Kamis, 25 Maret 2010

hingga saatnya tiba...

Semua permasalahan, ada solusinya. Paling tidak, begitulah kata promotor-promotor iklan di televisi. Mulai dari noda di pakaian dan perabotan, hingga sakit flu berat, semua sudah ada ahlinya. Ambil saja contoh, seandainya kamu pengen dapet rangking pertama. So, yang kamu harus lakukan, tidak lain dan tidak bukan adalah belajar dengan rajin. Kalo lagi ngantuk berat, obatnya cuma satu, tidur. Dijamin manjur deh! Contoh lain adalah ketika cinta mulai bersemi didalam dada. Kalo yang ini, mungkin agak sedikit rumit dan butuh banyak tenaga untuk berpikir. Tapi tenang aja, ngak perlu panik. Ingat, semua permasalahan pasti ada solusinya.

Bro, Sis, cinta memang anugerah terindah yang kita miliki. Andai tak pernah ada cinta, yakinlah bahwa kita tak akan pernah ada pula di dunia. Pernah kebayang ga, seandainya nggak ada cowo dan cewe yang mau untuk menikah? Wow, pasti dunia ga akan jadi seindah ini. Bahkan dunia seakan bercanda ketika melihat cerita cinta dari Kahitna. Tanpa cinta pun ga akan ada film Romeo and Juliet, Eiffel Im in Love, atopun 30 hari mencari cinta. Kok jadi bahas film? Ya, karena memang antara film dan cinta terdapat hubungan yang erat. Film cinta dibuat karena ada cinta. Sedangkan, banyak cinta yang diekspresikan dengan cara-cara yang meniru cerita film cinta. Pertanyaannya, duluan mana cinta dan film cinta? (he..he..jangan dianggep serius gitu donk! Ini kan cuma bercanda..)

Sebut saja Irwan, doi mengaku kalo sebulan yang lalu baru aja ditolak ama Acha, cewe yang sudah dua tahu dia uber-uber. Alasan Acha nolak sih, klasik banget. Dia lebih suka kalo Irwan jadi sohib deketnya. “Yah, cinta kan ga harus memiliki.” Begitu katanya singkat. Kendati demikian, usut punya usut, ternyata Irwan ga memenuhi kategori cowo idaman Acha. Kontan saja Irwan jadi sakit hati. Padahal, doi belum pernah sama sekali ngerasain yang namanya pacaran.

Lain Irwan, lain juga Sammy. Nich cowo udah bolak-balik ngerasain yang namanya mutusin atopun diputusin cewe. Pacaran ama cewe yang biasa sampe yang borju pun udah dialamin. Segudang pengalaman yang manis dan pahit dalam pacaran juga dimilikinya. “Karena udah sering pacaran, buat aku nggak ada sulitnya untuk dapetin cewe dari jenis dan latar belakang manapun. Yang penting cantik, manis, putih, tinggi, pinter, kalo kaya artis, itu berarti Luna Maya.” Waduh, KONTAK JODOH banget nih, jawabannya.

Irwan , Sammy dan Acha adalah salah satu contoh dari ribuan kawula muda yang jadi kor-mod (baca: korban Mode). Lho, kok bisa? Iya donk. Pacaran itu kan udah jadi tren anak muda di millenium kedua. Kalo ga pacaran, itu mah kuno banget. “Hari gini, ga' pacaran? Cape' deeeh?!”Begitulah kiranya kata-kata yang keluar dari mulut Aming. Dengan adanya pacar, maka, ada satu orang yang bisa memanjakan pasangannya, yang begitu perhatian dan peduli kepadanya, menyediakan shoulder to cry on diwaktu sedih, dan yang paling penting, ada seseorang yang mau berkorban untuk memenuhi permintaan pasangannya.(Romantis banget nih, ye!) Bahkan, status jomblowan dan jomblowati menjadi sesuatu yang harus dihindari dan harus dihilangkan dengan mendapatkan pacar, sebagai lambang kemenangan dan kebanggan.

Pernah donk, kamu ngeliat orang yang lagi pacaran?gimana menurut kamu, asyik ga? Nah, lho jangan-jangan kamu iri, ya? Makanya cepat cari! Eh, nggak ding. Maap, kelepasan. Kalo mau diteliti, orang yang lagi pacaran, baik itu orang Surabaya ataupun orang jawa (eh, sama aja ya?) pasti bawaannya pengen berduaan terus. Hayo, iya apa iya? Ga mungkin donk, mau pacaran kalo keluarga besar si doi lagi disekitarnya. Beberapa hari nggak ditelpon udah resah, seharian nggak di-sms hati terasa gundah. Begitu bertemu, pengennya memandang wajahnya melulu. Kalo pagi hari, ada yang bangunin. Sholat subuh dilakoni jam tujuh, tapi karena yang tanya si pacar, sholat subuhnya jadi jam tiga. Nah, ketauan nih bo'ongnya! Emang ada, sholat subuh jam tiga pagi?

Kata orang, cinta itu adalah membahagiakan orang yang dicintai. Sebagai bentuk pengorbanan, kamu kudu mau nurutin permintaan pacar kamu. Saat dia minta dibeliin ini-itu, pastinya kamu malu donk, kalo ga bisa nurutin. So, mau ga mau, pas lagi jalan, kamu kudu sediain do it (baca:duit) yang cukup. Kalo cewe kamu minta makan, kamu harus beliin. Kalo minta minum, lagi-lagi kamu harus merogoh kocek. Kalo minta mobil, gimana? Wah, kalo ini sih udah kebangetan. Udah gitu, ga ada jaminan kalo pacar kamu bakalan mau nikah sama kamu. Udah dibeliin mobil, ga jadi nikah. Sebel banget, nggak sich!

Bukan rahasia lagi, kalo dijaman serba permisif dan hedonis ini (walah, makanan apalagi tuh?) seks udah menjadi bumbu penyedap dalam pacaran. Buat menguji kesetiaan, alasannya. Padahal, seks dalam pacaran, tujuannya lebih pada pelampiasan syahwat belaka. Tapi kan, bisa dibuat perjanjian di awal ga akan berbuat yang macem-macem. Jangan su'udzon gitu napa sih, plis dong ah! Ok deh, jangan sewot dulu, ya! Nih, diterusin ceritanya.

Awalnya sich, emang kamu udah buat komitmen dengan pasangan kamu kalo kalian ga akan berbuat yang aneh-aneh. Kamu pacarannya cuma jalan bareng, itupun jauh-jauhan. Tapi pasti lama-lama juga bosen, khan. Akhirnya, mulai deh, “sepanjang jalan kenangan, kita s'lalu bergandeng tangan…” begitu kata Rani. Kemana-mana gandengan tangan, kayaknya asyik tuch. Tapi, tetep aja namanya manusia yang normal, kamu pasti ngerasa kurang sama yang itu-itu aja. Malem minggu yang dingin pun akhirnya menjadi saksi kalian berdua dalam menjalin kasih. Ada yang boncengan pake motor. Mulai motor butut ampe yang bisa ngebut, ada yang jalan berduaan, duduk berduaan, pokoknya nempel kayak handphone ama cassingnya. Udah gitu, memandang bintang yang berkelip di langit. Wuiih..rasanya dunia ini milik kalian berdua. (nyang laen ngontrak kali yeee!)

Ternyata malam nggak berhenti sampe disitu. Seusai nganterin cewe kamu pulang, kamu dikasih “hadiah” cipika-cipiki alias cium pipi kanan cium pipi kiri atawa dry kissing. Ups, kalo udah kebiasaan, kepingin lebih puas, terjadilah namanya wet kissing (tau, khan? Kalo ga tau, tanya sama temen disebelah kamu). Ga berhenti disitu, kemudian terjadilah tahapan-tahapan selanjutnya, hingga sesuatu yang paling buruk, yaitu ZET.i.EN.A (baca:zina). Kalo udah gitu, abiz deh kamu. Masa depan kelam, hidup pun menjadi suram.

Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh.

Bro, Sis, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di- black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya. Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri. Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad)

Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber- metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI alias Kissing , Necking , Petting , sampe Intercoursing .Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan. Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isrâ [17]: 32)

Kalo masih ngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual. Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu!

Pren, sejatinya cinta tetap bisa tumbuh dan terpelihara walaupun tidak diekspresikan dengan aktivitas pacaran. Karena itu, cinta tetap ada meski tanpa diwujudkan dengan pacaran. Karena cinta memang beda dengan pacaran. Buktinya banyak orang jatuh cinta, dan nggak sedikit yang memendamnya. Mereka cukup merasakan cinta di dalam hatinya. Entah karena tak kuasa mengatakannya kepada orang yang dicintainya, atau memang sengaja ingin memelihara dan merawat cintanya yang seindah lembayung senja, sampai pada suatu saat di mana kuncup itu menjadi mekar dan berbunga di taman hatinya (puitis,nih yee...).

Dua alasan tadi tak perlu dipertentangkan. Karena yang terpenting adalah bahwa tanpa diekspresikan dalam aktivitas saling mencintai pun, cinta tetap akan tumbuh di hati. Kenyataan ini pula yang mengukuhkan bahwa cinta tidak selalu sama dengan aktivitas mencintai. Jelas, ini mematahkan mitos selama ini yang meyakini bahwa jika jatuh cinta harus diwujudkan dengan aktivitas mencintai bernama pacaran. Ya, namanya juga mitos, bukan fakta, Bro . Lihat aja, orang yang masih melajang sampe tua, bukan berarti mereka nggak punya rasa cinta. Hanya saja, cinta tak mesti dieskspresikan dengan aktivitas mencintai seperti pacaran. Dengan tidak menebar pundi cinta pun nggak akan membuat orang itu jatuh sakit ato mati. Hanya mungkin gelisah aja karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Namun meski demikian, bukan berarti cinta tidak boleh diekspresikan sama sekali dalam aktivitas mencintai. Ini sekadar ngasih gambaran bahwa kita jangan keburu menyimpulkan bahwa pacaran adalah jalan pintas untuk mengekspresikan cinta. Nah, kalo pun harus diekspresikan dengan aktivitas saling mencintai, tentunya hanya wajib di jalan yang benar sesuai syariat. Tul nggak? Yup, hanya melalui ikatan pernikahanlah cinta kita bisa dan halal diekspresikan dengan kekasih kita. Kalo belum siap nikah? Ya tunggu aja hingga saatnya tiba. Begitu lho. Mohon dicatat dan diingat ya.(gs)


3 komentar:

  1. wew ceritanya keren bgt sobat :)
    Berkunjung perdana nih, kalo berkenan berkunjung balik ya hehehe.

    Salam kenal

    BalasHapus
  2. Wew: balik ^_^Jazakallah bradh,..yups Langsung ke TPK

    Salam kenal juga..

    BalasHapus
  3. KERENNNNNNNNNNN!!!! Hahaha...jomblo gak ngaruh tuh buat ak.. Putus cinta juga nggak ngaruh.. Hehe... Yang penting kita masih bisa berkarya...
    Btw, kunjungan perdana nich... ^_^
    Mampir ke blogku ya... catatandika.com
    Tukeran link yuk... ^_^

    BalasHapus