Selasa, 23 Maret 2010

Jalan Setapak menuju Roma

Suatu kisah kejayaan Islam yang tak kan pernah terlupakan. Sebuah penantian yang sangat panjang dan didamba-dambakan. Tertulis dalam tinta emas sejarah dunia. Baik kawan maupun lawan akan senantiasa menghujamkan kisah yang tak akan lekang oleh waktu ini di dalam lapisan abu-abu di dalam tengkorak kepalanya. Ya benar, salah satu kisah penaklukan yang paling menentukan dan yang paling dicita-citakan oleh setiap generasi kaum muslimin pada masanya. Penaklukan Kota Konstantinopel! Pernah berkata Rasulullah SAW dalam tutur katanya yang tak pernah dusta 700 tahun sebelum tembok pertahanan kota tersebut terkoyak oleh semangat dan keimanan umat Islam:


”Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya adalah Konstantinopel) (HR Ahmad)

Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya (HR Ahmad)”

Tercatat bahwa Kota Konstantinopel merupakan pusat peradaban Kristen kedua setelah Roma. Pada tahun 395 M, Kerajaan Romawi terpecah menjadi dua, Romawi Barat yang berpusat di Roma dan Romawi Timur atau Byzantium yang berpusat di Konstantinopel. Bukan hanya bercerai secara politik, kedua wilayah kerajaan ini juga mewakili perseteruan sengit dua pecahan gereja Kristen, yaitu gereja Katholik Roma serta gereja Ortodoks Yunani (Byzantium) yang senantiasa terlibat konflik satu sama lain.
Konstantinopel terletak di pertemuan dua benua yang paling banyak menyumbang peradaban besar sepanjang sejarah, yaitu benua Asia dan Eropa-tentu saja tanpa menafikan sumbangan Afrika dengan Mesir kunonya. Kota ini dibelah oleh celah laut sempit, yaitu Selat Bosporus yang bersumber dari Laut Tengah (Mediterania), menjorok dalam ke daratan, dan berhimpun di Laut Hitam. Sebagian kota ini berada di belahan Eropa, sementara laut yang memisahkan kedua bagian ini tidak lebih lebar dari sebuah sungai besar.
Pada abad pertengahan, Konstantinopel merupakan kota paling strategis di dunia. Sehingga saking straregisnya ada ungkapan, “ seandainya dunia ini berbentuk satu kerajaan, maka Konstantinopel akan menjadi kota yang paling cocok untuk menjadi ibu kotanya”. Kondisi yang strategis ini membuat Konstantinopel berkali-kali menjadi sasaran bangsa/kerajaan-kerajaan lain. Bangsa-bangsa yang pernah menyerang kota ini antaralain Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, dll.
Motivasi kaum Muslimin untuk menaklukan kota ini bukan semata-mata karena nilai strategisnya bukan pula untuk menjajah bangsa lain seperti yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Romawi,Yunani dan bangsa-bangsa non muslim lainnya. Penaklukan-penaklukan yang di lakukan oleh kaum muslimin adalah untuk menebarkan Islam sebagai Rahmatan Lil`alamiin (Rahmat bagi seluruh alam). Jihad (perang) dan dakwah merupakan politik luar negri Negara khilafah untuk keadilan dan kesejahteraan umat manusia muslim maupun non muslim. Berbeda halnya dengan politik luar negri negara kapitalis saat ini, yakni untuk menjajah alias merampok kekayaan alam yang dimiliki oleh negara taklukannya.
Pada tanggal 23 Maret 1453 Sultan Muhammad II brangkat ke Konstantinopel dengan membawa 150 ribu pasukan dan 400 buah kapal. Tepat pada hari kamis 5 April 1453 pasukan Al-Fatih sampai di Konstantinopel. Pada hari jumat 6 April 1453, Sultan dan seluruh pasukannya melaksanakan shalat Jumat berjamaah, gema takbir berkumandang ketika 150 ribu pasukan melaksanakan shalat di belakang sultan mereka. Tak ayal hal ini membuat Byzantium gemetar karena khawatir dan takut. Pikiran mereka takluk sebelum tubuh mereka.
Tepat setelah shalat Jumat, Sultan memulai serangannya ke Konstantinopel, selama enam hingga tujuh pekan berikutnya perang terus berlanjut nyaris tanpa henti. Namun ternyata setelah beberapa kali digempur pertahanan Konstantinopel sangat kuat sehingga tak mudah untuk di jebol. Akhirnya Sultan Muhammad dalam sebuah pertemuan dengan para petinggi militer melontarkan ide yang kemudian menjadi sangat terkenal dalam penaklukan Konstantinopel. Ide tersebut adalah memindahkan kapal-kapal pasukannya melalui Galata ke Golden Horn. Karena titik strategis pertahanan laut musuh berada di Golden Horn. Sementara itu jalur masuk ketempat ini terhalang sepenuhnya oleh rantai berat yang merintangi kapal.
Pada malam hari tanggal 21 April 1453 M, Sultan memerintahkan untuk mengangkut kapal lewat darat. Panjang jalur yang hendak di tempuh mencapai 3 mil. Batang pohon untuk bantalan kapal dilumuri minyak, ribuan tentara serta sapi-sapi dikerahkan untuk menarik kapal-kapal ini.

Keesokan paginya orang-orang Kristen kaget melihat 70 kapal turki berada di wilayah Golden Horn sehingga membuat mereka heran sekaligus ketakutan. Kota Konstantinopel benar-benar terkepung dari berbagai arah, serangan pun dilakukan bertubi-tubi sehingga makin memperlemah pertahanan Byzantium. Akhirnya, hari bersejarah itu tiba. Selasa 29 Mei 1453 M, serangan besar-besaran dimulai. Akhirnya dengan izin Allah Konstantinopel dapat ditaklukan 8 abad setelah Basyarah Nubuwwah terucap melalui lisan Rosulullah Saw.
Sementara itu, penduduk kota berbondong-bondong pergi ke gereja Hagi Sophia untuk berlindung. Sultan kemudian memberi jaminan keamanan pada mereka untuk tetap hidup sesuai agama mereka. Hagia Sophia sendiri di tetapkan oleh Sultan sebagai masjid bagi kaum Muslimin dan Sultan melaksanakan shalat jumatnya di mesjid ini.
Para pejuang kaum Muslimin tidak menganiaya terhadap musuh yang sudah tidak berdaya lagi karena memang hal ini diperintahkan oleh Rosulullah. Sehingga membuat masyarakat dikota Konstantinopel yang tadinya benci terhadap Islam dan kaum muslimin berubah menjadi simpati maka tak sedikit orang Kristen dikota tersebut yang masuk Islam. Penulis non-muslim yang bernama Nicolle dan Angus McBride mengatakan dalam sebuah bukunya: “Mereka (kaum Muslim) mungkin keras dan disiplin dalam pertempuran, tapi juga manusiawi dan simpatik pada agama lain pada masa-masa damai.”
* * *
Nah, gimana sahabat, pasti seru sekali kisah penaklukan Konstantinopel tadi. Tetapi bukan hal tersebut yang ingin penulis maksudkan kepada sahabat. Bayangkan ketika para sahabat dahulu pernah menanyakan “Ya Rasulullah kota mana yang akan kita taklukan lebih dahulu, Konstantinopel ataukah Roma?”. Maka hal ini menunjukkan keyakinan para sahabat dengan janji Allah tentang kemenangan Islam. Para sahabat tidak pernah menanyakan “Ya Rasulullah, apakah kita akan menaklukan kota Konstantinopel ataukah Roma?”. Rasulullah di kala itupun tidak pernah menjawab dengan statemen “ Untuk apa kalian menanyakan hal itu, kondisi kita saat ini saja masih sulit” akan tetapi Rasulullah menjawab “Kota Heraklius(Konstantinopel) lah yang terlebih dahulu ditaklukan” dan menyatakan “Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, dan sehebat-hebat pemimpin adalah pemimpinnya dan sekuat-kuat pasukan adalah pasukannya”.
Melalui hadist ini telah banyak usaha untuk menaklukan Konstantinopel karena umat Islam tahu bahwa Rasul tidak pernah berbohong dan janji Allah adalah benar. Tetapi satu hal yang harus dipahami adalah Allah tidak akan menurunkan pertolongan dan memberikan kemenangan kepada suatu kaum (entah kaum muslimin maupun kaum lainnya) ketika tidak ada usaha untuk meraihnya. Bayangkan saja, penaklukan Konsatantinopel baru bisa terwujud 800 tahun setelah Rasulullah menuturkan hadits tersebut. Dan dalam kurun 800 tahun, kaum muslimin senantiasa berjuang dan berusaha dengan mengerahkan seluruh kemampuannya demi mewujudkan janji Allah tersebut. Hingga Sultan Muahammad Al Fatih berhasil membuktikan janji itu. sahabat, kalau kita melihat lagi hadist tadi ternyata masih ada satu janji lagi yang belum dibuktikan oleh kaum Muslimin. Yaitu adalah penaklukan kota Roma yang sekarang terkenal dengan Paus dan sepak bolanya.

Umat Islam terdahulu telah berhasil membuktikan janji Allah tersebut dengan ditaklukannya Konstantinopel, maka sekarang giliran kita, pemuda Islam abad 21 yang akan membuktikan janji tersebut. Tentunya hal tersebut butuh perjuangan yang hebat untuk merealisasikannya dan kita tidak boleh hanya berpangku tangan saja, apalagi hanya menunggu tanpa memberikan kontribusi apapun. Nah sobat, mulailah kita tanamkan dari sekarang kepada jiwa kita agar kita mau untuk mempelajari Islam yang benar dan menyeluruh. Dan kita mau untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain. Berjuanglah Saudaraku, tetapkan tujuan, luruskan niat hanya untuk menggapai ridho Allah semata dan perjuangkan Islam sampai kita semua dapat menyaksikan janji Allah tersebut. Karena Roma menunggu kita semua… Allahu Akbar!!! (gs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar