen kamu, si Joko yang dulu wajahnya imut-imut, sekarang diatas bibirnya sudah dihiasi dengan kumis. Tinggi badannya pun bertambah tinggi, suaranya semakin ngebas, dan sebagainya.

Akan tetapi , hal ini nampaknya jarang dipahami oleh kebanyakan remaja. Sebagian mereka memilih terlelap dalam mimpi masa muda. Nggak sedikit muda-mudi yang up to date dalam hal gaya hidup. Mulai penampilan yang kudu trendy, sampai pergaulan yang luas dan bebas. Seorang pemuda pastinya gengsi donk, kalo dikatain anak jadul, alias jaman dulu. Disamping itu Mabdamaze, hidup di jaman serba ai ti menjadikan segala bentuk pengetahuan dan informasi sangat mudah untuk didapatkan. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya informasi yang muncul di media sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Sebagai contoh, ada iklan di tipi yang berbunyi, “hari gini, nggak punya hape? Kemana aja lo?!” langsung berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Apalagi dalam iklan tersebut, pemerannya adalah remaja. Wuih, pastinya anak muda yang ga punya hape, langsung deh berburu telepon seluler. Lebih-lebih, harga yang ditawarkan nggak bikin kantong bolong.

Itu tadi baru sebuah kebutuhan terhadap handphone, belum lagi informasi yang menawarkan segudang manfaat yang menggiurkan. Seperti rupiah, popularitas, jadi artis dan lain-lain. Wow, masih muda tapi udah terkenal dan kaya raya. Siapa yang ga mau? Sebut saja audisi-audisi artis dadakan, kontes kecantikan dan lomba menjadi manajer buat anaknya. Program-program semacam itu, sekarang telah menjadi trend setter kehidupan remaja. Fakta berbicara, jutaan remaja bahkan didukung orang tuanya, telah berebut untuk join dalam seleksi audisi tersebut. Bagi yang lolos seleksi, maka akan masuk dalam tahap selanjutnya. Buat yang gagal, “jangan sedih, kita ketemu lagi tahun depan”, begitu kira-kira kata event organizer untuk menghibur.

So, Mabdamaze. Inilah yang menjadikan remaja semakin terpuruk. Lupa akan tujuan hidup sebenarnya. Belum lagi didukung dengan sinetron yang menampilkan kehidupan yang bebas dan matre. Sehingga, muncul pola pergaulan bebas, serba boleh, dan mengartikan kebahagiaan adalah dengan mendapatkan harta yang melimpah. Bahkan, tidak sedikit dari remaja yang menganggap peraturan itu diciptakan untuk dilanggar. Wuih, serem man! Dan inilah yang menjadi cita-cita Amerika dan negara barat lainnya, untuk mengembangkan peradabannya. Tentunya dengan ideologi kapitalisme yang mendudukkan materi sebagai tujuan hidup tertinggi, serta sekulerisme, yakni pemisahan aturan agama dari kehidupan. Ya, kalo kata Dewi Perssik, naik haji oke tapi goyang gergaji kudu lah. Orang ini buat mata pencaharian kok. Kalo bisa, goyangnya jadi goyang gergaji mesin. Apa mungkin di tanah suci, dia berdoa biar goyangannya bisa semakin seksi, ya? Hii.... naudzubillah deh! Atau menurut Ungu, Sembah sujud Pada-Mu Ya Allah, tapi punya Kekasih Gelap boleh, lah! Capek deh..! kalo menjelang bulan Romadhon, wah banyak tuh yang bikin album religi. Tapi menjelang bulan cinta Februari, gak sedikit artis yang bikin lirik seronok. Ga kebayang kalo bulan Romadhon kelak jatuh pada bulan Februari, bikin lagu doa biar dapet banyak pacar kali ya?!(gs)



[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Selasa, 23 Maret 2010

Jalan Setapak menuju Roma

Suatu kisah kejayaan Islam yang tak kan pernah terlupakan. Sebuah penantian yang sangat panjang dan didamba-dambakan. Tertulis dalam tinta emas sejarah dunia. Baik kawan maupun lawan akan senantiasa menghujamkan kisah yang tak akan lekang oleh waktu ini di dalam lapisan abu-abu di dalam tengkorak kepalanya. Ya benar, salah satu kisah penaklukan yang paling menentukan dan yang paling dicita-citakan oleh setiap generasi kaum muslimin pada masanya. Penaklukan Kota Konstantinopel! Pernah berkata Rasulullah SAW dalam tutur katanya yang tak pernah dusta 700 tahun sebelum tembok pertahanan kota tersebut terkoyak oleh semangat dan keimanan umat Islam:


”Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya adalah Konstantinopel) (HR Ahmad)

Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya (HR Ahmad)”

Tercatat bahwa Kota Konstantinopel merupakan pusat peradaban Kristen kedua setelah Roma. Pada tahun 395 M, Kerajaan Romawi terpecah menjadi dua, Romawi Barat yang berpusat di Roma dan Romawi Timur atau Byzantium yang berpusat di Konstantinopel. Bukan hanya bercerai secara politik, kedua wilayah kerajaan ini juga mewakili perseteruan sengit dua pecahan gereja Kristen, yaitu gereja Katholik Roma serta gereja Ortodoks Yunani (Byzantium) yang senantiasa terlibat konflik satu sama lain.
Konstantinopel terletak di pertemuan dua benua yang paling banyak menyumbang peradaban besar sepanjang sejarah, yaitu benua Asia dan Eropa-tentu saja tanpa menafikan sumbangan Afrika dengan Mesir kunonya. Kota ini dibelah oleh celah laut sempit, yaitu Selat Bosporus yang bersumber dari Laut Tengah (Mediterania), menjorok dalam ke daratan, dan berhimpun di Laut Hitam. Sebagian kota ini berada di belahan Eropa, sementara laut yang memisahkan kedua bagian ini tidak lebih lebar dari sebuah sungai besar.
Pada abad pertengahan, Konstantinopel merupakan kota paling strategis di dunia. Sehingga saking straregisnya ada ungkapan, “ seandainya dunia ini berbentuk satu kerajaan, maka Konstantinopel akan menjadi kota yang paling cocok untuk menjadi ibu kotanya”. Kondisi yang strategis ini membuat Konstantinopel berkali-kali menjadi sasaran bangsa/kerajaan-kerajaan lain. Bangsa-bangsa yang pernah menyerang kota ini antaralain Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, dll.
Motivasi kaum Muslimin untuk menaklukan kota ini bukan semata-mata karena nilai strategisnya bukan pula untuk menjajah bangsa lain seperti yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Romawi,Yunani dan bangsa-bangsa non muslim lainnya. Penaklukan-penaklukan yang di lakukan oleh kaum muslimin adalah untuk menebarkan Islam sebagai Rahmatan Lil`alamiin (Rahmat bagi seluruh alam). Jihad (perang) dan dakwah merupakan politik luar negri Negara khilafah untuk keadilan dan kesejahteraan umat manusia muslim maupun non muslim. Berbeda halnya dengan politik luar negri negara kapitalis saat ini, yakni untuk menjajah alias merampok kekayaan alam yang dimiliki oleh negara taklukannya.
Pada tanggal 23 Maret 1453 Sultan Muhammad II brangkat ke Konstantinopel dengan membawa 150 ribu pasukan dan 400 buah kapal. Tepat pada hari kamis 5 April 1453 pasukan Al-Fatih sampai di Konstantinopel. Pada hari jumat 6 April 1453, Sultan dan seluruh pasukannya melaksanakan shalat Jumat berjamaah, gema takbir berkumandang ketika 150 ribu pasukan melaksanakan shalat di belakang sultan mereka. Tak ayal hal ini membuat Byzantium gemetar karena khawatir dan takut. Pikiran mereka takluk sebelum tubuh mereka.
Tepat setelah shalat Jumat, Sultan memulai serangannya ke Konstantinopel, selama enam hingga tujuh pekan berikutnya perang terus berlanjut nyaris tanpa henti. Namun ternyata setelah beberapa kali digempur pertahanan Konstantinopel sangat kuat sehingga tak mudah untuk di jebol. Akhirnya Sultan Muhammad dalam sebuah pertemuan dengan para petinggi militer melontarkan ide yang kemudian menjadi sangat terkenal dalam penaklukan Konstantinopel. Ide tersebut adalah memindahkan kapal-kapal pasukannya melalui Galata ke Golden Horn. Karena titik strategis pertahanan laut musuh berada di Golden Horn. Sementara itu jalur masuk ketempat ini terhalang sepenuhnya oleh rantai berat yang merintangi kapal.
Pada malam hari tanggal 21 April 1453 M, Sultan memerintahkan untuk mengangkut kapal lewat darat. Panjang jalur yang hendak di tempuh mencapai 3 mil. Batang pohon untuk bantalan kapal dilumuri minyak, ribuan tentara serta sapi-sapi dikerahkan untuk menarik kapal-kapal ini.

Keesokan paginya orang-orang Kristen kaget melihat 70 kapal turki berada di wilayah Golden Horn sehingga membuat mereka heran sekaligus ketakutan. Kota Konstantinopel benar-benar terkepung dari berbagai arah, serangan pun dilakukan bertubi-tubi sehingga makin memperlemah pertahanan Byzantium. Akhirnya, hari bersejarah itu tiba. Selasa 29 Mei 1453 M, serangan besar-besaran dimulai. Akhirnya dengan izin Allah Konstantinopel dapat ditaklukan 8 abad setelah Basyarah Nubuwwah terucap melalui lisan Rosulullah Saw.
Sementara itu, penduduk kota berbondong-bondong pergi ke gereja Hagi Sophia untuk berlindung. Sultan kemudian memberi jaminan keamanan pada mereka untuk tetap hidup sesuai agama mereka. Hagia Sophia sendiri di tetapkan oleh Sultan sebagai masjid bagi kaum Muslimin dan Sultan melaksanakan shalat jumatnya di mesjid ini.
Para pejuang kaum Muslimin tidak menganiaya terhadap musuh yang sudah tidak berdaya lagi karena memang hal ini diperintahkan oleh Rosulullah. Sehingga membuat masyarakat dikota Konstantinopel yang tadinya benci terhadap Islam dan kaum muslimin berubah menjadi simpati maka tak sedikit orang Kristen dikota tersebut yang masuk Islam. Penulis non-muslim yang bernama Nicolle dan Angus McBride mengatakan dalam sebuah bukunya: “Mereka (kaum Muslim) mungkin keras dan disiplin dalam pertempuran, tapi juga manusiawi dan simpatik pada agama lain pada masa-masa damai.”
* * *
Nah, gimana sahabat, pasti seru sekali kisah penaklukan Konstantinopel tadi. Tetapi bukan hal tersebut yang ingin penulis maksudkan kepada sahabat. Bayangkan ketika para sahabat dahulu pernah menanyakan “Ya Rasulullah kota mana yang akan kita taklukan lebih dahulu, Konstantinopel ataukah Roma?”. Maka hal ini menunjukkan keyakinan para sahabat dengan janji Allah tentang kemenangan Islam. Para sahabat tidak pernah menanyakan “Ya Rasulullah, apakah kita akan menaklukan kota Konstantinopel ataukah Roma?”. Rasulullah di kala itupun tidak pernah menjawab dengan statemen “ Untuk apa kalian menanyakan hal itu, kondisi kita saat ini saja masih sulit” akan tetapi Rasulullah menjawab “Kota Heraklius(Konstantinopel) lah yang terlebih dahulu ditaklukan” dan menyatakan “Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, dan sehebat-hebat pemimpin adalah pemimpinnya dan sekuat-kuat pasukan adalah pasukannya”.
Melalui hadist ini telah banyak usaha untuk menaklukan Konstantinopel karena umat Islam tahu bahwa Rasul tidak pernah berbohong dan janji Allah adalah benar. Tetapi satu hal yang harus dipahami adalah Allah tidak akan menurunkan pertolongan dan memberikan kemenangan kepada suatu kaum (entah kaum muslimin maupun kaum lainnya) ketika tidak ada usaha untuk meraihnya. Bayangkan saja, penaklukan Konsatantinopel baru bisa terwujud 800 tahun setelah Rasulullah menuturkan hadits tersebut. Dan dalam kurun 800 tahun, kaum muslimin senantiasa berjuang dan berusaha dengan mengerahkan seluruh kemampuannya demi mewujudkan janji Allah tersebut. Hingga Sultan Muahammad Al Fatih berhasil membuktikan janji itu. sahabat, kalau kita melihat lagi hadist tadi ternyata masih ada satu janji lagi yang belum dibuktikan oleh kaum Muslimin. Yaitu adalah penaklukan kota Roma yang sekarang terkenal dengan Paus dan sepak bolanya.

Umat Islam terdahulu telah berhasil membuktikan janji Allah tersebut dengan ditaklukannya Konstantinopel, maka sekarang giliran kita, pemuda Islam abad 21 yang akan membuktikan janji tersebut. Tentunya hal tersebut butuh perjuangan yang hebat untuk merealisasikannya dan kita tidak boleh hanya berpangku tangan saja, apalagi hanya menunggu tanpa memberikan kontribusi apapun. Nah sobat, mulailah kita tanamkan dari sekarang kepada jiwa kita agar kita mau untuk mempelajari Islam yang benar dan menyeluruh. Dan kita mau untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain. Berjuanglah Saudaraku, tetapkan tujuan, luruskan niat hanya untuk menggapai ridho Allah semata dan perjuangkan Islam sampai kita semua dapat menyaksikan janji Allah tersebut. Karena Roma menunggu kita semua… Allahu Akbar!!! (gs)

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

TeXXXno-Logy....

Udara dingin menyeruak disuatu pagi yang cerah. Nampak dua orang siswa berjalan di koridor sekolah. Tak mengherankan jika dipagi buta seperti ini, dua sejoli itu telah nampak batang hidungnya. Dua orang sahabat ini memang siswa yang rajin. Kesempatan menempuh studi di SMA tidak mau mereka siakan, apalagi di bulan Romadhon ini, pahala kan berlipat ganda. Seorang diantaranya berpostur tinggi kurus, berkulit sawo matang dengan rambut lurus. Dan seorang lainnya memiliki postur semampai dengan bobot plus-plus, berkulit putih dan dimahkotai rambut yang ikal. Siapakah mereka? Prend pasti tau dong, yup… Aan dan Gito.
Hari itu, merupakan hari yang istimewa untuk Aan. Karena semalam ia berhasil mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan sebuah handphone baru. Handphone itu ia beli dari jerih payahnya sendiri dari bekerja sampingan di sebuah toko buku di dekat sekolahnya. Bukan tipe tercanggih memang. Namun juga tidak ketinggalan jaman. Kamera 1,3 Megapixel plus layanan bluetooth ter-include didalamnya. sangat sesuai untuk kebutuhan Aan yang notabene pecandu hi-tech.


Semalam, Aan menelepon Gito untuk berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Sebab, selepas makan sahur dan sholat subuh bawaannya pasti ngantuk. Nah, supaya tidak mengantuk, Aan dan Gito mempunyai beberapa trik. Antara lain adalah dengan mandi sebelum sholat subuh, kemudian keluar rumah sepagi mungkin. Kalo kelamaan dirumah, bawaannya pengen tidur terus. Kira-kira begitulah menurut dua sahabat itu. Akibat mereka berdua datang kepagian, walhasil ruang kelas mereka belum dibuka. Sambil menunggu pintu kelas terubuka, mereka berdua memilih untuk duduk-duduk di bangku dipinggir taman sekolah.
“Wah, An. Hape baru nih? Cie.. banyak duit lo, sekarang! Kapan belinya, An?” tanya Gito saat Aan mengeluarkan hape dari dalam sakunya.
“Ah, nggak To. Ni hape nya udah lama di toko. Cuma baru aku pegang, waktu kemarin beli dari tokonya. He..he..!” jawab Aan bercanda.
“Wow, ada kameranya. Canggih banget, An? Boleh pinjem An? Yah, aku kan ga punya barang yang begituan. Jadi mumpung sahabatku punya, pinjemin dong sekali-sekali. Aku kan pengen tau barang hitek. Masak tiap hari yang aku tau Cuma koran mlulu. Ya An, ya?!” Gito memohon.
“Iya, iya. Kamu ini kaya’ sama sapa aja, Git. Pake mohon-mohon gitu. Bentar ya, aku masih kirim sms. To, yang bener itu hai tek (hi tech.red) bukan hitek.” Jawab Aan tenang.
Setelah mengirim sebuah sms kepada redaksi majalah Islam, Aan mempersilahkan sahabatnya, Gito untuk meminjam hapenya.
“Nih,Git. Aku pinjemin hapeku.”
“Wii, makasih An! Eh, An. Gimana nih cara pakenya? Ada tulisan pres unlok to open the kei. Wah, emang aku ini kurang canggih. Gatek, gagap teknologi.”
“Gini lho, Git. Tekan tombol yang ini, terus yang ini.” Aan menjelaskan sambil menekan tombol kotak di bawah layar dan tombol paling kiri bawah.
“Wuih, keren banget An. Ada gambar kamu segala! Emang bisa dibuat poto ya?” tanya Gito keheranan.
“Iya, Git. Sekarang gadget-gadget udah canggih. Satu gadget bisa berfungsi untuk macem-macem. Seperti hapeku ini. Selain bisa untuk kamera, bisa juga buat muter musik, dengerin radio, video call, bluetooth dan lain-lain, To!” Aan menjelaskan.
“Waduh, An. Kalo ngomong begituan jangan sama aku. Mana aku tahu yang namanya kaget-kaget segala macem. Video call apalagi, An. Eh, tapi aku tertarik tuh sama bluetooth. Blue itu artinya biru, tooth artinya gigi. Wah, emang handphone kamu bisa buat bikin gigi biru ya? Wah, keren tuh. Ada ga yang redtooth ato greentooth? Tapi kalo menurut aku lebih bagus yang rainbowtooth. Jadi giginya warnanya ada tujuh macem. Gimana, bisa nggak An?” Gito bertanya dengan polos.
“He..he.. Git, Git. Bukan itu artinya bluetooth. Bluetooth itu, sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Makanya, sekali-sekali kalo baca majalah tuh, baca majalah tekno. Jangan berita gosip melulu.” Balas Aan.
“Iya deh An. Kalo ngomong masalah teknologi, apalagi yang pake gigi-gigi macem bluetooth, redtooth, dan tooth-tooth yang lain aku nggak mudeng. Tapi kalo kamu ngomong masalah yang sedang hot di negara kita ini, wah kayaknya kamu ga salah punya sahabat kaya’ aku.” Gito tak mau mengalah.
“Iya deh, To. Kalo masalah itu, kamu mah jagonya. Rumah kamu kan markasnya koran en majalah.” Aan mengiyakan.
“Eh..eh..An, hape kamu bisa buat nonton filem juga ya? Ni ada iklan hape kamu nih, disini! Tapi kok ada gambar cewek-ceweknya juga?” Gito terheran
“Iya, To. Emang bisa. Tadi kan udah aku bilangin. Kalo iklan itu emang udah bawaan dari hapenya. Ya, untuk promosi, perempuan emang sering dijadiin komoditi penjual, To.” Jawab Aan.
“Wah, wah, wah,, ini nih, yang denjer. Alias bahaya. Hati-hati lo, An. Jaman sekarang ini, barang-barang seperti hape kamu ini sering dipake untuk yang enggak-enggak.” Gito mencoba menerangkan.
“Maksud kamu, yang enggak-enggak apaan, To?” Aan keheranan
“Ya yang enggak-enggak. Terutama dengan fasilitas kamera yang bisa ngrekam, kaya’ yang kamu bilang tadi.” Gito menjelaskan.
“Sekarang itu, An. Banyak orang yang pake fasilitas kamera untuk pornogradi dan pornoaksi. Banyak foto-foto perempuan tanpa busana yang beredar dimana-mana. Iya, kalo yang telanjang itu si boncel, marmut betina peliharaanku dirumah. Nah, ini yang ga pake baju, manusia lho, An. Mending, yang telanjang itu anak bayi. Masih lucu. Lha ini abg-abg perempuan. Ya nggak lucu blas, kalo ini.” Gito memaparkan fakta.
“Wah, kamu ini emang up to date ya, kalo ngomong masalah beginian? Iya sih, emang banyak. Bahkan di internet, banyak gambar-gambar porno yang modelnya adalah anak SMP!” Aan menambahkan.
“Itu belum seberapa, An. Sekarang ini musimnya anak sekolah jadi artis dan aktor dadakan. Dan tau nggak, film yang dimainkan adalah film prono. Eh porno..! beberapa bulan yang lalu, ditemukan film porno made in Sulawesi, kemudian ada juga yang made in Jawa Timur dan Banten. Kalo made in Jakarta mah lebih banyak lagi. Rata-rata, usia pelaku pembuat video porno itu dibawah dua puluh tahun. Dan mereka itu masih duduk dibangku SMA, sama seperti kita ini. Malah ada video made in Jawa Timur dari SMK yang punya latar belakang Islam, dan parahnya pelaku perempuannya pakai kerudung. Ih... malu-maluin agama Islam aja!” Jelas Gito, sambil kesal.
“Walah, itu mah udah wajar. Lha gimana enggak? Wong dikalangan pejabat-pejabat dan pemerintah aja, ga sedikit yang terjerat kasus seperti itu. Udah gitu lengkap. Ada yang ketahuan foto selingkuhnya dan ada juga yang bikin video amatir. Kalo pemimpinnya aja ngasih contoh kaya’ gitu, lha gimana rakyatnya. Seperti kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Apalagi hape-hape canggih sekarang dilengkapi dengan fasilitas internet. Jadi semakin gampang aja, kalo mau buka situs porno. Lebih bebas.” Aan menuturkan dengan antusias.
“Hah, maksud kamu guru kencing berdiri, murid kencing berlari tuh apa? Emang ada pejabat kita yang bikin video kencing berdiri, terus ada rakyat yang bikin video kencing sambil lari-larian?” Gito mulai dengan kebiasaan ga mudengnya.
“Walah, To..! kamu masih ngantuk to? Maksud aku, kalo pejabatnya memberikan contoh seperti itu, para remaja menirunya dengan yang lebih heboh. Kalo videonya pejabat durasinya lima menit, yang pelajar bisa dua puluh tujuh hingga tiga puluh menit. Itu maksud pepatahnya..! nyambung?” Aan menerangkan dengan detail.
“O, gitu. Iya-iya nyambung.! Tapi kenapa ya An, murid yang sekolah di sekolah beralatar belakang Islam, ada yang berbuat seperti itu?” Gito kembali bertanya.
“Ya gitu, kalo Islam hanya dipakai sebagai kedok.Harusnya, kalo sekolah Islam tuh memberikan peraturan yang benar-benar Islami. Misalnya, wajib menutup aurat, dilarang pacaran, dilarang nyontek dan lain-lain. Terus kurikulum dan cara mengajar serta kehidupan di sekolah juga harus Islami. Jangan pake cara Islam kalo lagi pelajaran agama, ato waktu peringatan haru besar Islam saja, misalnya harus menutup aurat. Tetapi ketika diluar waktu itu, saat para siswa sedang bergaul dan melakukan aktifitas lain, peraturan Islam harus pula diterapkan. Kalo pake cara Islam hanya dalam even tertentu saja, itu namanya masih sekuler. Memisahkan antara agama dan kehidupan.” Aan menjelaskan dengan panjang lebar.
“Wah, kalo itu aku setuju banget. Jadi pergaulan laki-laki dan perempuan itu harusnya juga harus diatur setiap saat, ya An? Biar ga gaul error kaya’ sekarang ini. Eh, tapi An. Walaupun disekolah kita ini, standar peraturannya bukan Islam, kamu jangan sampai ikutan error lho. Walaupun kamu punya hape yang canggih gitu, jangan dipake untuk yang error-error ya?” Gito mengarahkan Aan.
“Iya, To. Insya Allah aku akan menjaga diri. Dan selain itu To, yang perlu kita lakukan adalah mengingatkan temen-temen kita dengan dakwah. Supaya mereka tidak terjerumus juga dalam kemaksiatan. Apalagi ini bulan Romadhon, kemaksiatan harus diberantas. Jangan sampai bulan Romadhon yang datang setiap tahun kita sia-siakan dengan tidak menjadi orang yang lebih shalih. Dan aku berharap, pada Romadhon tahun ini para remaja semakin sadar untuk tidak melakukan kemaksiatan dan mau berjuang untuk Islam. Makanya, To. Kamu bantuin aku dakwah” Lagi-lagi Aan mengiyakan pernyataan Gito.
“Sip, kamu ini emang top markotop An. Setuju aku sama kamu. Aku akan bantuin kamu dakwah, An. Tapi, kira-kira gimana ya, biar nggak tergoda dengan fasilitas-fasilitas canggih yang membawa kita kepada yang error-error itu?” Gito kembali berpikir.
“Ya gampang aja, To. Fasilitas inikan sekedar alat. Bisa digunakan untuk ibadah dan maksiat. Semua tergantung orangnya. Bisa aja, kan. Hapeku ini diisi dengan video-video perjuangan Islam dan lagu-lagu Islam serta bacaan Qur’an? Tapi ga menutup kemungkinan juga kalo hapeku ini diisi dengan konten-konten pornografi. Tergantung diri kita mau berperilaku menurut Islam atau enggak. Nah kalo aku, InsyaAllah nggak khawatir. Karena, dengan mengkaji Islam dan kitab Al-Qur’an serta Hadits Rasulullah, aku bisa memiliki hape ini dengan aman.” Aan menuturkan kembali.
“O, jadi dengan mengkaji Islam, terus beli Al-Quran dan Kitab Hadits Rasulullah, kamu bisa memiliki hape itu. Emang kamu beli Al-Quran dan kitab Hadits dimana? Mau dong, bisa punya hape canggih dengan cuma beli Al-Quran dan kitab hadits..!” Gito kembali bertanya dengan kepolosannya.
“Aduh Gito, bukan begitu maksudnya! Kamu ini lola banget sih?” Jawab Aan dengan sedikit kesal.
“Hmmm.... lola? Emang lola apaan?” Gito kembali bertanya.
“Ugghhh... lola itu, Loading lo, lama!” Aan kembali menimpali
“Oo, loading gue lama?! Hmm... emang loading tuh, apaan?” Lagi-lagi Gito minta penjelasan.
“Argghh... Gito?! Caapeekk..deeeh!” Jawab Aan sambil beranjak menuju kelas yang pintunya sudah terbuka. Sementara Gito, masih termenung dengan apa sebenarnya arti kata loading.(gs)


[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]