Selasa, 23 Maret 2010

TeXXXno-Logy....

Udara dingin menyeruak disuatu pagi yang cerah. Nampak dua orang siswa berjalan di koridor sekolah. Tak mengherankan jika dipagi buta seperti ini, dua sejoli itu telah nampak batang hidungnya. Dua orang sahabat ini memang siswa yang rajin. Kesempatan menempuh studi di SMA tidak mau mereka siakan, apalagi di bulan Romadhon ini, pahala kan berlipat ganda. Seorang diantaranya berpostur tinggi kurus, berkulit sawo matang dengan rambut lurus. Dan seorang lainnya memiliki postur semampai dengan bobot plus-plus, berkulit putih dan dimahkotai rambut yang ikal. Siapakah mereka? Prend pasti tau dong, yup… Aan dan Gito.
Hari itu, merupakan hari yang istimewa untuk Aan. Karena semalam ia berhasil mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan sebuah handphone baru. Handphone itu ia beli dari jerih payahnya sendiri dari bekerja sampingan di sebuah toko buku di dekat sekolahnya. Bukan tipe tercanggih memang. Namun juga tidak ketinggalan jaman. Kamera 1,3 Megapixel plus layanan bluetooth ter-include didalamnya. sangat sesuai untuk kebutuhan Aan yang notabene pecandu hi-tech.


Semalam, Aan menelepon Gito untuk berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Sebab, selepas makan sahur dan sholat subuh bawaannya pasti ngantuk. Nah, supaya tidak mengantuk, Aan dan Gito mempunyai beberapa trik. Antara lain adalah dengan mandi sebelum sholat subuh, kemudian keluar rumah sepagi mungkin. Kalo kelamaan dirumah, bawaannya pengen tidur terus. Kira-kira begitulah menurut dua sahabat itu. Akibat mereka berdua datang kepagian, walhasil ruang kelas mereka belum dibuka. Sambil menunggu pintu kelas terubuka, mereka berdua memilih untuk duduk-duduk di bangku dipinggir taman sekolah.
“Wah, An. Hape baru nih? Cie.. banyak duit lo, sekarang! Kapan belinya, An?” tanya Gito saat Aan mengeluarkan hape dari dalam sakunya.
“Ah, nggak To. Ni hape nya udah lama di toko. Cuma baru aku pegang, waktu kemarin beli dari tokonya. He..he..!” jawab Aan bercanda.
“Wow, ada kameranya. Canggih banget, An? Boleh pinjem An? Yah, aku kan ga punya barang yang begituan. Jadi mumpung sahabatku punya, pinjemin dong sekali-sekali. Aku kan pengen tau barang hitek. Masak tiap hari yang aku tau Cuma koran mlulu. Ya An, ya?!” Gito memohon.
“Iya, iya. Kamu ini kaya’ sama sapa aja, Git. Pake mohon-mohon gitu. Bentar ya, aku masih kirim sms. To, yang bener itu hai tek (hi tech.red) bukan hitek.” Jawab Aan tenang.
Setelah mengirim sebuah sms kepada redaksi majalah Islam, Aan mempersilahkan sahabatnya, Gito untuk meminjam hapenya.
“Nih,Git. Aku pinjemin hapeku.”
“Wii, makasih An! Eh, An. Gimana nih cara pakenya? Ada tulisan pres unlok to open the kei. Wah, emang aku ini kurang canggih. Gatek, gagap teknologi.”
“Gini lho, Git. Tekan tombol yang ini, terus yang ini.” Aan menjelaskan sambil menekan tombol kotak di bawah layar dan tombol paling kiri bawah.
“Wuih, keren banget An. Ada gambar kamu segala! Emang bisa dibuat poto ya?” tanya Gito keheranan.
“Iya, Git. Sekarang gadget-gadget udah canggih. Satu gadget bisa berfungsi untuk macem-macem. Seperti hapeku ini. Selain bisa untuk kamera, bisa juga buat muter musik, dengerin radio, video call, bluetooth dan lain-lain, To!” Aan menjelaskan.
“Waduh, An. Kalo ngomong begituan jangan sama aku. Mana aku tahu yang namanya kaget-kaget segala macem. Video call apalagi, An. Eh, tapi aku tertarik tuh sama bluetooth. Blue itu artinya biru, tooth artinya gigi. Wah, emang handphone kamu bisa buat bikin gigi biru ya? Wah, keren tuh. Ada ga yang redtooth ato greentooth? Tapi kalo menurut aku lebih bagus yang rainbowtooth. Jadi giginya warnanya ada tujuh macem. Gimana, bisa nggak An?” Gito bertanya dengan polos.
“He..he.. Git, Git. Bukan itu artinya bluetooth. Bluetooth itu, sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Makanya, sekali-sekali kalo baca majalah tuh, baca majalah tekno. Jangan berita gosip melulu.” Balas Aan.
“Iya deh An. Kalo ngomong masalah teknologi, apalagi yang pake gigi-gigi macem bluetooth, redtooth, dan tooth-tooth yang lain aku nggak mudeng. Tapi kalo kamu ngomong masalah yang sedang hot di negara kita ini, wah kayaknya kamu ga salah punya sahabat kaya’ aku.” Gito tak mau mengalah.
“Iya deh, To. Kalo masalah itu, kamu mah jagonya. Rumah kamu kan markasnya koran en majalah.” Aan mengiyakan.
“Eh..eh..An, hape kamu bisa buat nonton filem juga ya? Ni ada iklan hape kamu nih, disini! Tapi kok ada gambar cewek-ceweknya juga?” Gito terheran
“Iya, To. Emang bisa. Tadi kan udah aku bilangin. Kalo iklan itu emang udah bawaan dari hapenya. Ya, untuk promosi, perempuan emang sering dijadiin komoditi penjual, To.” Jawab Aan.
“Wah, wah, wah,, ini nih, yang denjer. Alias bahaya. Hati-hati lo, An. Jaman sekarang ini, barang-barang seperti hape kamu ini sering dipake untuk yang enggak-enggak.” Gito mencoba menerangkan.
“Maksud kamu, yang enggak-enggak apaan, To?” Aan keheranan
“Ya yang enggak-enggak. Terutama dengan fasilitas kamera yang bisa ngrekam, kaya’ yang kamu bilang tadi.” Gito menjelaskan.
“Sekarang itu, An. Banyak orang yang pake fasilitas kamera untuk pornogradi dan pornoaksi. Banyak foto-foto perempuan tanpa busana yang beredar dimana-mana. Iya, kalo yang telanjang itu si boncel, marmut betina peliharaanku dirumah. Nah, ini yang ga pake baju, manusia lho, An. Mending, yang telanjang itu anak bayi. Masih lucu. Lha ini abg-abg perempuan. Ya nggak lucu blas, kalo ini.” Gito memaparkan fakta.
“Wah, kamu ini emang up to date ya, kalo ngomong masalah beginian? Iya sih, emang banyak. Bahkan di internet, banyak gambar-gambar porno yang modelnya adalah anak SMP!” Aan menambahkan.
“Itu belum seberapa, An. Sekarang ini musimnya anak sekolah jadi artis dan aktor dadakan. Dan tau nggak, film yang dimainkan adalah film prono. Eh porno..! beberapa bulan yang lalu, ditemukan film porno made in Sulawesi, kemudian ada juga yang made in Jawa Timur dan Banten. Kalo made in Jakarta mah lebih banyak lagi. Rata-rata, usia pelaku pembuat video porno itu dibawah dua puluh tahun. Dan mereka itu masih duduk dibangku SMA, sama seperti kita ini. Malah ada video made in Jawa Timur dari SMK yang punya latar belakang Islam, dan parahnya pelaku perempuannya pakai kerudung. Ih... malu-maluin agama Islam aja!” Jelas Gito, sambil kesal.
“Walah, itu mah udah wajar. Lha gimana enggak? Wong dikalangan pejabat-pejabat dan pemerintah aja, ga sedikit yang terjerat kasus seperti itu. Udah gitu lengkap. Ada yang ketahuan foto selingkuhnya dan ada juga yang bikin video amatir. Kalo pemimpinnya aja ngasih contoh kaya’ gitu, lha gimana rakyatnya. Seperti kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Apalagi hape-hape canggih sekarang dilengkapi dengan fasilitas internet. Jadi semakin gampang aja, kalo mau buka situs porno. Lebih bebas.” Aan menuturkan dengan antusias.
“Hah, maksud kamu guru kencing berdiri, murid kencing berlari tuh apa? Emang ada pejabat kita yang bikin video kencing berdiri, terus ada rakyat yang bikin video kencing sambil lari-larian?” Gito mulai dengan kebiasaan ga mudengnya.
“Walah, To..! kamu masih ngantuk to? Maksud aku, kalo pejabatnya memberikan contoh seperti itu, para remaja menirunya dengan yang lebih heboh. Kalo videonya pejabat durasinya lima menit, yang pelajar bisa dua puluh tujuh hingga tiga puluh menit. Itu maksud pepatahnya..! nyambung?” Aan menerangkan dengan detail.
“O, gitu. Iya-iya nyambung.! Tapi kenapa ya An, murid yang sekolah di sekolah beralatar belakang Islam, ada yang berbuat seperti itu?” Gito kembali bertanya.
“Ya gitu, kalo Islam hanya dipakai sebagai kedok.Harusnya, kalo sekolah Islam tuh memberikan peraturan yang benar-benar Islami. Misalnya, wajib menutup aurat, dilarang pacaran, dilarang nyontek dan lain-lain. Terus kurikulum dan cara mengajar serta kehidupan di sekolah juga harus Islami. Jangan pake cara Islam kalo lagi pelajaran agama, ato waktu peringatan haru besar Islam saja, misalnya harus menutup aurat. Tetapi ketika diluar waktu itu, saat para siswa sedang bergaul dan melakukan aktifitas lain, peraturan Islam harus pula diterapkan. Kalo pake cara Islam hanya dalam even tertentu saja, itu namanya masih sekuler. Memisahkan antara agama dan kehidupan.” Aan menjelaskan dengan panjang lebar.
“Wah, kalo itu aku setuju banget. Jadi pergaulan laki-laki dan perempuan itu harusnya juga harus diatur setiap saat, ya An? Biar ga gaul error kaya’ sekarang ini. Eh, tapi An. Walaupun disekolah kita ini, standar peraturannya bukan Islam, kamu jangan sampai ikutan error lho. Walaupun kamu punya hape yang canggih gitu, jangan dipake untuk yang error-error ya?” Gito mengarahkan Aan.
“Iya, To. Insya Allah aku akan menjaga diri. Dan selain itu To, yang perlu kita lakukan adalah mengingatkan temen-temen kita dengan dakwah. Supaya mereka tidak terjerumus juga dalam kemaksiatan. Apalagi ini bulan Romadhon, kemaksiatan harus diberantas. Jangan sampai bulan Romadhon yang datang setiap tahun kita sia-siakan dengan tidak menjadi orang yang lebih shalih. Dan aku berharap, pada Romadhon tahun ini para remaja semakin sadar untuk tidak melakukan kemaksiatan dan mau berjuang untuk Islam. Makanya, To. Kamu bantuin aku dakwah” Lagi-lagi Aan mengiyakan pernyataan Gito.
“Sip, kamu ini emang top markotop An. Setuju aku sama kamu. Aku akan bantuin kamu dakwah, An. Tapi, kira-kira gimana ya, biar nggak tergoda dengan fasilitas-fasilitas canggih yang membawa kita kepada yang error-error itu?” Gito kembali berpikir.
“Ya gampang aja, To. Fasilitas inikan sekedar alat. Bisa digunakan untuk ibadah dan maksiat. Semua tergantung orangnya. Bisa aja, kan. Hapeku ini diisi dengan video-video perjuangan Islam dan lagu-lagu Islam serta bacaan Qur’an? Tapi ga menutup kemungkinan juga kalo hapeku ini diisi dengan konten-konten pornografi. Tergantung diri kita mau berperilaku menurut Islam atau enggak. Nah kalo aku, InsyaAllah nggak khawatir. Karena, dengan mengkaji Islam dan kitab Al-Qur’an serta Hadits Rasulullah, aku bisa memiliki hape ini dengan aman.” Aan menuturkan kembali.
“O, jadi dengan mengkaji Islam, terus beli Al-Quran dan Kitab Hadits Rasulullah, kamu bisa memiliki hape itu. Emang kamu beli Al-Quran dan kitab Hadits dimana? Mau dong, bisa punya hape canggih dengan cuma beli Al-Quran dan kitab hadits..!” Gito kembali bertanya dengan kepolosannya.
“Aduh Gito, bukan begitu maksudnya! Kamu ini lola banget sih?” Jawab Aan dengan sedikit kesal.
“Hmmm.... lola? Emang lola apaan?” Gito kembali bertanya.
“Ugghhh... lola itu, Loading lo, lama!” Aan kembali menimpali
“Oo, loading gue lama?! Hmm... emang loading tuh, apaan?” Lagi-lagi Gito minta penjelasan.
“Argghh... Gito?! Caapeekk..deeeh!” Jawab Aan sambil beranjak menuju kelas yang pintunya sudah terbuka. Sementara Gito, masih termenung dengan apa sebenarnya arti kata loading.(gs)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar