Minggu, 28 Maret 2010

Cigarettos mamamia enaknyos

Ruemaja -maaph terlalu semangat- Rruarr biasa, itulah ungkapan yang lazimnya dialamatkan pada mereka yang ngaku masih muda, energik, ato bisa dibilang pemuda. Emang nggak ada kata-kata lain untuk remaja kecuali sosok yang penuh spirit alias bahasa manusianya semangat. Beda khan dengan kondisi buyut dan mbah-mbah kita?mereka yang udah punya gelar “Ssp” atawa Sesepuh kalo ditawarin lari jarak dekat sudah pasti nolak menta-menta. Bahkan dengan alasan seribu keluhan, ya karena mereka termasuk kategori lanjut usia. Tentu ada alasan logis kenapa mereka menolak buat diajak lari, karena tenaga dan semangat mereka sudah sampai titik yang terbatas. Lain halnya dengan kita yang masih sueger binti bening ini, kalau ditawarin buat lari keliling lapangan terbang mungkin masih mau dan sanggup, 'cause kita lebih punya banyak tenaga plus faktor usia muda yang menentukan tekad untuk berbuat lebih.

Teenagers time…
Noo sekilas cerita remaja, siapa dia dan seberapa kuat fisik dan mental mereka yang sebeletulnya eh sebetulnya potensi tersendiri yang harus dimanfaatkan dengan baik. Remaja sendiri adalah makhluk yang unik, bukan maksud hati menyamakan remaja dengan boneka Hello Kitty lho maksudnya remaja mempunyai dunia sendiri dan perilaku yang khas dalam menyikapi kehidupan, baik kehidupan dirinya sendiri maupun kehidupan dengan dunia di luar dirinya. Seabrek cerita tentang remaja berkenaan dengan model perilakunya yang kini telah sampai pada posisi yang mengkhawatirkan. Weiths,.lha iya ternyata banyak para teenagers ini yang mengalami penyimpangan perilaku -pinjem istilah sosiologi, boleh khan^.^- Salah satu dari sekian tindakan penyimpangan adalah merokok. Degg…ada yang kesikut nih, alias tersinggung.
Emang ada yang salah dengan merokok? Bentar bro! jangan keburu nafsu dulu. (Loading …)
Dalam sebuah kajian kesehatan, merokok sepenuhnya mengandung banyak efek negatip khususnya kesehatan saluran pernafasan. Kayaknya sudah bukan rahasia umum lagi kalo ternyata remaja kita sudah menjadikan rokok sebagai sobat dekatnya. Tapi kebanyakan kebiasaan merokok ini menjangkit kaum adam, ya tho?
Padahal enyak dan babe sudah memperingatkan anak-anaknya tentang bahaya merokok bagi kesehatan mereka, bahkan dihubung-hubungkan dengan keutuhan rumah tangganya segala lho. Simak aja kisah Mi'un, remaja kampung yang diancem bapaknya kalau ketahuan merokok pensiun jadi anak. Wah jadi berabe…tapi kenyataan di lapangan sungguh mengherankan, toh jumlah perokok usia dini makin lama makin bertambah meski ada larangan keras dari banyak pihak.
Kagak bisa dipungkiri sob, di usia seimut kita (ngaku2) yang namanya teman, sohib, atau apalah sebutannya, keberadaannya amat penting bagi kita. Teman selalu membawa dampak pergaulan dan pengembangan karakter pribadi kita. Nggak percaya? 4 dari 7 orang teman kita yang merokok misalnya mampu mempengaruhi kita untuk ikut dalam kebiasaan mengisap batang rokok. Atau sebaliknya jika teman kita adalah kumpulan para maniak game, lambat laun kita juga ikut keranjingan main game lho. Masih nggak percaya?astaghfirulloh…. nyebut but but.

Banyak penelitian yang memperkuat pernyataan tersebut. Dalam sebuah penelitiannya, Shiramizu mendapatkan suatu kesimpulan bahwa seseorang dapat menjadi perokok jika ia mempunyai teman yang merokok. Survei yang pernah dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia pada anak-anak usia 10-16 tahun menunjukkan 70% di antaranya menjadi perokok karena dipengaruhi oleh teman. Bahkan ada sebuah penelitian lain yang menghasilkan kesimpulan bahwa remaja yang temannya merokok memiliki risiko delapan kali lebih besar untuk ikut merokok dibanding remaja yang memiliki teman tidak merokok.
Perlu juga disadari, kebiasaan merokok pada orang tua berpengaruh besar pada anak-anaknya yang berusia remaja. Keluarga yang terbiasa dengan perilaku merokok atau tidak melarang perbuatan tersebut, sangat berperan untuk menjadikan seorang anak menjadi perokok dibandingkan dengan keluarga yang bukan perokok. Beberapa penelitian melaporkan, anak yang kedua orang tuanya merokok kemungkinan besar akan menjadi perokok juga, terlebih jika saudara kandung yang lebih tua seorang perokok, anak-anak tersebut memiliki risiko empat kali lipat untuk menjadi perokok. Weleh weleh....(sambil geleng bareng yuk!)
Sangat mudah bagi kita untuk meniru kebiasaan merokok. Mengingat di negara ini kebiasaan merokok adalah suatu kebiasaan yang sudah sangat mengakar di berbagai golongan masyarakat, di mana pun tempatnya, kapan pun waktunya kita akan sangat mudah menjumpai orang-orang yang sedang merokok.

Kalo ga sekarang, kapan lagi?!!
Sahabat yg dirahmati Allah Swt. Anjuran untuk menjaga kesehatan diri sendiri merupakan hal wajib yang oleh agama kita telah diajarkan sejak dahulu, bahkan sebelum rokok lahir di dunia ini dengan selamat. Tentu tidak ada manusia model apapun di bumi ini yang menginginkan dirinya dalam keadaan sakit-sakitan bahkan sakit beneran. Kecuali orang yang lagi gak penuh otaknya alias sedheng.
Nah rokok sendiri sudah teruji secara medis mampu merusak organ dalam paru-paru dan jantung, bahkan di beberapa negara besar seperti Amerika Serikat dan beberapa lainnya di Eropa, penyakit kronis yang membunuh ratusan orang tiap tahunnya adalah jantung koroner. Ingat ini bukan nama makanan lho, tapi pembunuh nomor wahid yg udah mencabuti nyawa manusia. Dan penyakit ini muncul karena kebiasaan merokok. Tambahan lagi akhi-ukhti, data kesehatan juga menyebutkan kebanyakan pengidap kanker dari golongan ibu-ibu muncul karena kebiasaan merokok suaminya. Hmmm..tuh kan!!
Bukankah Rosulullah Muhammad Saw telah memperingatkan kita sebagai umat yang dicintainya bahwa sesungguhnya manusia sering lupa akan dua kenikmatan yang telah dianugerahkan Al Kholik Allah Tuhan Semesta Alam, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang. Ya sobat! sang waktu yang terus bergulir tanpa henti begitu juga usia remaja kita yang terus berjalan mendekati masa tua ternyata sering kita gunakan untuk hal-hal yang sia2 atau bahkan kita habiskan untuk kesenangan nafsu kita. Tidak terasa kita sudah mengkoleksi dosa, karena kelalaian kita terhadap kewajiban menjaga diri dari kerusakan. Ambil contohnya kebiasaan merokok.
Seperti halnya waktu, nikmat kesehatan merupakan nikmat yang sangat berharga bagi kita. Bisa dibayangin nggak?pas kita lagi sakit gigi, wadow sakitnya bukan main. Kepala yang ngga' ada hubungan saudara dengan gigi ikut pening ngrasainnya, mata terasa berat, kaki kram, dada sesak, perut nolak makan, dan bawaannya marah mlulu. Pokoknya nggak enak dech yang namanya sakit. Apalagi nanti saat usia kita menginjak kepala 5, wesets!!! jangan dibayangin kamu nginjak kepala lima orang ya, wah bisa gawat tu. Kebiasaan merokok usia muda akan membawa dampak serius bagi kesehatan kita kelak. Terserang paru-paru atau juga mungkin jantung koroner.
Udahan sobat! terangin pada dunia n temen2 kamu, kalau masih pengen hidup bahagia dengan kesehatan yang prima mulai dari sekarang hindari kebiasaan merokok. Ngga' bener kalau ada orang yang bilang rokok itu bisa ngobatin stress, kalau bisa ngobatin stress mungkin dari dulu pihak RSJ sudah memberikan pasiennya rokok gratis tiap hari . setuju kan? kudu!(gs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar