Selasa, 13 April 2010

Andai Detik Dapat Berulang

Andai kita dapat berpergian menjelajah waktu, pastilah banyak diantara kita yang kembali ke masa kanak-kanak kita. So pastilah. Apa sih yang kurang ketika kita masih kecil ? Ketika kita masih imut-imut semua orang begitu sayang dengan kita. Papa, mama, om, tante, semua begitu gemas lihat penampilan kita. Belum lagi ketika kita lagi nangis di malam hari waktu bayi, semua orang di rumah ikut ribut. Kita mau mainan, pasti ada yang mbeliin.
Tapi bukan itu aja yang buat masa kecil itu begitu indah. Mulai dari main dengan teman-teman sebaya, sampai jalan-jalan dengan kedua oranguta. Pokoknya masa kecil itu bebas, lepas, tanpa beban, dan yang pasti bahagia banget.


Beda banget dengan kondisi kita sekarang. Setiap hari harus sekolah mulai pagi sampai sore. Belum lagi tugas-tugas yang makin hari makin banyak. Berbuat apapun gak bebas. Mau melakukan apapun mesti ngikut aturan negara, aturan sekolah, aturan keluarga, sampe aturan agama. Hidup kayak ribet banget.
Eitss, tunggu dulu. Sebelum kita menambah daftar panjang keluhan hidup kita ada baiknya kita ikuti tulisan-tulisan menakjubkan di bawah ini.
Hmmm..Kita mulai perjalanan ini dengan merenungi tentang masa kecil kita. Kita tentu sudah lupa masa-masa bayi kita. Tapi coba kita amati bayi-bayi disekeliling kita. Seorang bayi merasa sangat senang ketika diberi susu dikala haus, merasa senang ketika diganti popoknya ketika buang air. Sang bayi mungkin bisa tersenyum puas setelah tangis panjangnya, tapi coba kita lihat gimana perjuangan ayah dan bundanya. Sang ayah dengan terpaksa mengorbankan waktu tidurnya demi mengganti popok sang bayi di malam hari. Begitupula sang bunda yang rela mengorbankan segala kepentingannya untuk memberi susu dikala sang bayi haus dan menangis.
Kemudian masih ingat nggak kita dengan masa taman kanak-kanak kita ? Ketika kita meronta-ronta meminta sebuah mainan hingga akhirnya kita dibelikan oleh kedua orangtua kita. Atau ketika kita bercerita kepada kedua orangtua kita mengenai barang yang kita inginkan, kemudian beberapa hari kemudian kedua orangtua kita dengan senyum yang mengembang membawa barang yang kita idamkan. Rasa gembira seketika itu juga datang menghampiri kita. Akan tetapi ketika itu kita gak peduli dengan kondisi orangtua kita. Padahal ketika kedua orangtua kita membelikan barang yang kita inginkan itu harus mengorbankan barang yang ingin dibelinya.
Trus nih, masih ingetkan saat-saat membahagiakan ketika kita bermain bersama teman-teman dekat kita di sekitar rumah. Tentu ingat banget. Bahkan masih terbayang di benak kita wajah-wajah imut teman-teman sebaya kita. Tapi sadar atau pun nggak, banyak wajah-wajah cemberut yang mengelilingi kegembiraan kita waktu itu. Tanpa kita sadari ada nenek tetangga yang terganggu tidur siangnya akibat suara tawa kita yang membahana. Ditambah lagi kedua orangtua kita yang harus membersihkan bekas coretan-coretan kita di dinding.
So udah jelas kan. Dulu kita memang hidup dengan damai dan penuh kesenangan, tapi tanpa disadari banyak orang yang menderita demi senyum bahagia kita. Apa kita masih mau bahagia seperti masa kecil kita dulu ?
Tentu Sahabat semua pasti gak mau bahagia seperti itu. Bahasa kerennya bahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi gak semua orang sebaik Sahabat yang lagi baca tulisan ini.
Kalau mau bukti liat aja kehidupan masa remaja saat ini. Gak sedikit yang datang ke sekolah dengan sepeda motor yang dimodif. Mulai dari knalpot yang bunyinya dapat dikenali dari jarak satu kilo sampai bentuk sepeda yang dibuat agar mata setiap orang tertuju pada sepeda tersebut.
Modif motor memang pekerjaan dengan biaya besar. Tapi gak jarang yang rela mengeluarkan biaya besar buat sang motor tercinta. Katanya sih untuk kepuasan pribadi atau bahkan agar bisa dikatakan keren.
Sikap seperti ini gak jauh beda dengan sika-sikap anak taman kanak-kanak. Ketika anak TK bahagia dengan mainan baru, mereka bisa bahagia dengan sepeda yang warna-warni. Dan parahnya lagi kalau anak TK itu masih belum tau betapa besar perjuangan orangtuanya untuk membelikan mainan, lha mereka itu juga ikut-ikutan gak sadar. Mereka sama sekali tidak peduli dengan perjuangan orangtua untuk mencari uang. Dan seperti mencontek tindakan anak TK yang suka pamer mainan ke temennya, merek juga suka pamer motor ke teman-temannya. Nah ini yang bahaya. Padahal gak semua orang di sekolah itu secara keuangan dikatakan mampu.
Sama juga dengan teman kita yang suka gonta-ganti hp biar gaya, menyemir rambut biar dikatakan keren, dan lain sebagainya. Padahal kalau kita lihat di Indonesia aja, para remajanya banyak yang belum beruntung. Banyak para ramaja seusia kita yang harus putus sekolah gara-gara tidak punya biaya. Belum lagi remaja-remaja yang terpaksa harus berbuat kriminil agar bisa mengikuti gaya hidup teman-temanya. MasyaAllah.
Itu masih di Indonesia aja. Coba kita tengok sedikit keluar jendela. Di luar sana banyak saudara-saudara kita sesama muslim yang masih menderita. Di Palestina para remajanya bahkan tidak pernah terpikir untuk sekolah. Di sana mereka tidak bisa berjoget ria dengan iringan lagu band favorit mereka. Musik paling indah disana adalah teriakan takbir diiringi suara desiran peluru dan ledakan bom. Suasana tak jauh berbeda juga dialami teman-taman kita di Afghanistan, Pakistan, dan beberapa negara lainnya.
Kita yang hidup di negara Indonesia yang damai dan sekarang masih dicukupkan rezekinya mungkin masih bisa tersenyum saat ini. Tapi apakah enak bila kita tersenyum bahagia disaat ada teman kita yang menangis sedih di perempatan jalan.
Tentu tidak. Coz gak ada yang namanya bahagia kalau gak bisa dibagi. Bayangin aja kalau kita habis juara, tapi seluruh teman dan keluarga kita malah nangis semua. Pasti kita jadi salting atau bahkan ikut-ikutan nangis tanpa sebab. Maka gak enak kalau kita bahagia dan tertawa sendiri. Bisa dikira gila lho.
Lha terus gimana caranya biar kita bisa berbagi tawa dengan saudara-saudara kita yang masih menderita ? Tentu saja hal itu gak akan bisa didapat hanya dengan duduk-duduk sambil membayangkan indahnya masa depan. Apalagi hanya berharap ada mesin waktu yang dapat membawa kita ke masa depan.
Pastinya ketika kita ingin berbagi kebahagiaan kita pasti harus ada yang dikorbankan. Ibu dan Bapak kita dengan senang hati mengorbankan segala keinginannya, segala hartanya demi melihat senyum manis sang buah hati. Semuanya dikorbankan hanya untuk bisa tertawa bersama sang anak tercinta. Sama juga dengan kita sekarang. Ketika kita ingin berbagi tawa dengan saudara-saudara kita yang lain, maka harus ada yang dikorbankan.
Semua hal bisa kita korbankan dalam hidup. Mulai dari harta, tenaga, pikiran semua dapat menjadi korban untuk membayar tawa saudara kita. Nah selain harta atau tenaga, kita juga dapat mengorbankan keinginan kita. Caranya adalah dengan mengerem segala aktivitas dengan mengikuti aturan yang ada terutama aturan Islam.
Kalau dilihat dari jauh, aturan islam tu memang kelihatan berat, susah, dan membuat orang gak bebas. Tapi kalau dilihat dari deket ya gak gitu-gitu amat. Aturan islam memang membuat orang gak bebas, tapi itu ada maknanya. Coba kalau kita hidup tanpa aturan yang mengikat. Pastinya kehidupan akan kacau balau. Contoh paling mudah ya kehidupan kita saat ini. Setiap orang berusaha mendapat kebahagiaan tanpa peduli orang lain bahagia ato malah menderita. Maka dari itu Islam hadir untuk mengontrol kehidupan kita. Jadi semua aturan islam itu ada agar kita bisa bahagia tanpa membuat orang lain menderita.
Jadi hanya dengan menjalani aturan Islam dengan utuh kita bisa berbagi tawa dengan saudara-saudara kita yang lain. Dan pastinya menjalani aturan islam itu butuh pengorbanan yang gak sedikit. Perlu niat kuat dan kesabaran yang tinggi. Mulai sekarang hilangkan segala keegoisan kita, mulai bagikan tawa dan bahagia pada saudara-saudara kita yang berada di sekeliling kita.
Ingat. Dalam hidup ini kita bisa mendapatkan masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dan kita hanya bisa mendapat satu diantara ketiganya. Kita bisa memilih berkorban demi mendapatkan ilusi masa lalu, berkorban untuk kepentingan diri kita saat ini, atau berkorban untuk mencapai masa depan. Maka mana yang ingin kita raih ? [gs]




[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Minggu, 11 April 2010

Pergi, dan Jangan Kembali

Hmm.. jadi inget lagunya Cokelat nih, ”pergi, cepat pergi! Jangan, jangan kembali. Tinggalkan ku sendiri, memang lebih baik begini!” eits, sudah Sobat jangan nyanyi terus! Ga sadar ya, kalo suaranya fals en ga bisa jaga pitch control? Iya deh, sory. Emang suara kamu koq yang paling bagus, suaranya Sobat memang jelek. Puas! Udah, cukup berantemnya. Kita kembali ke jalan yang benar. Ngomong-ngomong tentang judul diatas, muncul sebuah pertanyaan. Emangnya siapa sih, yang disuruh pergi? Ah, paling-paling pacar. Kalo ga gitu TTM ato jalinan HTS alias Hubungan Tanpa Status. Iya, kan? Lagi-lagi bahas soal pacaran dan pergaulan. Basi, tau nggak Sobat! He..he.. sabar dulu donk, pren. Tapi betewe, O'o Sobatyah ketahuan. Koq kamu tahu? Emang kamu yakin kita bahas masalah itu? Oke sebelum kita jelasin, kita ikuti dulu pesan-pesan berikut ini.
Ada yang datang, ada yang pergi. Kira-kira begitulah ungkapan pepatah. Ada senang, ada susah. Itu mah udah pasti. Jika sesuatu yang mengasyikkan itu datang, kemudian kita senang, itu juga sudah wajar. Tapi seandainya keindahan itu pergi, itulah yang luar biasa. Maksudnya? Sabar dulu pren, biar kita terusin dulu ngomongnya.
Alkisah hiduplah dua orang sahabat. Sebut saja, Odah dan Odeth. Saat bulan Romadhon kemarin, kedua dara cantik ini menghabiskan waktu bersama. Mulai dari sahur bareng, buka bareng, sholat tarawih bareng hingga tadarus Al-Quran juga dilakukan bersama-sama. Seandainya dikompetisikan, aktifitas ibadah kedua sahabat ini saling susul menyusul. Singkatnya mereka selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Pun demikian juga ketika mereka merayakan Idul Fitri. Opor ayam dan ketupat dimasak dan dimakan bersama-sama. Silaturahim kepada sesama, lagi-lagi dilakukan bersama.
Namun betapa terkejutnya ketika Odah menyaksikan sahabatnya, Odeth menanggalkan kerudungnya seminggu setelah lebaran. ”Romadhon kan udah selesai,nah sekarang aku bisa beraktifitas lagi seperti biasanya.” begitulah kata Odeth, sambil membiarkan sahabatnya menelan ludah satu liter karena keheranan. Tanggapan Odeth itu seakan menunjukkan kegirangannya setelah Romadhon telah meninggalkannya. Maklum, doi mempunyai aktifitas sampingan sebagai seorang model. Setelah Odah melakukan cek n ricek, ternyata Odeth sahabatnya, mengenakan kerudung dan beribadah dengan khusyu' karena ingin menjiwai dan meresapi bulan yang penuh rahmat tersebut. ”Ya, mumpung Romadhon. Kalo diluar bulan Romadhon, aku kan sibuk, en ga mungkin pake kerudung. Soalnya aku kan model, jadi nggak mungkin kan? Kalo pake kerudung, aku kan ga bisa jadi model lagi. Wah, apa kata dunia?” jelas Odeth, yang kali ini membuat Odah bener-bener paham.
Odeth, dan Odeth-Odeth yang lain beranggapan bahwa bulan Romadhon adalah saatnya untuk berpakaian lebih sopan, khatam Al-Quran dan mengurangi jatah diapelin oleh pacar masing-masing. Bagi mereka, bulan Romadhon hanya sebagai hiasan yang bisa dipakai dan ditanggalkan setahun sekali. Dan yang lebih parah lagi adalah anggapan bahwa Islam hanya ada di dalam masjid, majelis ta'lim, kontes MTQ pemilihan Da'i dan pengajian di TV saja. Diluar itu, sah-sah saja jika manusia berbuat sesuka hati. Nah, kalo udah seperti ini muncullah fenomena STMJ alias Sholat Terus, Maksiat jalan. Atawa yang terbaru, TOPI yang kepanjangannya Tadarus Oke, Pacaran Iya. Sungguh terlalu!
Emangnya kenapa sih, kalo sebagai remaja kita berbuat agak bebas? Ya, secara gitu lho, kita kan butuh refreshing, hiburan, kesenangan, pokoknya yang asyik-asyik gitu! Nah, kalo kita ikut Islam terus, ntar kemana-mana disuruh pake peci, kalo yang cewe harus pake kerudung n jilbab. Padahal kita udah mahal-mahal beli shampo anti ketombe n bikin rambut berkilau. Kalo ditutupin terus, percuma donk ga ada orang yang bisa ngeliat?! He..he.. sabar dulu neng, udah selesai demonya? Kita lanjutin lagi. Emang ga bisa dipungkiri, masa remaja adalah masa yang paling bahagia. Secara gitu loh! (hii..hii..ikut-ikutan padahal ga ngerti artinya secara>_<). Bahkan ada lagu yang sangat populer menceritakan bahwa darah muda, darahnya para remaja. Jiwa yang sedang tumbuh ini lagi semangat-semangatnya mencari arti hidup. Saking semangatnya, semuanya ditabrak, untuk pengalaman katanya. Mulai dari minuman keras, pacaran sampe yang lebih jauh, rasanya wajib untuk dicoba. Oke deh, kalo sekedar cari pengalaman sih boleh-boleh aja, tapi kalo hanya karena alasan tersebut badan kita jadi bonyok dimana-mana, atau nasi udah menjadi bubur dan tepung udah jadi rempeyek, ini yang bermasalah. Daripada nantinya terperosok, ada baiknya kan kalo kita belajar dulu tentang sesuatu sebelum melakukannya. Nggak usah alergi dulu kalo denger kata-kata Islam, pengajian, fiqih dan lain-lain. Seperti kata Raffi Achmad dan Ayushita,”Jangan bilang tidak, bila kita belum mencoba...” tapi bukan asal semua hal langsung dicoba lho, ya! Nah untuk yang satu ini, ikuti saran penulis yang suaranya nggak kalah bagus dari Raffi Achmad,”Jangan bilang iya, bila kita belum belajar...” tuh kan! Ternyata fren, kalo kita mau membuka kepala (tapi jangan pake obeng atau palu lho, ya!) atau kata lainnya mau belajar, akan kita temukan bahwa Allah swt. telah mengatur segalanya dengan begitu baik, sehingga semua peraturan yang Dia berikan bersama Islam mulai dari A sampai Z dan dari 0 sampe 9, ternyata sangat sesuai dengan semua kebutuhan dan fitrah manusia. Kalo nggak percaya, teliti aja sendiri. Mulai dari bangun tidur, sampe mau tidur lagi semua aturan ada dalam Islam. Masih ga percaya? Mari kita buktikan. Menurut definisinya (waduh, opo maneh iku?!) Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah swt kepada Rasulullah Muhammad saw. Melalui perantara malaikat Jibril yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan dirinya dan manusia dengan sesamanya. Hmmhhh... bentar ambil nafas dulu! Artinya, semua hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia telah diatur oleh Allah swt. misalnya, ketika bangun tidur, kita diajarkan untuk membaca doa. Hayo, siapa yang tadi pagi nggak baca doa? Kemudian saat akan masuk toilet kita juga disuruh untuk berdoa. Setelah itu mau BAK (Buang Air Kecil) hingga BAB (nyang ini yang besar) semua ada caranya. Kemudian tata cara kita berpakaian juga ada aturannya, misalnya laki-laki harus menutup auratnya mulai pusar hingga lutut, kemudian wanita wajib mengenakan jilbab dan kerudung. Ini baru aturan tentang diri kita pribadi. Untuk beribadah kepada Allah, Islam juga mengaturnya. Bagaimana cara sholat, puasa, zakat dan lain-lain. Untuk berinteraksi dengan sesama, Allah juga memberikan kita peraturan. Contohnya, pergaulan antara laki-laki dan wanita, terus jika kita mengadakan jual beli. Wes, pokoknya komplit. Top Markotop, deh! Terus Sobat, yang disuruh pergi di paragraf awal itu siapa sih, dah ga sabar nih?! Untuk pertanyaan itu, ntar pasti kita jawab. Tapi Commercial Breaknya masih belum selesai. Jadi sabar dulu, ya. Kita kembali ke shaf yang rapat dan lurus (emangnya lagi sholat!). Sebagai seorang muslim dan muslimah, sudah selayaknya kita menyerahkan semuanya kepada Allah. ”Hidup matiku, adalah kuasa-Mu!” begitulah kata Pasha Ungu. Yakinlah bahwa apa yang telah ditentukan oleh Allah untuk kita adalah yang terbaik. Ketika Allah memerintahkan seorang cewe untuk menutup aurat, dan lebih memilih pake baju you can see, you can touch sampai you can thing, di suatu saat dan kondisi, pakaian yang seperti ini dapat menimbulkan fitnah. Bayangin aja, kalo Bunga Citra Lestari mengenakan pakaian seperti itu di Mall. Wah pasti semua mata tertuju padanya. Terus, seandainya pakaian seperti ini dikenakan oleh mbok Sumi penjual sayur yang tiap pagi lewat didepan rumah kamu, wah jangan dibayangin lagi. Pokoknya parah, bro! Nah, kalo para wanita mengumbar auratnya seperti ini, bukan tidak mungkin naluri lelaki para pejantan tangguh akan meluap-luap, dan pasti endingnya yang dirugikan adalah wanita, tul ga? Belum lagi dosa yang harus ditanggung seorang wanita yang melakukan mal praktek dalam berbusana. Karena saat seorang wanita sengaja mempertontonkan auratnya kepada laki-laki, selain dia berdosa atas tindakannya, doi juga ikut menanggung dosa lelaki yang meilhatnya. Tapi jangan mentang-mentang seperti itu, lantas seorang pria sah-sah saja memelototi aurat wanita yang tidak halal baginya. Setali tiga uang, Bro. Kita semua tahu jika setiap manusia memiliki naluri dan kebutuhan biologis yang harus ditunaikan. Tetapi bukan lantas kepengen sesuatu, kemudian bertindak semaunya sendiri, sebab Allah telah memberikan akal buat manusia. Dan ternyata akal lah yang membedakan antara kita dengan hewan. Seandainya seekor sapi jantan udah nepsong dengan betinanya, nggak masalah dia meu eh mau melakukan itu dimanapun. Dan jika di dunia ada seekor sapi yang berkenan menggunakan celana hot pants, rok mini dan tank top kemudian berdiri di tengah lapangan, nggak akan ada orang yang mengatakan ”dasar sapi ga tau malu!” atau ”dasar, sapi nggak punya harga diri!” yang ada paling-paling, ”Siapa sih yang punya sapi ini, udah gila ya?” Artinya, nggak masalah ketika seekor sapi bertingkah yang aneh-aneh dan nggak bisa diatur, lha wong namanya aja sapi! Bagaimana seandainya seorang manusia yang nggak bisa diatur, seenaknya dan semau udelnya sendiri dalam melakukan sesuatu? ”wah, kalo ini namanya orang aneh. Udah punya akal, diberi aturan oleh Allah, tapi tetep ga mau denger. Apa mau, disamain seperti hmm.. nggak jadi wes. Pokoknya sama. Terserah mau disamain seperti apa. He..he..!” Setelah mata kita telah terbuka oleh kenyataan bahwa hanya Islamlah yang bisa mengatur segalanya, dan menyadari keterbatasan kita, sudah selayaknyalah kita ubah haluan, tuk kembali kepada agama ini. Tenang aja bro n sis, nggak ada kata terlambat untuk meminta ampunan kepada Allah atas apa yang telah kita lakukan di hari-hari yang tlah lalu. Jika di bulan Romadhon, kita bisa mengusir godaan syetan dan bisa mengendalikan hawa nafsu kita serta lebih mendekat kepada Allah, bukan tidak mungkin di bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya kita bisa jadi orang yang lebih baik. Jika di bulan Romadhon, kita sukses mengusir jauh kemaksiatan dari diri kita, mulai hari ini dan seterusnya, tempelkan stiker yang bertuliskan ”Maksiat dilarang masuk”. Hee..hee... emang kamu pintu, bisa ditempelin stiker. Yee, bukan begono maksudnya. Kok masih belum mudeng, to? Gini lho, kalo kemarin kita bisa menahan diri untuk nggak berbuat maksiat, sekarang harusnya lebih bisa lagi. So, selamat jalan maksiat, selamat datang taubat! Setuju, akur kan?[gs]
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Sang Pemberani, Ibnu Mas'ud

Sebuah mutiara yang cantik tak lahir dari tempat yang indah. Kalimat ini yang kayaknya layak disandang oleh sahabat nabi yang satu ini. Dia bukan orang yang tinggi besar. Dia bukan pula orang kaya dan punya jabatan. Tapi kalau ngomongin keberanian dan perjuangannya untuk islam gak ada yang bisa nyamain deh. Tinggi keberaniannya jauh melebihi tinggi badannya. Harta keikhlasannya lebih banyak dari harta aslinya.
Dia adalah Abd'ullah bin Mas'ud. Seorang sahabat yang termasuk dalam assabiqunal awwalun ( sahabat yang pertama-tama masuk islam ). Ketika ditanya tentang awal mula masuk islam, Ibnu Mas'ud pernah bercerita. Begini ceritanya :
“Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu'aith. Tiba-tiba datang Nabi bersama Abu Bakar dan bertanya: “Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami ?”.
“Aku hanya orang kepercayaan, aku bukan pemilik kambing ini” ujarku, “dan tak dapat memberi Anda berdua minuman”

Maka Nabi berkata : “Apakah kamu punya kambing betina mandul, yang belum dikawini ( kambing yang tidak mengeluarkan air susu ) ?”. “Ada”, ujarku. Lalu saya bawakan kambing itu kepada mereka. Kambing itu diihat kakinya oleh Nabi lalu diperas susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba dari susu itu keluar susu yang banyak. Kemudian Abu Bakar mengambikan sebuah batu cembung yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu. Lalu Abu Bakar pun minum, dan saya pun ikut minum juga. Setelah itu Nabi berkata kepada susu: “Kempislah!': maka susu tu menjadi kempis.
Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi, kataku: “Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebutl”
Ujar Nabi : “Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!”
Melihat mukjizat yang dimiliki Rasulullah itulah, ibnu Mas'ud terkagum-kagum. Rasulullah pun kagum dengan sifat amanah yang dimiliki ibnu Mas'ud kecil, padahal pada masa itu orang yang amanah jumlahnya sedikit. Dari pertemuan pertama kalinya dengan Rasulullah itu, ia menjadi mantap untuk memeluk Islam dan berubah dari sosok seorang anak kecil yang tidak memiliki keberanian dalam memilih jalan hidupnya dan menyampaikan kebenaran kepada orang-orang kafir Quraisy menjadi salah seorang yang paling berani dalam jalan dakwah Islam dan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi umat muslim.
Dalam usia yang masih belia ia sudah tumbuh menjadi sosok yang memiliki kepribadian yang mulia. Meskipun Ibnu Mas'ud itu kurus kering, pendek, dan miskin , ia tidak merasa minder ataupun goyah imannya sedikit pun. Waktu Islam mulai didakwahkan secara terang-terangan, ibnu Mas'ud menunjukkan sikap rela berkorban demi mendakwahkan Islam. Dia tidak peduli dengan segala akibat yang mungkin diterimanya meskipun nyawa yang akan menjadi taruhannya. Gini ceritanya :
“Yang mula-mula membaca al-quran dengan keras di Mekah setelah Rasulullah adalah Abdullah bin Mas'ud.
Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, dan salah seorang dari mereka berkata : “Demi Allah orang-orang Quraisy belum pernah mendengar sedikit pun al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka... Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ....”
Maka kata Ibnu Mas'ud: “Saya “
Kata mereka: “Kami Khawatir akan keselamatan dirimu! Yang kami inginkan ialah laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankan dia dari orang-orang Quraisy jika mereka bermaksud jahat ....”
”Biarkanlah saya!” kata Ibnu Mas'ud pula, “Allah pasti membela”.
Maka datanglah Ibnu Mas'ud kepada kaum Quraisy di waktu dluha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuannya. la berdiri di panggung lalu membaca : Bismillahirrahmaanirrahim, dan dengan mengerashan suaranya: Arrahman Allamal Quran ....
Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya sesamanya :
”Apa yang dibaca oleh anak si Ummu 'Abdin itu ... .Sungguh, yang dibacanya itu ialah yang dibaca oleh Muhammad”
Mereka segera mendatangi dan memukuli Ibnu Mas'ud, dan Ibnu Mas'ud sendiri meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki Allah. Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali kepada para shahabat. Kata mereka:”Inilah yang kami khawatirkan akan terjadi padamu ....!”
Ibnu Mas'ud lantas berkata “Sekarang ini tak ada dakwah yang lebih mudah untuk menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya kalian menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama besok “
Sahabat yang lain lantas berkata: “Cukuplah! Kamu telah membacakan kepada mereka sesuatu yang tabu bagi mereka!”
So, itulah yang yang dilakukan oleh Ibnu Mas'ud. Keberaniannya bahkan mengalahkan sahabat senior seperti Abu Bakar. Memang dalam soal harta, ia tidak ada apa-apanya. Bila ngomong masalah badan, ia kecil dan kurus. Apalagi dalam soal jabatan, bagai langit dan dasar laut paling bawah. Tapi sebagai ganti dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, ia dianugerahi kemauan baja yang dapat menundukkan para penguasa dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya harta yang melimpah dari hasil perjuangan umat Islam. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah kemanusiaan.
So, gimana dengan kita ? Kita yang udah punya harta yang cukup, fisik yang lumayan ganteng buat yang laki n cantik buat yang perempuan, ditambah kondisi ortu yang udah layak dalam berbagai hal. Tapi kenapa kita tidak mau berjuang untuk kemuliaan Islam. Apa kata dunia nanti ?? [gs]
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

SUPERMAN n SUPARMAN ,..

Superman dan Suparman bukanlah anak kembar. Bukan pula saudara yang lahir dari ibu yang sama. Tapi tak disangka jalan hidup keduanya serupa tapi tak sama.
Sobat semua pasti tau kan dengan Superman. Siapa sih yang gak kenal dengan dia. Badan kekar yang kebal peluru ditambah dengan pendengaran tajam ditambah sinar mata perusak dan tak lupa kemampuan terbang. Gak cukup punya fisik dan skill tangguh, Superman juga punya jiwa kesatria nan baik hati. So, gak salah bila Superman menjadi idola tersendiri bagi semua orang terlebih lagi anak kecil.
Gak jauh-jauh amat dengan Superman, Suparman juga gak kalah hebat. Tubuh kurus kering dibalut dengan baju lusuh selalu menemani penampilannya. Tapi jangan salah sangka dulu, dibalik penampilannya yang kurang meyakinkan, Suparman menyimpan kemampuan khusus untuk berjalan hingga puluhan kilometer dalam sehari semalam dalam segala kondisi. Mau hujan, terang, bahkan badai sekalipun. Itu masih dilengkapi juga dengan badan yang tahan segala kondisi. Kurang apa coba ?

Lain Super lain pula Supar. Kalau Superman menggunakan kemampuan supernya untuk menolong sesama, membantu yang kesulitan dan mengalahkan penjahat, maka Suparman menggunakan kekuatan suparnya untuk berjalan kesana kemari meminta belas kasihan dari orang-orang di sekitarnya alias menjadi seorang pengemis. Beda banget antara kedua insan beda dunia ini.
Tentu sebagai manusia yang normal kita semua pingin jadi seperti Superman. Manusia yang dipuja oleh jutaan orang. Kehadirannya selalu dinanti dan kedatangannya membawa manfaat. Dan so pastilah, kita gak mau hidup seperti suparman. Hidup ato nggak gak ada yang peduli.
Tapi bener nih mau jadi seperti seorang Superman ? Coba kita telusur dan telisik dulu. Coba kita kembali ke masa para superhero belum terkenal. Superman remaja hidupnya gak seperti kita-kita ini. Karena superman remaja berbeda dengan teman-temannya, maka dia dijauhi dan bahkan dimusuhi. Tapi gak hanya itu aja. Di tengah masa-masa sibuk sekolah, selalu ada aja orang-orang yang butuh pertolongan atau musuh baru. Kayak orang lain gak tau aja Superman mau ujian. Belum lagi kalau Superman remaja lagi Falling in Love. Kalau remaja sekarang lagi Falling in Love pasti langsung maen tembak. Tapi Superman remaja gak bisa kayak gitu. Kalau ketahuan musuhnya pasti nyawa orang yang dikasihi akan terancam. Belum selesai masalah-masalah tadi muncullah masalah baru. Banyak orang tidak suka dengan aksi Superman. Alasannya merusak lah, mengganggu lah, pokoknya banyak deh alasannya.
Nah itu tadi sebagian masalah sang Superman sebelum jadi terkenal. Tapi ketika udah besar dan terkenal seperti sekarang masalah ya masih belum selesai. Justru masalahnya tambah banyak dan tambah ruwet. Ketika sebagian besar orang berfikir masalah pasangan hidup, anak, dan pekerjaan, Superman justru masih menambah pikirannya dengan masalah-masalah orang lain. Bayangin aja ditengah sibuk-sibuknya bekerja ada orang minta tolong.
Nah itu tadi adalah sekelumit kisah perjuangan sang Superman. Trus setelah menyimak kisah tadi, apakah kita masih tetep mau jadi Superman ?
Kalau kita tetap mau menjadi seperti Superman pasti kita akan mengalami nasib yang sama dengan Superman. Ketika kita ingin berguna bagi orang lain tentu kita harus rela untuk bersusah payah dan berkorban banyak. Ketika kita berusaha menolong orang lain belum tentu pujian dan sanjungan yang kita dapat. Bahkan malah hinaan, ejekan yang didapat. Tapi itu masih biasa. Kita seringkali harus berkorban harta, tenaga dan waktu yang berharga. Ketika teman-teman yang lain lagi bersenang-senang dengan buku pelajaran, kita malah keluyuran kemana-mana untuk menolong orang lain.
Dan tentunya beda banget perjuangan jadi Superman dengan menjadi Suparman. Kalau mau jadi seorang Suparman dengan hidup ala kadarnya gak butuh perjuangan ekstra. Cukup dengan duduk manis sambil memasang wajah kelaparan. Dan pastinya hasil yang akkan dipetik akan berbeda juaauh.
Tapi inget Sobat semua, Allah tidak akan menurunkan ujian yang tidak sanggup manusia pikul. Kalau nggak pastinya di dunia ini gak ada yang namanya Superman. Bukti yang paling jelas bisa dilihat pada orang paling berpengaruh di dunia. Siapa lagi kalau bukan nabi kita Muhammad SAW. Nabi Muhammad adalah orang yang kehebatannya diakui oleh jutaan orang di dunia. Dan lebih hebatnya lagi pengakuan itu tidak datang hanya dari kaum muslim saja. Banyak orang dari berbagai agama mengakui kehebatannya. Kalau kita telusuri sejarah hidup nabi kita, pastinya untuk menjadi nabi seperti sekarang itu jalannya gak mudah. Berapa kali nabi kita terancam dibunuh. Belum lagi setiap hinaan dan ejekan yang datang silih berganti. Tapi semuanya bisa dilewati.
Kalau mau contoh lagi ada dari penerus nabi kita. Dia adalah sahabat nabi sekaligus khulafaurasyidin dengan watak paling keras. Dialah Umar bin Khattab. Semua orang pasti tau segala kelebihan dari sahabat nabi ini. Meskipun wataknya keras, tapi karena kepemimpinannya-lah peradaban Islam dapat berkembang dengan pesat. Dan ternyata Umar tidak mendapat semuanya itu hanya dengan duduk manis di perempatan jalan. Dalam suatu kisah Umar diceritakan pernah membawa sekarung makanan utnuk diberikan kepada rakyatnya yang kelaparan. Belum lagi setiap malam dihabiskannya untuk berkeliling kota menengok rakyatnya. Nah kalau mereka aja bisa kenapa kita nggak ?
Sebenernya nih, untuk menjadi seorang Superhero itu syaratnya gak macem-macem. Cuma dibutuhkan kekuatan super aja. Tapi yang namanya kekuatan super bukan hanya otot yang kuat hingga bisa mengangkat kereta api aja. Atao malah kemampuan terbang, sinar penghancur, dll, dkk aja. Yang itu hanya ada di layar kaca aja.
Kekuatan super itu sebenernya sudah ada dalam diri kita. Sejak diri kita berada dalam kandungan mama tercinta, sudah ada bibit-bibit kekuatan super dalam diri kita. Coba kita amati tubuh kita sekarang. Meskipun sekarang ada yang gemuk kayak tong ato kurus kayak tiang, tapi tubuh yang kita punya ini sudah di rancang sedemikian rupa sehingga menjadi tubuh yang sempurna. Kita diberi dua tangan dan dua kaki yang mampu mendukung segala gerakan kita. Kita juga diberi dua buah mata, satu hidung, dan dua telinga yang kesemuanya memiliki fungsi masing-masing. Nah ini belum ditambah dengan beragam bagian tubuh dalam manusia. Semua organ yang bertumpuk dalam tubuh memiliki fungsi yang berkaitan dan kesemuanya bekerja bersama-sama sehingga kita bisa hidup sekarang.
Itu hanya dari sisi fisik saja. Belum lagi ditambah hati nurani yang khas milik malaikat dicampur dengan nafsu khas milik syaitan. Dan sebagai penyempurna, kita diberi juga akal sebagai harta berharga manusia. Dengan akal ini manusia dilebihkan atas semua makhluk. Dengan akal itu kita bisa terbang layaknya burung. Kita juga dapat berenang layaknya ikan kerena ulah akal ini.
Nah itulah sebenarnya bibit-bibit kekuatan super yang ada pada diri kita. Nyatanya gak semua orang bisa mengeluarkan kekuatan supernya itu. Hidup Superman dan Suparman memang beda. Tapi bukan berarti mereka memang tercipta dengan potensi yang berbeda. Suparman tercipta dengan potensi yang sama dengan Superman. Bedanya hanya Superman bisa mengeluarkan dan mengarahkan potensinya aja.
Nah, kunci sebenarnya dari potensi manusia tak lain dan tak bukan adalah iman dan Islam. Kekuatan iman dan Islam ini yang akan mengeluarkan semua potensi manusia sehingga manusia menjadi seorang superhero.
Kalau diibaratkan iman itu seperti tubuh kekar nan atletis milik Superman. Dengan tubuh yang kekar Superman dapat bertahan dari serangan para musuh-musuhnya. Dan dengan tubuhnya itu pula Superman mampu mengalahkan musuh-musuhnya. Seperti itu pula fungsi iman. Dengan iman yang kuat kita menjadi pribadi yang taat dan sulit digoyang. Dengan iman yang kuat kita akan bertahan dari serangan-serangan yang menghadang. Dan lebih dari itu, iman juga menjadi pondasi ketika kita mau menyelamatkan orang lain. So, meskipun tubuh kita krempeng dan pendek kalau kita punya iman yang kuat pasti kita akan lebih kuat dari orang yang tinggi kekar.
Tapi hanya dengan iman tidak akan cukup. Perlu dilengkapi dengan Islam. Bila iman adalah tubuh kekar nan atletis maka Islam dan aturannya adalah kemampuan terbang, sinar penghancur, jaring laba-laba, dan pokoknya semacam itulah. Islam dan iman memang pasangan sehidup semati. Seperti pula antara badan kekar dengan kemampuan terbang. Tentunya kita gak bisa memisahkan antara tubuh kekar dengan kemampuan terbang. Bayangin aja Superman dengan tubuh kekar tapi gak bisa terbang. Tentunya Superman gak bisa nolongin orang-orang. Gimana mau nolong, untuk datang ke tujuan aja harus lari-lari. Begitu pula sebaliknya, bila Superman bisa terbang, tapi gak punya badan yang kekar. Kalau cuaca ceranh mungkin gak ada masalah. Tapi gimana kalau lagi hujan badai. Bisa hilang Supermannya. Begitu pula iman dan Islam. Keduanya saling melengkapi dan membutuhkan.
Yang namanya Islam pasti tidak pernah lepas dari aturan. Yang namanya aturan pastinya itu bersifat membatasi. Mau ngelakuin ini gak boleh, itu gak boleh, pokoknya banyak hal yang gak dibolehin. Terkadang kita mungkin sangat jengkel dengan aturan Islam yang gak ngebolehin banyak hal. Tapi jangan ill-feel dulu. Aturan Islam memang sangat ketat n lengkap. Buktinya semua kelakuan kita ada hukumnya dalam Islam. Mulai dari bangun tidur, ke kamar mandi, sekolah, sampai pulang n tidur lagi semua ada aturannya. Peraturan ini gunanya agar kita gak salah dalam menggunakan kemampuan kita. Bayangkan aja kalau kita hidup tanpa aturan. Pasti segalanya akan jadi kacau. Penjahat yang harusnya dibasmi malah disanjung-sanjung.
Dengan aturan Islam inilah kita bisa mengatur kekuatan kita. Yang namanya kekuatan super memang gak boleh digunakan sembarangan. Kalau dipakai sembarangan pasti akan merusak dunia. Coba kalau Superman menggunakan kemampuannya melihat menembus tempok untuk melihat orang mandi. Wah, gawat jadinya. Belum lagi kalau kemampuan Superman dipakai untuk berbuat jahat.
Selain untuk mengatur kekuatan diri sendiri, aturan Islam adalah alat penyelamatan terbaik. Ini bukan menyelamatkan dari penjahat aja. Tapi lebih dari itu, menyelamatkan manusia dari dunia yang rusak dan dari siksa api neraka. Kita kan dah tau bahwa Islam itu yang tebaik. Maka gak salah bila yang dapat menyelamatkan manusia hanya Islam. Kalau gak dengan Islam, kita mau pake cara apa untuk menyelamatkan manusia dari kerusakan dunia dan siksa neraka ?
Nah sekarang terserah kepada kita. Apakah kita sekarang mau menjadi seperti Suparman ataukah Superman. Kita semua bisa jadi Superman atau bisa jadi Suparman. Jalan untuk membangkitkan kekuatan super dalam diri kita juga telah terbentang di hadapan kita. Semua terserah kepada kita. Apakah kita mau menempuh jalan yang berat dan berliku untuk mendapat iman dan Islam sekaligus mempertahankannya atau kita memilih hidup ala kadarnya dan menjadi orang yang ala kadarnya juga, hidup ato nggak gak ngefek. [gs]
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Sabtu, 10 April 2010

Atur keberuntunganmu ,..

Matahari belum lama meninggalkan langit hari ini. Masih membekas senyuman ramah matahari di langit barat. Seolah matahari ingin mengucap terima kasih atas kebahagiaan yang didapat ketika menemani manusia pada hari itu. Manusia pun larut dalam indahnya rembulan bersama bintang malam. Bersyukur atas apa yang didapat hari ini. Dan tertawa bahagia bersama keluarga tercinta dan teman yang setia.
Tapi kayaknya hal itu gak berlaku buat si Jambul ( bukan nama sebenarnya ). Gimana nggak, dalam satu hari ini aja udah berapa kesialan yang nongol dalam hidup indahnya. Pagi hari udah terpaksa olahraga nuntun sepeda karena ban bocor di tengah jalan. Siang hari, kena marah sama Pak Guru gara-gara gak bawa PR. Sore hari nyaris digebukin orang sekampung gara-gara bola yang di tendangnya mencederai seorang nenek, sebuah pot bunga, sebuah kaca jendela, dan seekor kucing. Kurang parah apa nasib si Jambul ini.
Nasib si Jambul memang sial hari ini, tapi yang namanya sial tidak hanya menimpa si Jambul aja. Setiap manusia pasti pernah mengalami hal yang serupa meskipun kejadiannya gak sama. Bahkan saking seringnya kesialan itu datang maka muncul istilah seperti hari sial, angka sial, sepeda sial, barang sial, dan bahkan sialan.
Kalau ngomongin masalah sial pastinya gak lengkap kalau gak ngomong masalah untung. Yups, untung dan sial itu seperti kakak-adik. Kalau ada sial, pasti ada beruntung. Kalau sial itu selalu berhubungan dengan sesuatu yang gak enak, kalau beruntung itu pasti selalu berhubungan dengan hal-hal yang enak. Tiba-tiba nemu uang di jalan. Ato mungkin kita pernah lupa mengerjakan tugas tiba-tiba besoknya tugas tersebut gak jadi dikumpulkan. Nah itu baru yang namanya beruntung.
Yups itulah bumbu kehidupan kita. Ada saatnya kita beruntung, ada saatnya kita sial. Sebagai manusia normal yang waras tentunya kita selalu ingin dapet keberuntungan terus menerus dan gak pernah dapet sial. Tapi sayangnya yang namanya keberuntungan dan kesialan memang itu datangnya tidak dapat diduga. Ibaratnya datang tak dijemput, pulang tak diantar.
Tapi GreenSoul pingin bagi-bagi rahasia nih. Ini adalah rahasia untuk mengatur keberuntungan dan kesialan kita. Tentunya kita semua mau untuk selalu beruntung tiap harinya dan jauh dari sial. Mau tau gimana caranya ? Tetep ikuti aja tulisan yang mau lewat berikut.

Hukum Alam

Bumi dan alam semesta ini sudah tercipta ratusan juta tahun yang lalu. Dan sejak dahulu kala, dunia yang kita tinggali sekarang telah tercipta dengan ukuran yang pas dan seimbang. Coba aja kita lihat komposisi udara kita. Udara kita tersusun atas 70 persen Nitrogen, 27 persen Oksigen, dan 3 persen Karbon Dioksida dan gas lainnya. Kalau kita ubah dikit aja komposisi karbon dioksida jadi 5 persen, maka jadilah yang namanya Gombal Warming, eh salah Global Warming. Kalau misal jumlah Oksigen itu ditambah jadi 50 persen, maka hasilnya lebih gawat lagi. Coz karena Oksigen banyak, maka setiap gesekan yang terjadi bisa menghasilkan api. Nah Gawat kan.
Nah itulah hebatnya Allah tuhan kita. Dan lebih hebatnya lagi, untuk menjaga keseimbangan itu Allah juga menciptakan yang namanya Sunnatullah alias hukum alam. Hukum alam ini yang membuat ukuran-ukuran di dunia ini tetap seimbang. Ketika manusia bernafas maka manusia mengeluarkan karbon dioksida. Kemudian karbon dioksida dikembalikan lagi menjadi oksigen oleh tumbuhan. Hukum alam ini yang kemudian dipelajari oleh manusia sehingga lahirlah pelajaran Biologi, Fisika, dll, dkk.
Pastinya semua yang ada di alam dunia akan mengikuti hukum alam tersebut. Ketika kita melempar bola pasti jatuh ke bumi. Tidak ada satu perbuatanpun yang keluar dari hukumnya Allah ini. Termasuk pula seluruh perbuatan manusia.
Setiap perbuatan manusia pasti memiliki sebab dan akibat. Gak mungkin dong kalau manusia itu berbuat tanpa sebab. Kalau ada pun itu hanya orang yang gak waras aja. Dan setiap perbuatan pasti nanti ada akibatnya. Akibat itu selain kepada lingkungan sekitar juga akan kembali ke diri pelakunya tersebut. Jika kita makan banyak akibatnya makanannya habis dan kenyang. Kalau kita makan sedikit akibatnya ya makan lagi. Begitu pula kalau kita bersedekah. Ketika kita bersedekah akibatnya membuat orang lain senang. Tapi selain itu ada akibat lain juga. Ketika kita bersedekah pastinya ada kebaikan yang akan datang kembali kepada kita.
Banyak orang yang kemudian menyebut kasus tadi sebagai hukum karma. Hukum ini memang belum bisa dibuktikan oleh hukum fisika. Bahkan orang sejenius Einstein belum bisa membuktikan kebenaran hukum karma itu. Tapi bukan berarti hukum karma itu tidak ada.
Kalau mau bukti, buktinya buanyak sekali. Masih inget kan dengan kata-kata terkenal dari ustad Yusuf Mansyur. Beliau pernah mengatakan kalau kita bersedekah maka akan dikembalikan 10 kali lipat. Sekarang kita lihat aja orang-orang kaya di bumi Allah ini. Sebagian besar orang yang kaya adalah orang-orang yang suka menyumbang untuk amal. Liat aja bos besar Microsoft yaitu si Bill Gates. Bill Gates itu suka sekali menyumbang untuk kegiatan amal. Dan bukannya berkurang kekayaannya tetapi justru kekayaannya semakin bertambah. Mau bukti lagi kita liat aja ratunya talkshow dunia. Siapa lagi kalau bukan si Oprah Winfrey. Semua orang udah tau kalau si Oprah punya banyak lembaga amal untuk membantu orang-orang miskin. Dan hasilnya dia bisa tambah kaya.
Masih kurang buktinya. Coba kita kembali ke masanya para sahabat. Kita pastinya udah kenal dong dengan sahabat Utsman bin Affan. Utsman ini adalah sahabat yang terkenal kaya raya. Tapi kalau kita lihat dalam sejarah udah berapa kali dia menyumbangkan hartanya untuk umat Islam. Dia pernah mengeluarkan sebagian besar hartanya untuk membiayai pasukan Islam. Ketika di Madinah terjadi kekeringan dia juga pernah memberikan makanan gratis kepada penduduk Madinah. Tapi bukannya tambah miskin, malah dia semakin kaya.
Nah itu baru dari sisi sedekah aja. Coba kita lihat sisi baliknya. Sekarang coba kita lihat hidup para kriminil-kriminil berdasi alias para koruptor. Kalau kita lihat para koruptor itu pasti punya duit yang banyak. Dan tentunya duit itu banyak yang gak halal. Tapi pastisuatu saat ada aja masalah yang dateng ke para koruptor itu sampai nanti uang gak halal itu hilang. Bisa aja anaknya yang nakal minta ampun sampai menghabiskan uang ortunya. Bisa juga kena penyakit aneh-aneh yang butuh biaya banyak untuk berobat. Kisah seperti ini tu banyak dialami oleh orang-orang yang duitnya gak halal.
Masih kurang buktinya ? Kalau bukti banyak sebenernya. Tapi kalau ditulisin di sini semua gak bakal cukup. Yang jelas semua bukti ini semakin memperkuat adanya hukum karma. Kebaikan pasti dibalas kebaikan dan keburukan pasti dibalas keburukan.

Perbanyak Keberuntunganmu

Yang kita sebut keberuntungan dan kesialan itu tak lain dan tak bukan adalah akibat hukum karma tersebut. Hukum karma memang terbukti dalam kehidupan manusia, akan tetapi balasan hukum karma ini datangnya gak langsung. Ketika kita bersedekah gak langsung ada uang yang jatuh dari langit. Begitu pula ketika kita berkata kotor. Gak langsung kita ditampar oleh Allah. Kadang datangnya selang sehari, kadang datangnya seminggu, kadang datangnya tahunan. Yang jelas pasti datang.
Nah kalau udah tau asalnya keberuntungan, pasti tau juga kan gimana caranya agar banyak beruntung dan sedikit sial. Yups, caranya hanya dan hanya dengan berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk. Hanya dengan berbuat baik kita bisa mendapat keberuntunagn di lain hari. Kalau kita tambah memperbanyak keburukan kita, maka justru banyak kesialan yang akan didapt di kemudian hari.
Berbuat baik ini pastinya ukurannya bukan ukuran manusia. Baik buat satu orang belum tentu baik untuk orang lain. Maka dari itu ukuran baik dan buruk itu datangnya dari Allah. Jadi kalau kata orang pacaran baik, kalau kata Allah pacaran itu buruk pastinya pacaran itu jadinya buruk. Dan pastinya kalau kita melakukan itu pasti nanti ada kesialan yang menghampiri kita di kemudian hari.
Satu lagi yang perlu diingat nih. Perbuatan yang berbeda pastinya balasannya berbeda. Bersedekah tentu beda imbalannya dengan dakwah. Sholat tentu berbeda dengan mengaji. Ukuran ini sekali lagi yang nentuin adalah Allah. Allah sudah menetapkan dakwah, sholat, puasa sebagai yang wajib. Dan yang wajib tentunya lebih tinggi dari yang sunnah. Yang sunnah tentunya lebih tinggi dari yang mubah. Begitu pula untuk tindakan buruk kita. Allah sudah menentukan yang mana yang parah dan mana yang nggak.
Nah itu tadi bila kita mau mengatur keberuntungan di dunia. Kita harus banyak berbuat baik dan meninggalkan yang buruk. Dan bukan saatnya kita berbuat baiknya cuman sedekah atau sholat sunnah aja. Sudah gak jaman lagi. Sekarang saatnya kita berburu keberuntungan dengan banyak berdakwah. Coz dakwah tu pekerjaannya nabi dan para sahabat.
Dan yang perlu diinget lagi nih, hukum karma ini berlaku untuk semua manusia tanpa peduli ras, suku bangsa, dan agama. Orang yang bukan muslim ketika bersedekah juga akan mendapat balasan yang sama di dunia. Nah bedanya nanti di akhirat. Seorang muslim ketika berbuat baik selain dapat balasan di dunia, bisa juga menabung balasan di akhirat. Tapi gak semua perbuatan kita bisa jadi tabungan di akhirat kelak. Syaratnya jika dan hanya jika perbuatan baiknya itu dilakukan untuk mendapat ridho Allah. Gampang kan.
Oh iya ada yang lupa belum disampein. Yang namanya keberuntungan ama kesialan waktu datangnya gak bisa kita atur. Bisa aja datang besok, bisa aja datang tahun depan. Tapi inget sahabat semua, keberuntungan dan kesialan pasti didatangkan pada waktu yang pas oleh Allah. Waktu yang pas ini bisa jadi sama dengan waktu pas bagi kita bisa jadi juga berbeda. Mungkin kita udah banyak dakwah, banyak beribadah, eh tapi hidup kita masih sial melulu. Bukan berarti teori ini salah. Cuma balasan kebaikan ini belum saatnya aja turun karena waktunya gak baik. Dan menurut Allah sekarang tu waktu yang baik buat mengurangi tabungan keburukan. Di lain waktu ketika kita bener-bener butuh keberuntungan pastinya balasan itu akan datang.
Nah sekarang mau nunggu apa lagi ? Saatnya kita perbanyak dakwah dan ibadah kita. Coz itulah tabungan kebaikan dunia sekaligus tabungan akhirat kita. Dan ingat yang lebih tau tentang kita adalah Allah, jadi serahin aja waktu datengnya balasan kepada Allah. Dijamin Allah gak akan dholim mengurangi jatah balasan kebaikan kepada kita.(gs)
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Jumat, 09 April 2010

Be smart,YUUUKK..?!!

Remaja. Ya, topik yang ngga' akan pernah habis-habis nya untuk di bahas. Ketika mendengar tentang ini, apa sih yang terbayang d benak sobat muda semua? Remaja mah ngga' boleh kuper. Remaja ya kudu punya banyak 'doku' dunk. So pasti, kudu ngikuti perkembangan zaman lah. Kalo ad baju model baru, ya ngga' cuma diliatin, tapi ya di beli trus d pake dunk. Kalo ada model rambut baru, itu mah style yang lagi trend saat ini. Cape' deh kalo Qta sampe ktinggalan start untuk ngikutin. So,, kalo perlu, liat tuh majalah ini, majalah itu,, tOp abyz deh bahas all about teens. Ato minimal, liat di tivi-tivi lah gossip-gosip terbaru. Pokoknya, amit-amit kalo jadi remaja yang kuper, ngga' trendi, 'n ngga' gaul..
Yah, itulah deretan jawaban yang pernah nongol dalam forum antar remaja di situs internet. Jadi remaja ngga' boleh kuper, yang jelas kudu gaul. Hal serupa juga saya dapatkan dari beberapa majalah remaja. Mindset yang ada pada mereka adalah 'be a trendy boy' ato 'be a trendy girl'.


Prend, tahukah kamu bahwa sebenarnya yang ditawarkan oleh majalah, televisi, internet dan media massa yang ada saat ini sesungguhnya adalah gaya hidup? Kalo belom, smOga kamu nggak termasuk orang2 yang berada dalam keadaan tidak sadar, cOz stiaP amal perbuatan Qta kelak akan di hisab oleh Allah SWT.
Fenomena yang hingga kini melekat sebagai image di dalam diri remaja ini, sejatinya adalah gaya hidup. Gaya hidup seperti apa? Gaya hidup yang menggiring Qta kepada gaya hidup konsumer. Budaya konsumer yang diartikan sebagai bentuk budaya materi, yaitu budaya pemanfaatan benda-benda (Lury, 1998). Hal ini pernah dialami oleh masyarakat Eropa-Amerika kontemporer yang merupakan negara kaya di dunia ini kemudian ditiru oleh masyarakat dunia lain, seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Qta.
Budaya konsumtif ini merupakan salah satu upaya dalam peningkatan gaya hidup (lifestyle). Dalam budaya konsumen kontemporer, gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup yang lebih ke arah kesadaran diri dan suatu bentuk pengungkapan diri. Hal ini identik sekali dengan majalah pakaian, all about tubuh, cita rasa, pilihan berlibur, dan lain sebagainya yang kemudian menjadi indikator gaya hidup remaja .
Jadi, jelaslah sudah bahwa apa yang dilakukan oleh media massa-media massa tersebut merupakan 'usaha' untuk mengajak remaja mempunyai kesadaran baru sebagai 'remaja gaul'. Untuk menjadi remaja seperti itu, mereka dididik untuk mengkonsumsi barang-barang kluaran tipe terbaru, seperti haPe, LaptoP, fashion, de-el-el sebagai indikator bahwa mereka adalah bagian dari remaja gaul tadi. Dalam diri mereka juga ditancapkan anggapan bahwa barang-barang tipe-tipe lama adalah 'sampah' yang sudah tidak layak pakai, alias sudah kuno, basi, 'n ketinggalan zaman. Dan seandainya barang-barang jadul itu masih kamu pake, tidak ayal kamu bakal tersingkir dari komunitas remaja gaul tadi. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi masalah? Jadi remaja gaul kan ngga' salah,, ngga' melanggar aturan kan?
Prend, media massa merupakan media bagi Qta, remaja untuk belajar sesuatu. Namun sayang sekali, 'pelajaran' yang ditawarkan oleh media massa seperti internet, majalah remaja, televisi, dan kawan-kawan itu tidak semuanya sehat. Kenapa bisa begitu? Soal gaya hidup yang dibahas sejak tadi itulah contohnya.
Fenomena ini mudah untuk ditemui di sekitar Qta. Lantas, kenapa itu bisa terjadi? Sobat muslim, para ahli psikolog mengungkapkan bahwa 'orang muda' alias remaja adalah kelompok yang mudah dibentuk oleh pasar. Remaja adalah kaum yang berada di tengah-tengah jalan antara masuknya nilai-nilai tradisional seperti pola hidup hemat dan tanggung jawab, dengan nilai-nilai baru seperti sikap hidup konsumtif dan hedonisme.
Ajaran untuk senantiasa menikmati hidup dengan mengkonsumsi barang-barang baru, memanfaatkan waktu senggang dengan berlibur ke luar negri, dan sebagainya ini menggiring kaum muda untuk berpola hidup tidak hemat dan menjauh dari pola hidup sederhana. Para psikolog menyatakan pula apabila sikap ini akan terus terpupuk hingga remaja itu tumbuh menjadi dewasa dan ketika nantinya dia bisa mencari uang sendiri.
Hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah sosial yang besar. Ketika jumlah penganut pola hidup konsumtif ini kian bertambah besar, pola hidup ini akan menjadi pola hidup yang sulit untuk dilepas, sehingga berakibat makin tumbuh suburnya masyarakat yang konsumtif.
Hm, kembali lagi ke fakta bahwasannya remaja itu masih tergantung dengan yang namanya ortu, sehingga untuk masalah uang pun, remaja masih nodong ortu. Nah, kalo kamu terbiasa dengan pola hidup konsumtif seperti mengkonsumsi komik de el el, so pasti uang kamu bakalan ludes. Apalagi jika dia bukan orang “the have”, wah,, kasian banget kan, karena pingin dapet predikat remaja gaul, malah jadi tambah merana. Padahal, kalo remaja hanya ikut-ikutan trend dengan membeli barang yang belom tentu memberi manfaat bwt dirinya, pengeluaran tiap harinya bakalan membengkak. Huks, huks. cOz barang tersebut dibeli tanpa melihat fungsinya. Hm, contohnya ketika kamu punya haPe monophonic, trus melihat ada model keluaran haPe model Polyphonic bahkan yang seri blekberi, kamu tergoda untuk membeli nya karena merasa haPe monophonic-nya sudah ngga' zamannya dan ngga' sesuai gitu sama identitasnya sebagai remaja gaul.
Oya, ketika si remaja benar-benar dalam keadaan ngga' mampu dan berusaha untuk memiliki apa yang diluar kemampuannya tadi seperti berusaha membeli haPe model baru, yang dampak yang bisa timbul adalah rasa frutasi, soalnya secara psikologis remaja tersebut sedang berada dalam kondisi labil dan mudah terpengaruh. Bahkan secara psikologis, apabila keadaan ini terus berlanjut, akan sangat mudah sekali berdampak ke hal yang lebih buruk lagi, seperti mencuri, dan sebagainya. Hwaaa,, naudzubillah
Prend, kehidupan yang teramat kompleks ditunjang dengan informasi dan keterbukaan dunia di era globalisasi ini memang patut disadari membuat remaja zaman sekarang gampang kehilangan arah dan cenderung terkotori pemikirannya. Nah, kalo sudah kayak gini, bagaimana ce Qta sebagai remaja muslim menjiwai Islam taPi tetap tampil trendy?
Prend yang semoga dirahmati oleh Allah, cobalah berpikir tentang kehidupan yng kamu jalani. Kalo ditelisik lebih mendalam. ternyata remaja gaul tidak dilihat dari segi fisik saja. Remaja gaul bukan berarti kudu paham sama yang namanya bahasa gaul, sering ke Mall, pake baju yang ngikutin trendy, ataupun hafal lagu yang lagi hits. Sebagai muslim, boleh banget koQ kalo Qta maw gaul. Nah, remaja gaul disini adalah muslim ataupun muslimah yang tahu keadaan dunia kemaren 'n sekarang, dan senantiasa berpedoman sama Al Qur'an dan As Hadist (so kpribadian yang kayak Rasulullah gtuh).
Misalnya, buat temen-temen cewek nie. berjiLbab bukan berarti menjadikan kamu ngga' gauL. Tapi, kewajiban itulah yang dapat menjaga kehormatan muslimah. Alhasil, kamu kudu ngerti, apa sebenarnya standar yang harus digunakan dalam hidumu. Standar manusia, atau standar Sang Khaliq?
Jadi, bertaqwa bukanlah halangan untuk menjadi anak gaul. Karena bertaqwa dan gaul dalam arti berwawasan luas dan memahami arti kehidupan Itu emang udah kewajiban Qta sebagai umat musLim. Ngga' bisa dipungkiri kaLo kaum remaja sekarang banyak yang jadi korban mode. Nah. Solusinya gampang aja. Bwt Qta remaja muslim, buat ciri khas yang ngga' dimiliki oleh kaum2 yang lain aja, yaitu trend Islami. Secara gitu, gimana Qta maw menyebarkan Islam, kalo sebagai remaja Islam sendiri belom mencerminkan perilaku Islami. Lagipula dengan dakwah, Qta bis jadiin orang lain berwawasan luas dan ngeh tentang kehidupan kan?
Pada hakikatnya, Qta nggak perlu kebingungan untuk hidup. Bukankah Qta udah diberi petunjuk oleh yang menciptakan Qta? Kalo Prend masih ada yang ngerasa bingung, atau masih menjalani hidupnya seperti air, yang mengalir entah kemana, pegangan aja sama pedOman dari Allah Yang Maha Pencipta. Apalagi kalo bukan Al-Quran dan As-Sunnah yang isinya kompliiiiiit bangeet, ngga' cuma berisi aturan, tapi uda ada tata caranya. Bisa bikin jadi lebih gaul lagi. Enak kan? Kurang apa gtu low?
sO, mari bersama menjadi remaja Islam yang berpegang teguh dan istiQomah dalam menda'wahkan dan menyebarkan Islam. Inilah yang dinamakan smart. Oke di dunia, bisa juga dapet surga. Asik kan? [gs]

[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Sebuah Perjalanan....

Bagaikan burung-burung yang terbang di udara dengan bebasnya, manusia memiliki kehendak untuk hidup sesuai dengan yang diinginkannya. Entah sang manusia ingin menggunakan sayap yang dimilikinya untuk hinggap di gunungan sampah yang mengemisikan molekul-molekul yang menusuk indra penciuman ataukah ia akan menggunakan sayapnya untuk terbang menembus lapisan atmosfer tertinggi. Dengan sayapnya pula, ia dapat menerjang badai dahsyat yang menghadangnya atau tertidur dengan kehangatan di balik bulu-bulunya. Semuanya menjadi pilihan dan keputusan yang bisa diambil dalam kerlingan mata atau dalam jangka waktu yang lama hingga sel-sel rambut kehilangan pigmennya.
Allah telah menempatkan dan memilih manusia sebagai organisme tingkat tinggi yang tinggal di permukaan bumi dengan berbagai kemulian yang lebih utama dibandingkan makhluk lainnya. Bahkan manusia dilahirkan di dunia setelah malalui proses yang panjang dan melelahkan serta harus menyingkirkan pesaing-pesaing lainnya untuk dapat hadir di alam dunia ini. Ditambah lagi ia dapat berjalan dan beraktivitas di atas lempeng bumi dengan keunikan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh manusia yang lain. Sehingga hadirlah manusia dengan segenap kelebihan dan keistimewaannya untuk menjalankan lakonnya masing-masing sebagai wakil Allah di muka bumi ini.
Peran seorang bani Adam bukanlah suatu hal yang main-main dan remeh. Ia memikul beban yang luar biasa berat yang tidak dapat dipikul oleh makhluk-makhluk lainnya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui hal tersebut dan bahkan melupakan sebagian besar kemampuan dan kewajibannya. Padahal apabila ditelisik, manusia bukanlah makhluk yang lemah dan tak berdaya. Coba saja tengok rekor Muri atau yang lebih mantap lagi silahkan mengobrak-abrik dunia maya untuk mencari tentang orang-orang yang “aneh bin ajaib” pada Guinness Record Book. Di sana kita pasti akan menemukan berbagai macam polah dan kemampuan yang bagi kebanyakan orang dianggap suatu hal yang mustahil untuk direalisasikan. Sesuatu yang dianggap tidak dapat dicapai dengan kemampuan seorang manusia biasa, dapat ditaklukan oleh orang-orang yang tidak memiliki pemikiran seperti kebanyakan orang.
Hanya saja untuk menemukan dan memahami potensi dan anugerah yang telah tertanam di dalam diri seorang manusia merupakan suatu perkara yang gampang-gampang sulit. Di samping itu untuk benar-benar menjadi orang yang mampu memanfaatkan serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki membutuhkan usaha yang tidak setengah-setengah.
Telah terbukti dari kisah-kisah orang sukses yang mampu mengolah dan meracik kemampuan serta kemauan mereka menjadi senjata andalan mereka untuk menyelami kehidupan ini tidak hanya dibutuhkan waktu yang cukup lama tetapi juga membutuhkan mentalitas baja dan pantang menyerah.
Hidup digambarkan bagai seseorang yang melakukan perjalanan melewati suatu gurun pasir yang luas. Ia telah membawa bekal selengkap-lengkapnya serta mengajak seorang pemandu jalan yang ahli dan mengenal baik gurun tersebut. Kemudian di suatu siang, di tengah-tengah perjalanannya, terjadilah badai gurun yang memporak porandakan perjalanannya. Ia kehilangan sebagian besar bekal, kendaraan, dan juga pemandu yang ia sewa terpisah darinya sehingga ia harus dapat keluar dari gurun tersebut dengan kemampuannya sendiri. Apabila ia memilih untuk menunggu bantuan datang sementara bekal yang menemaninya hanya cukup untuk beberapa hari, pastilah ia akan mati karena kelaparan. Tetapi apabila ia berjalan dan berusaha untuk mencari jalan keluar ia akan tersesat di tengah-tengah gurun yang tandus.
Setelah berpikir dan menimbang, ia memilih berjalan mencari jalan keluar dari gurun tersebut. Pada siang hari ia beristirahat dan berlindung dari teriknya sengatan sinar matahari. Pada malam hari ia berjalan dengan mengikuti petunjuk bintang. Ia bertahan dari ganasnya badai gurun yang kejam dan sergapan hewan-hewan beracun di gurun. Hingga pada akhirnya setelah perjalanan yang menguras seluruh pikiran dan fisiknya ia mampu keluar dari gurun dan bertemu dengan pemandu dan bekal perjalanannya serta meneruskan kembali perjalanannya.
Sahabat semua, apabila orang tadi hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apa-apa, ia akan mati di tengah-tengah gurun. Pada siang hari ia akan terpanggang oleh panasnya matahari dan pada malam hari ia akan ditusuk oleh dinginnya gurun. Sementara itu ia tidak memiliki bekal yang cukup, maka pastilah ia akan meninggal apabila tidak ada orang yang menolongnya.
Hidup seorang manusia adalah seperti kisah orang yang mengembara tadi. Seorang manusia hidup di dunia ini telah diberi bekal yang sangat cukup dan sangat lengkap sehingga ia dapat melewati padang kehidupan dunia ini hingga tiba di ujung perjalanannya dengan senyum kepuasan dan kemenangan karena telah berhasil melewati semua rintangan yang ada.
Seorang manusia juga telah diberi segala potensi untuk melewati segala rintangan agar sampai di ujung padang kehidupan dengan selamat. Potensi tersebut bukan sesuatu yang bisa muncul dengan sendirinya. Butuh perjuangan dan ketetapan hati. Pada mulanya orang yang mengembara tadi belum punya kemampuan untuk bertahan di gurun yang keras. Ketika ia memutuskan berjalan keluar gurun, lambat laun pula ia belajar sedikit demi sedikit hingga akhirnya dia memiliki kemampuan untuk keluar dari gurun. Manusia hanya tinggal memilih untuk belajar menggunakan kemampuannya untuk berjuang keluar dari segala masalah atau memilih berdiam diri menunggu bantuan orang lain.
Bagi seorang manusia setiap hari adalah pendakian menuju puncak tertinggi. Setiap hari adalah waktu untuk mengasah kemampuan diri. Dan setiap hari adalah satu langkah lebih dekat menuju cita-cita. So, bagi yang berhenti ia hanya akan berjalan di tempat itu atau malah terperosok ke bawah karena tertimpa longsor dari atas. Dan bagi yang memilih untuk terus berjuang hingga ke puncak ia akan mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatannya..


[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Rabu, 07 April 2010

Behind MADING SCHOOL

KRIINGGG……bel istirahat nyaring berbunyi, segera aku dan beberapa temanku lari keluar kelas. Ketika sampai di salah satu lorong sekolah, langkahku terhenti sejenak. Kulihat kerumunan siswa layaknya antrean bioskop.
“Eh nggak taunya mereka lagi nampangin MADING SCHOOL“ gumamku. Tapi nggak seperti biasanya, MADING SCHOOL kali ini menjadi sorotan utama temen2, “Lha wong biasanya Cuma sebagai hiasan dinding aja kok..” tambahku penasaran. “Apa ada kasus mutilasi ya?? ahh kalo ada mungkin ya mutilasi nyamuk, emang akhir-akhir ini banyak nyamuk DB sich di ruang LAB.” ujarku dalam hati.
Tanpa pikir panjang kali lebar kucoba melempar manggis eh kucoba dekati kerumunan itu. Karena banyaknya siswa yang ingin melihat MADING dan berdesak-desakan maka kutanya saja pada salah seorang dari mereka.


“Maaph mbak sedang liat apaan sich kok antusias banget gitu? ^_^” tanyaku ramah.
“Mbak.. emang gue apaan?? nih gue Badrun, mentang2 gue belon potong rambut.” Tukas Badrun anak kelas 2BAHASA sambil cemberut.
“Eh lo..Drun soory aja, gue kira lo Marshanda mantan gue……hehehe3x”
“ Lo belon tau Rid, kalo di MADING lagi ada rubrik baru, edisi bulan ini ada polling maut” jelas Badrun sambil menunjuk ke arah MADING.
“Polling maut apaan?? Rekor penjualan jus di warung Mak Ijah??”
“ AAhhh…. elo ini pemuda kurang informasi alias PKI, rekor itu khan udah 3 bulan yang lalu. Ini polling beda Rid, lho liat tu nama guru2 yang kepampang di MADING” Badrun mengajakku mendekat ke MADING.
“ Lho ini kan guru2 kita Drun? kok dikasih rating kaya artis yach??”
“ Gue khan udah bilang tadi, kalo ini beda maasss…polling ini menentukan guru siapa yang terkategori paling tidak disenangi dan paling ditakuti!!! Hiiiii” ujar Badrun si anak gondrong.
“Oooo…”
“O itu bulet Rid, Eh ngomong2 lho apa udah ngisi polling itu dari anak-anak MADING?” tanya Badrun santai.
“Ngisi?? buruan ngisi dapet aja nggak??” “…….Astaghfirullah”
“Emang kenapa? ini khan baru namanya DEMOCRAZY ups demokrasi, transparansi, proporsional dan signifikan??“ jelas Badrun sambil menggerak-gerakkan bahu dan tangannya.
Lalu aku dan temanku yang antusias melototi Mading ini kuajak ke warung Mak Ijah, “Ku traktir Drun!!“ tawarku agar dia mau. Sesampainya di warung Mak Ijah segera kupesan 2 gelas jus “alpukat mocca“ jus dengan rekor penjualan terlaris di sekolah.
“Sruput...ahhh suegerrr!!!makasih ya Rid!! lo mau ngomong apaan Rid kok bawa2 traktiran segala??“ tanya Badrun sambil mengaduk jusnya.
“Drun jujur saja sebenarnya gue nggak suka sama yang namanya DEMOKRASI, lo tau khan What the mean of DEMOCRAZY?“ tanyaku ngetes ke dia.
“ Demokrasi itu intinya kedaulatan di tangan rakyat, dengan suara terbanyak dan kesepakatan mayoritas suatu hukum disetujui. Gituu” Badrun bersemangat.
“ 100 buat Badrun. Nah ini kelemahan Demokrasi Drun, suara terbanyak!! bayangin drun, kebenaran dan keadilan versi demokrasi sifatnya relatif ato bisa dibilang sesuatu yang benar tergantung kepada pendapat banyak orang.“
“ Sruputtt.... Contohnya??“ Tanya Badrun.
“ Guampang banget Drun, contoh kasus polling guru tadi…dengan suara terbanyak kita langsung jadi tau siapa guru yang Killer alias ditakuti. Padahal nggak semua sifat keras dari guru dinilai sebagai hal yang merugikan muridnya”
“Satu contoh lagi Drun, selama ini Demokrasi sepenuhnya nggak berhasil diterapkan di dunia. Coba lo liat di televisi atau browsing aja di internet, kala itu AS (Amerika Serikat) yang hobbinya gemar kampanye penegakan demokrasi eh malah menjadi negara besar pertama yang melanggar sendiri demokrasi. Di saat rakyatnya menginginkan kedamaian di dunia. Lek Bush beserta kawan2nya tetap menginvansi (invansi: menjajah, mengeksploitasi, menyerang) Irak dan Afganistan. Lha kalo gitu gimana hayo?? ^.^”
“ Sebenarnya Demokrasi cuma dijadikan alasan untuk meraih tujuan terselubung persisnya kita dibuat kabur dan nggak jelas mana yang benar dan mana yang salah, karena sekali lagi kebenaran berdasar suara mayoritas.”jelasku pada Badrun yang khusuk mendengar ceramahku.
“Waahh GASWAT eh GAWAT itu Rid. Kalo kita tau demokrasi seperti itu, apa solusi alternatipnya?? Sruupuuutt“ tanya Badrun penasaran.
“ Nggak usah jauh-jauh Drun, untuk cari solusinya pake aja Quran dan tuntunan Rosulullah Muhammad Saw. Bisa dibuktikan bahwasannya Islam mengatur tentang kehidupan kita dari segala aspeknya. Bahkan untuk membuat Jus alpukat mocca pun ada aturannya.“ sambil kusampaikan potongan ayat
“(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.“
“ Nggak mungkin Allah Swt menurunkan Al Quran yang didalamnya tidak mengatur tentang kehidupan ini, itu namanya Hil yang Musatahal maksudnya Hal yang mustahil.^_^“ tambahku.
“ Berarti kita kudu ngaji nih, biar tau mana yang salah dan mana yang benar?!!“ Badrun menyimpulkan sambil memegang erat gelas jusnya.
“Thats Right Brother!!“ balasku.
Jus alpukat mocca bener-bener cocok menemani dialogku dengan Badrun saat itu. Kami pu beranjak memasuki kelas dan berencana menyusun artikel tentang Kelemahan Demokrasi dan Islam sebagai solusi hidup di MADING SCHOOL. Tentunya dengan 4 bahasa yaitu Arab, Inggris, Mandarin dan Indonesia karya Badrun dan temen2nya.
(gs)
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]

Selasa, 06 April 2010

Makna pilu sebuah janji palsu

Suatu siang,di tengah tengah kesibukan kota, di samping perempatan lampu merah kota Malang, terlihat dua orang bocah, Gito dan Aan yang sedang sibuk memelototi lembaran koran yang mereka bawa. Memang keduanya adalah penjaja koran “pagi” di kota itu.
“ Berapa To koranmu yang udah laku?” Tanya Aan.
“ Alhamdulillah….dari 15 yang kubawa udah terjual 8 lembar…”sahut Gito sambil menghitung kembali lembaran-lembaran koran yang dibawanya.
“ Aku juga To…koranku laku banyak pokoke!! Ya, beruntunglah hari ini nasib baek memihakku.”
“ Nasib?? Nasib yang mana An?? Kalo aku pikir koran pagi ini emang temanya menarik sich! Coba kamu liat! Headlinenya aja ngomongin kita lho..” terang Gito kepada teman seperjuangannya.
“ Tema yang mana?? Ngomongin kita? Emang kita personel Kangen Band yang mau konser di Hongkong? Ta'ban dech…” cerocos Aan.
“ Ah lo itu gimana sih? Ini, baca deh. Orang Miskin Di Indonesia tambah buanyak!! Kita kan ORANG MISKIN. Jadi berita koran pagi ini intinya menceritakan hidup kita, heh..emang bener kita ngga' kalah tenar lho dengan Luna Maya ato Kangen Band tadi.”jelas Gito sambil menunjukkan koran tersebut kepada Aan.


“ Miskin!!! Kita miskin??!!” teriak Aan tiba-tiba.
“ Sabar dulu An, emang sich kita miskin. Cuman nggak harus gitu cara ngresponnya..
Kita seperti ini juga karena ngga' ada pilihan laen. Elu masih ingetkan janji Pak Wali? Katanya sekolah gruatiss tis, nyatanya skarang belum juga gratis. Kalo sekolah aja yang penting susahnya dijangkau kaya gitu, trus bagaimana dengan kebutuhan lain yang lebih penting? Kaya nyari makan misalnya?” Gito nggak mau kalah.
Siang bertambah panas, terik matahari begitu angkuhnya memayungi kota Malang saat itu. Seakan tak peduli dengan celoteh dua anak yang sedari tadi setia menunggui lampu merah.
Aan membuka kembali dialognya setelah mondar mandir menjajakan korannya. “ To! Tapi aku berpendapat laen.”
“ Pendapat apa An?” Tanya Gito penasaran.
“ Orang-orang penting di negeri ini, sebut aja Pemerintah ternyata konsekuen dengan janjinya, lho!” Jawab Aan.
”Hah, konspermen? Makanan apa tuh? Oalah An, kamu kan tau kalo aku ini orang ndeso. Kalo ngomong pake bahasa yang sepesipik aja, lho!” timpal Gito kebingungan.
”Bukan konspermen, tapi konsekuen. Artinya, pemerintah bisa memegang perkataan plus janjinya, gitu lho!” terang Aan yang tidak sependapat dengan Gito, tentang penilaiannya terhadap Pemerintah.
“ Lho aku jadi ngga' mudeng, bukannya tadi udah tak bilangin kalo kita ini korban, pendidikan mahal, beli makan juga mahal? wes pokoke betul katamu tadi, pokoknya NASIB!!” sangkal Gito.
“ Ta' ban Dech…masa' kamu nggak tahu tuh ada pasal waktu kita hapalkan saat tahun kedua sekaligus yang terakhir di SD?” Aan menimpali.
“Hah, pasal yang mana ya, An. Aku udah lupa, maklum udah enam tahun kita nggak makan bangku sekolah lagi.” Jawab Gito, sambil mengenang saat mereka berdua harus dikeluarkan dari sekolah gara-gara nggak mampu bayar SPP.
“Itu lho, To. Pasal 32 yang menerangken “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Terang Aan sambil berdiri mengikuti gaya Pak Lurah berpidato.
“ Terus hubungannya dengan pemerintah memegang janjinya apa? Toh, sekarang fakir miskin dan anak2 terlantar makin menjamur plus jamuran gara-gara gizi buruk?” Tanya Gito menyela.
“ Lha iya..Pemerintah memelihara fakir miskin itu artinya, Dijaga dan dilestarikan biar tambah banyak dan terus berkembang. Permisalannya kita memelihara tanaman, jelas donk untuk bisa tumbuh subur dan tetep ada harus dipelihara dengan baik. He hehe…” Aan gokil jadinya.
“Wah, kalo ini aku sepakat sama elo, An! Ya baguslah, paling tidak pemerintah masih peduli dan bangga dengan keberadaan kita. Setidaknya, di luar negeri, pemerintah masih bisa membanggakan jumlah orang melarat yang sangat banyak. Tapi ngomong-ngomong An, walaupun semakin hari kita semakin terkenal, tapi kita kok nggak kaya-kaya ya? Beda kaya' grup band-grup band sekarang. Mereka terkenal, masuk tipi terus dapet uang. Kalo orang miskin, tiap kali ada acara berita di tipi, selalu muncul. Tapi kok nggak pernah dibayar, ya?” Terang Gito dengan polosnya.
”Oalah To, ya bedalah. Mereka yang terkenal dan bisa jadi kaya itu awalnya memang udah disponsori oleh pihak-pihak tertentu. Terus mereka dibayar untuk tampil menghibur penonton televisi. Nah, kalo kita nggak lain dan nggak bukan, lagi-lagi cuma jadi korban belaka. Dengan maraknya kemiskinan yang makin merebak, pemerintah mencari pinjaman sana-sini dengan menjadikan kita dan orang miskin lainnya sebagai alasan.” Jelas Aan.
Kemudian Aan kembali membuka lembaran koran yang sedari tadi ditentengnya dan kembali memberi penjelasan kepada Gito,”Nih, kalo ga percaya. Disini dikatakan, pemerintah sudah mendapatkan pinjaman dana segar sebesar 13 Triliun Rupiah. Tapi ternyata, uang sebanyak itu nggak pernah ada realisasinya. Tau nggak, arti realisasi? Artinya, pinjaman tersebut nggak pernah terlihat wujud nyatanya. Parahnya lagi, uang sebesar itu, hanya dinikmati oleh beberapa gelintir orang saja. Tapi ternyata pemerintah nggak sekedar dapet pinjeman doang. Mereka punya yang namanya kontrak politik. Jadi, setelah pinjem duit, pemerintah harus memenuhi permintaan debitornya. Misalnya aja dengan menanamkan modal di perusahaan-perusahaan di negeri kita. Dan ini sudah terbukti, hampir semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak memihak rakyat. Tapi cuma memihak orang-orang berduit.”
”O, gitu ya! Ternyata ada ya, bapak-bapak kita yang nakal seperti itu? Tapi kan, enak kalo banyak yang menanam modal disini, berarti peluang kerja akan semakin besar. Jadi kita bisa memperbaiki nasib kita?” Gito menanggapi. Nampaknya kali ini, dia semakin mudeng.
”Waduh, ta'ban deh! Tau nggak To, dengan adanya penanaman modal asing disini, kita bakal makin kesusahan. Soalnya harga-harga jadi tambah mahal. Contohnya aja, harga minyak yang semakin meroket. Akibatnya, dampak kenaikan BBM merambat kemana-mana, termasuk harga sembako yang juga naik. Apalagi, sekarang ada gagasan untuk membuat energi alternatif dari bio-etanol, yang bahan bakunya adalah beberapa bahan pangan pokok, seperti jagung, singkong dan lain-lain. Setelah itu, bahan makanan bakal jadi langka, habis gitu harga naik. Nah, inilah kesempatan pihak asing untuk mengimpor produk-produk mereka ke negeri ini, malah dengan kualitas yang lebih bagus dan harga murah. Akhirnya, produk lokal nggak akan diminati karena harganya mahal. Setelah itu, petani akan rugi. Ujung-ujungnya, kita lagi yang kena dampaknya.” Wajar, jika Aan lebih banyak tahu tentang masalah ini. Maklum, sambil berjualan dia juga menyempatkan waktu untuk membaca koran yang akan dijual.
”Wih, ternyata kamu pinter banget ya, An? Aku bangga lho, punya temen yang walaupun cuma penjual koran, tapi otaknya encer seperti kamu! Oiya, tadi ada yang belum kamu jawab. Gimana dengan peluang kita kerja di perusahaan asing itu?” Gito semakin ingin tahu.
”Enak aja, bilang otak gue encer, otak gue itu padat dan masih tersimpan di dalam tengkorak kepalaku! Tapi, karena kamu udah ngefans sama aku, akan aku jawab pertanyaan kamu. Gini, To. Mereka itu kan kerjanya profesional banget, tentunya tenaga kerja yang mereka ambil adalah orang-orang yang terdidik dan terlatih dalam bidangnya masing-masing. Nah, kalo kita mau jadi pegawainya paling-paling cuma jadi pegawai rendahan aja. Lha wong, sekolah aja kita cuma sampai S2 alias SD kelas 2. Kita nggak bisa sekolah kan, gara-gara pendidikan mahal. Ya tetep aja, kita jadi korbannya. Cuma cara yang mereka gunakan lebih halus, jadi seakan-akan kita nggak merasakan kalo kita udah ditipu habis-habisan.” Jelas Aan panjang kali lebar sama dengan luas.
”Ooo, jadi gitu ya! Jadi sama aja donk, orang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya, bener nggak An? Seperti Popeye mati di ladang bayam ya? Negeri kita punya banyak kekayaan alam, tapi nggak sepadan dengan keadaan kita yang selalu kekurangan. Gimana menurut kamu, An?” kali ini Gito semakin paham.
”Wah, ternyata kamu udah ketularan virus pinterku To?! Ya, bener banget yang kamu katakan. Ya ginilah keadaannya, kalo manusia sok pinter. Semua-semua maunya bikin aturan sendiri. Padahal manusia kan bodoh. Bahkan nggak ada seorangpun didunia ini yang bisa melihat kedua lubang hidungnya tanpa menggunakan alat bantu. Nah, gitu aja udah sombong. Suka semau udel dan perutnya sendiri. Lha wong sebenernya, manusia kan udah diberi petunjuk oleh Allah dalam hidup. Tapi kenapa kita nggak mau pake aturan Islam aja? Emang ada, orang Islam yang meragukan kehebatan-Nya. Kalo udah mengakui kebesaran dan kehebatan-Nya ya udah, manut aja (baca:menurut saja red.) sama Allah, gampang kan?” Sekali lagi Aan menjelaskan dengan serius.
”We'e'e'e.... ternyata kamu itu emang temenku yang paling pinter, euy! Iya, ya. Kok selama ini aku nggak sadar, kalo udah punya agama yang komplit plus luar biasa ini. Ya wes, mulai sekarang aku bakal belajar Islam supaya bisa mengajarkan sama adik-adikku dan orang yang lain. Oke, An!” Jawab Gito sambil mengakhiri dialog hangat siang itu.
Sinar mentari kian memudar, dan lembayung senja yang makin merona mengantarkan dua orang sahabat itu berjalan untuk menyetorkan hasil penjualan koran mereka masing-masing.
”Oiya An, dari tadi kamu bilang ta'ban, ta'ban melulu. Emang apa seh, artinya ta'ban itu? Itu bahasa Perancis atau Portugis? Aku nggak mudeng!” tanya Gito.
”Oo, ta'ban itu artinya capek. Itu berasal dari bahasa Arab. Jadi waktu aku bilang ta'ban deh, itu artinya capek deh, gitu To!” jawab Aan.
”Lho bukannya capek itu uang seratus perak?” Gito kembali bertanya.
“Itu mah, cepek To! Kamu lupa ya? Aan menjawab dengan sabar.
”kalo cepek itu kan, model potongan rambut yang pendek banget itu?” Gito mulai ngelantur.
”Dasar Gito, otaknya nggak stabil. Kadang naik, kadang turun.” Aan menimpali dalam hati.[gs]
[ B a c a - S e l e n g k a p n y a . . . ]