Jumat, 26 Maret 2010

Akhirnya Aku Disini,........

Sebuah perjalanan yang melelahkan, memang. Perjalanan yang membutuhkan pengorbanan. Perjalanan panjang, yang menghabiskan banyak waktu dan biaya. Tenaga dan pikiran juga merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh. Keduanya memberikan kontribusi besar bagi tercapainya tujuan di ujung jalan dan penantian ini. Seandainya dihitung dengan materi, puluhan juta rupiah takkan mampu menggantikan besarnya perjuangan yang telah dilakukan. Bagi pejuang yang serius dan fokus dengan tujuannya, maka diujung jalan ini mungkin akan terpuaskan dengan apa yang telah ia capai. Namun, bagi pejuang yang berjuang dengan niat seadanya dan asal berjalan saja, mungkin tidak terlalu memikirkan perjuangan ini. Bahkan mungkin ia akan menerima hasil yang ia raih tanpa ada harapan yang menyeruak diatasnya. Adakah jalan lain yang sebenarnya ingin ia tempuh? Ataukah perjalanan studi hanya menjadi hiasan yang terpajang dalam hidupnya? Hmm... bisa jadi!

”Teng..teng..teng..” bel sekolah pagi itu berbunyi. Siswa-siswi SMA ”Senja” berbondong-bondong menuju lapangan upacara. Para guru juga telah bersiap untuk melakaukan apel di hari itu. Tidak ada pemandangan yang aneh dan berubah di lapangan sekolah, sejak liburan dua minggu yang lalu. Hanya saja, terdapat panorama yang agak menarik perhatian. Nampak beberapa gerombol murid yang berpakaian berbeda dari seragam siswa SMA ”Senja”. Setelan berwarna putih biru menempel tubuh mereka. Selain itu ada aksesoris lain yang menghiasi pakaian ala SMP itu. Tanda identitas berukuran 30x15, pita berwarna-warni dan sebagainya menjadikan mereka semakin terlihat berbeda dari murid yang lain. Salah alamat? Atau pawai hari ulang tahun kemerdekaan? Mungkin dua jawaban itu adalah alternatif terakhir.
Beberapa waktu yang lalu ratusan murid dan orang tuanya beramai-ramai datang ke SMA ”Senja”. Rupanya mereka sedang melihat pengumuman penerimaan siswa baru tahun ajaran ini. Nampak sebagian gusar dan yang lain bergembira karena namanya terpampang sebagai siswa yang diterima di SMA favorit ini. Tapi, ada juga yang wajahnya tertunduk lesu karena namanya harus tersingkir ke SMA pilihan berikutnya. Yang artinya, harapan untuk menempuh studi di sekolah favorit tidak terwujud.
Ya, penerimaan siswa baru setiap tahunnya memberikan kenangan dan pengalaman yang beragam. Mulai dari standar nilai, hingga biaya masuk sekolah baru yang setiap tahunnya semakin melangit. Belum lagi masa orientasi siswa baru dan adaptasi dengan lingkungan baru yang menjadikan jantung berdebar tidak karuan. Misalnya, ketika seorang siswa bertemu siswi yang berparas indo seperti Cinta Laura Kiehl, atau seorang siswi yang bertemu dengan siswa yang mirip Ariel peterpan. Dan yang lebih menghebohkan, ketika harus berkenalan dengan satu per satu guru, yang slah satunya memiliki paras latino bak Enrique Iglesias. Wuh, seakan lidah ini kelu dibuatnya. Pastinya, sebuah perjalanan telah berhasil ditempuh. Namun, kini di depan terbentang panjang jalan baru yang siap tuk dilewati. Perlukah mempersiapkan bekal lebih banyak? Dan sekarang, siap tidak siap. Inilah kehidupan barumu, sebagai insan yang lebih dewasa dari sebelumnya.
Mabdamaze hidup selalu berjalan kedepan. Seperti kata pepatah, kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah harapan. Terkadang ada rasa sesal, karena hari kemarin, target belum mampu dicapai. Yakin deh, pasti sekarang diantara kamu ada yang berpikir,”kenapa dulu aku ga belajar lebih giat lagi?” ato mungkin, ”coba dulu aku ga kebanyakan main, pasti sekarang aku udah ada di skul favorit?!” he..he..he.. ketauan ni ye? Ya, menyakitkan memang, saat tidak berhasil memperoleh apa yang kita inginkan. Tapi, apa boleh buat, kedelai udah jadi kecap. Dengan kata lain, tomat udah menjadi saus atau tepung sudah jadi kue. Artinya, semuanya sudah terlanjur. Tiada guna lagi tuk meratapi masa lalu. Sehebat apapun kamu, Mabdamaze yakin deh kamu ga akan bisa balik ke masa lalu. Kecuali ikut sama Marty McFly dan Dr. Emmet L. Brown dalam film trilogy Back To The Future.
Namun demikian Mabdamaze tidak selamanya rasa sesal menyelimuti hari ini karena masa lalu yang dianggap kurang berhasil. Tidak sedikit, pelajar yang memiliki memori indah di masa lalu. Sehingga, dalam kamusnya tidak ada namanya penyesalan dan kecewa. Yang ada hanyalah optimis dan percaya diri. Dan baginya, keberhasilan di masa lalu harus tetap ada untuk menunjang keberhasilan hari ini dan esok.
But anyway Mabdamaze berhasil atau tidaknya kita di masa lalu bukanlah masalah lagi. ”Lho, kok? Kan kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik? Gimana sih Mabdamaze?” Iya sih. Artinya, masa lalu adalah sesuatu yang tak mungkin bisa diraih dan dialami kembali. Kesalahan yang ada dimasa lalu, takkan bisa lagi diperbaiki. Demikian juga keberhasilan dimasa lalu, yang sedianya hanya terkenang di alam bawah sadar, album photo, ataupun rekaman kamera tidak dapat dinikmati lagi manisnya. Pengalaman ketahuan nyontek di kelas beberapa tahun yang lalu dan akhirnya mengakibatkan nilai lima di dalam rapor tidak bisa diperbaiki kembali. Jika menyesal, mungkin yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyalahkan diri kamu sendiri, ”Coba dulu aku ga nyontek, pasti raporku bagus...!” atau saat kamu punya pengalaman jadi peraih nilai UAN tertinggi se-kota/kabupaten. Wuih..mantab bro! Jepret sana, jepret sini, masuk koran sani (sana-sini. He..he.. maksa banget!), bahagia banget pastinya. Namun ternyata, kebanggaan dan kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, habis masuk di SMP or SMU favorit, segalanya harus dijalani lagi. That’s mean, perjuangan belum usai.
Masa lalu memang tidak boleh dilupakan begitu saja. Karena, dari sanalah keadaan kita hari ini. Dia adalah pelajaran berharga untuk kita semua. Bukan berarti di bangku SMP or SD kemarin kamu tidak bisa meraih nilai maksimal, maka di sekolah baru sekarang belajarnya malas-malasan dan putus asa. Tetapi, ambillah pelajaran dari masa lalu yang suram. Perbaiki kualitas hidupmu hari ini dengan belajar lebih giat, menjadi insan yang shalih atau shalihah dan mulai menentukan langkah hidup. Bersyukur dan berdoa kepada Allah. Dan yang paling penting, jalani kehidupanmu dengan nafas syariat-Nya. Karena hanya dengan Islam, kamu bakal meraih keberhasilan. Dan buat Mabdamaze yang kemarin udah berhasil, hati-hati. ”emang kenapa, Mabdamaze?” yup, jangan sampai keblinger dengan kesuksesan kamu. Di depan kamu masih banyak batu yang menghadang dan juga aral melintang. Jika lengah dan over convidence serta sombong bin congkak, wah bisa dipastikan kamu bakal tersandung. Bahkan bisa terperosok ke dalam jebakan. Tetapi, bersyukurlah kepada zat yang memberikan kamu kesuksesan ini, Allah ’azza wa jalla. Selain itu, keistiqomahan juga perlu dijaga. Kata pepatah, mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. So, keep semangat bro!(gs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar