Sabtu, 10 April 2010

Atur keberuntunganmu ,..

Matahari belum lama meninggalkan langit hari ini. Masih membekas senyuman ramah matahari di langit barat. Seolah matahari ingin mengucap terima kasih atas kebahagiaan yang didapat ketika menemani manusia pada hari itu. Manusia pun larut dalam indahnya rembulan bersama bintang malam. Bersyukur atas apa yang didapat hari ini. Dan tertawa bahagia bersama keluarga tercinta dan teman yang setia.
Tapi kayaknya hal itu gak berlaku buat si Jambul ( bukan nama sebenarnya ). Gimana nggak, dalam satu hari ini aja udah berapa kesialan yang nongol dalam hidup indahnya. Pagi hari udah terpaksa olahraga nuntun sepeda karena ban bocor di tengah jalan. Siang hari, kena marah sama Pak Guru gara-gara gak bawa PR. Sore hari nyaris digebukin orang sekampung gara-gara bola yang di tendangnya mencederai seorang nenek, sebuah pot bunga, sebuah kaca jendela, dan seekor kucing. Kurang parah apa nasib si Jambul ini.
Nasib si Jambul memang sial hari ini, tapi yang namanya sial tidak hanya menimpa si Jambul aja. Setiap manusia pasti pernah mengalami hal yang serupa meskipun kejadiannya gak sama. Bahkan saking seringnya kesialan itu datang maka muncul istilah seperti hari sial, angka sial, sepeda sial, barang sial, dan bahkan sialan.
Kalau ngomongin masalah sial pastinya gak lengkap kalau gak ngomong masalah untung. Yups, untung dan sial itu seperti kakak-adik. Kalau ada sial, pasti ada beruntung. Kalau sial itu selalu berhubungan dengan sesuatu yang gak enak, kalau beruntung itu pasti selalu berhubungan dengan hal-hal yang enak. Tiba-tiba nemu uang di jalan. Ato mungkin kita pernah lupa mengerjakan tugas tiba-tiba besoknya tugas tersebut gak jadi dikumpulkan. Nah itu baru yang namanya beruntung.
Yups itulah bumbu kehidupan kita. Ada saatnya kita beruntung, ada saatnya kita sial. Sebagai manusia normal yang waras tentunya kita selalu ingin dapet keberuntungan terus menerus dan gak pernah dapet sial. Tapi sayangnya yang namanya keberuntungan dan kesialan memang itu datangnya tidak dapat diduga. Ibaratnya datang tak dijemput, pulang tak diantar.
Tapi GreenSoul pingin bagi-bagi rahasia nih. Ini adalah rahasia untuk mengatur keberuntungan dan kesialan kita. Tentunya kita semua mau untuk selalu beruntung tiap harinya dan jauh dari sial. Mau tau gimana caranya ? Tetep ikuti aja tulisan yang mau lewat berikut.

Hukum Alam

Bumi dan alam semesta ini sudah tercipta ratusan juta tahun yang lalu. Dan sejak dahulu kala, dunia yang kita tinggali sekarang telah tercipta dengan ukuran yang pas dan seimbang. Coba aja kita lihat komposisi udara kita. Udara kita tersusun atas 70 persen Nitrogen, 27 persen Oksigen, dan 3 persen Karbon Dioksida dan gas lainnya. Kalau kita ubah dikit aja komposisi karbon dioksida jadi 5 persen, maka jadilah yang namanya Gombal Warming, eh salah Global Warming. Kalau misal jumlah Oksigen itu ditambah jadi 50 persen, maka hasilnya lebih gawat lagi. Coz karena Oksigen banyak, maka setiap gesekan yang terjadi bisa menghasilkan api. Nah Gawat kan.
Nah itulah hebatnya Allah tuhan kita. Dan lebih hebatnya lagi, untuk menjaga keseimbangan itu Allah juga menciptakan yang namanya Sunnatullah alias hukum alam. Hukum alam ini yang membuat ukuran-ukuran di dunia ini tetap seimbang. Ketika manusia bernafas maka manusia mengeluarkan karbon dioksida. Kemudian karbon dioksida dikembalikan lagi menjadi oksigen oleh tumbuhan. Hukum alam ini yang kemudian dipelajari oleh manusia sehingga lahirlah pelajaran Biologi, Fisika, dll, dkk.
Pastinya semua yang ada di alam dunia akan mengikuti hukum alam tersebut. Ketika kita melempar bola pasti jatuh ke bumi. Tidak ada satu perbuatanpun yang keluar dari hukumnya Allah ini. Termasuk pula seluruh perbuatan manusia.
Setiap perbuatan manusia pasti memiliki sebab dan akibat. Gak mungkin dong kalau manusia itu berbuat tanpa sebab. Kalau ada pun itu hanya orang yang gak waras aja. Dan setiap perbuatan pasti nanti ada akibatnya. Akibat itu selain kepada lingkungan sekitar juga akan kembali ke diri pelakunya tersebut. Jika kita makan banyak akibatnya makanannya habis dan kenyang. Kalau kita makan sedikit akibatnya ya makan lagi. Begitu pula kalau kita bersedekah. Ketika kita bersedekah akibatnya membuat orang lain senang. Tapi selain itu ada akibat lain juga. Ketika kita bersedekah pastinya ada kebaikan yang akan datang kembali kepada kita.
Banyak orang yang kemudian menyebut kasus tadi sebagai hukum karma. Hukum ini memang belum bisa dibuktikan oleh hukum fisika. Bahkan orang sejenius Einstein belum bisa membuktikan kebenaran hukum karma itu. Tapi bukan berarti hukum karma itu tidak ada.
Kalau mau bukti, buktinya buanyak sekali. Masih inget kan dengan kata-kata terkenal dari ustad Yusuf Mansyur. Beliau pernah mengatakan kalau kita bersedekah maka akan dikembalikan 10 kali lipat. Sekarang kita lihat aja orang-orang kaya di bumi Allah ini. Sebagian besar orang yang kaya adalah orang-orang yang suka menyumbang untuk amal. Liat aja bos besar Microsoft yaitu si Bill Gates. Bill Gates itu suka sekali menyumbang untuk kegiatan amal. Dan bukannya berkurang kekayaannya tetapi justru kekayaannya semakin bertambah. Mau bukti lagi kita liat aja ratunya talkshow dunia. Siapa lagi kalau bukan si Oprah Winfrey. Semua orang udah tau kalau si Oprah punya banyak lembaga amal untuk membantu orang-orang miskin. Dan hasilnya dia bisa tambah kaya.
Masih kurang buktinya. Coba kita kembali ke masanya para sahabat. Kita pastinya udah kenal dong dengan sahabat Utsman bin Affan. Utsman ini adalah sahabat yang terkenal kaya raya. Tapi kalau kita lihat dalam sejarah udah berapa kali dia menyumbangkan hartanya untuk umat Islam. Dia pernah mengeluarkan sebagian besar hartanya untuk membiayai pasukan Islam. Ketika di Madinah terjadi kekeringan dia juga pernah memberikan makanan gratis kepada penduduk Madinah. Tapi bukannya tambah miskin, malah dia semakin kaya.
Nah itu baru dari sisi sedekah aja. Coba kita lihat sisi baliknya. Sekarang coba kita lihat hidup para kriminil-kriminil berdasi alias para koruptor. Kalau kita lihat para koruptor itu pasti punya duit yang banyak. Dan tentunya duit itu banyak yang gak halal. Tapi pastisuatu saat ada aja masalah yang dateng ke para koruptor itu sampai nanti uang gak halal itu hilang. Bisa aja anaknya yang nakal minta ampun sampai menghabiskan uang ortunya. Bisa juga kena penyakit aneh-aneh yang butuh biaya banyak untuk berobat. Kisah seperti ini tu banyak dialami oleh orang-orang yang duitnya gak halal.
Masih kurang buktinya ? Kalau bukti banyak sebenernya. Tapi kalau ditulisin di sini semua gak bakal cukup. Yang jelas semua bukti ini semakin memperkuat adanya hukum karma. Kebaikan pasti dibalas kebaikan dan keburukan pasti dibalas keburukan.

Perbanyak Keberuntunganmu

Yang kita sebut keberuntungan dan kesialan itu tak lain dan tak bukan adalah akibat hukum karma tersebut. Hukum karma memang terbukti dalam kehidupan manusia, akan tetapi balasan hukum karma ini datangnya gak langsung. Ketika kita bersedekah gak langsung ada uang yang jatuh dari langit. Begitu pula ketika kita berkata kotor. Gak langsung kita ditampar oleh Allah. Kadang datangnya selang sehari, kadang datangnya seminggu, kadang datangnya tahunan. Yang jelas pasti datang.
Nah kalau udah tau asalnya keberuntungan, pasti tau juga kan gimana caranya agar banyak beruntung dan sedikit sial. Yups, caranya hanya dan hanya dengan berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk. Hanya dengan berbuat baik kita bisa mendapat keberuntunagn di lain hari. Kalau kita tambah memperbanyak keburukan kita, maka justru banyak kesialan yang akan didapt di kemudian hari.
Berbuat baik ini pastinya ukurannya bukan ukuran manusia. Baik buat satu orang belum tentu baik untuk orang lain. Maka dari itu ukuran baik dan buruk itu datangnya dari Allah. Jadi kalau kata orang pacaran baik, kalau kata Allah pacaran itu buruk pastinya pacaran itu jadinya buruk. Dan pastinya kalau kita melakukan itu pasti nanti ada kesialan yang menghampiri kita di kemudian hari.
Satu lagi yang perlu diingat nih. Perbuatan yang berbeda pastinya balasannya berbeda. Bersedekah tentu beda imbalannya dengan dakwah. Sholat tentu berbeda dengan mengaji. Ukuran ini sekali lagi yang nentuin adalah Allah. Allah sudah menetapkan dakwah, sholat, puasa sebagai yang wajib. Dan yang wajib tentunya lebih tinggi dari yang sunnah. Yang sunnah tentunya lebih tinggi dari yang mubah. Begitu pula untuk tindakan buruk kita. Allah sudah menentukan yang mana yang parah dan mana yang nggak.
Nah itu tadi bila kita mau mengatur keberuntungan di dunia. Kita harus banyak berbuat baik dan meninggalkan yang buruk. Dan bukan saatnya kita berbuat baiknya cuman sedekah atau sholat sunnah aja. Sudah gak jaman lagi. Sekarang saatnya kita berburu keberuntungan dengan banyak berdakwah. Coz dakwah tu pekerjaannya nabi dan para sahabat.
Dan yang perlu diinget lagi nih, hukum karma ini berlaku untuk semua manusia tanpa peduli ras, suku bangsa, dan agama. Orang yang bukan muslim ketika bersedekah juga akan mendapat balasan yang sama di dunia. Nah bedanya nanti di akhirat. Seorang muslim ketika berbuat baik selain dapat balasan di dunia, bisa juga menabung balasan di akhirat. Tapi gak semua perbuatan kita bisa jadi tabungan di akhirat kelak. Syaratnya jika dan hanya jika perbuatan baiknya itu dilakukan untuk mendapat ridho Allah. Gampang kan.
Oh iya ada yang lupa belum disampein. Yang namanya keberuntungan ama kesialan waktu datangnya gak bisa kita atur. Bisa aja datang besok, bisa aja datang tahun depan. Tapi inget sahabat semua, keberuntungan dan kesialan pasti didatangkan pada waktu yang pas oleh Allah. Waktu yang pas ini bisa jadi sama dengan waktu pas bagi kita bisa jadi juga berbeda. Mungkin kita udah banyak dakwah, banyak beribadah, eh tapi hidup kita masih sial melulu. Bukan berarti teori ini salah. Cuma balasan kebaikan ini belum saatnya aja turun karena waktunya gak baik. Dan menurut Allah sekarang tu waktu yang baik buat mengurangi tabungan keburukan. Di lain waktu ketika kita bener-bener butuh keberuntungan pastinya balasan itu akan datang.
Nah sekarang mau nunggu apa lagi ? Saatnya kita perbanyak dakwah dan ibadah kita. Coz itulah tabungan kebaikan dunia sekaligus tabungan akhirat kita. Dan ingat yang lebih tau tentang kita adalah Allah, jadi serahin aja waktu datengnya balasan kepada Allah. Dijamin Allah gak akan dholim mengurangi jatah balasan kebaikan kepada kita.(gs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar