Jumat, 09 April 2010

Be smart,YUUUKK..?!!

Remaja. Ya, topik yang ngga' akan pernah habis-habis nya untuk di bahas. Ketika mendengar tentang ini, apa sih yang terbayang d benak sobat muda semua? Remaja mah ngga' boleh kuper. Remaja ya kudu punya banyak 'doku' dunk. So pasti, kudu ngikuti perkembangan zaman lah. Kalo ad baju model baru, ya ngga' cuma diliatin, tapi ya di beli trus d pake dunk. Kalo ada model rambut baru, itu mah style yang lagi trend saat ini. Cape' deh kalo Qta sampe ktinggalan start untuk ngikutin. So,, kalo perlu, liat tuh majalah ini, majalah itu,, tOp abyz deh bahas all about teens. Ato minimal, liat di tivi-tivi lah gossip-gosip terbaru. Pokoknya, amit-amit kalo jadi remaja yang kuper, ngga' trendi, 'n ngga' gaul..
Yah, itulah deretan jawaban yang pernah nongol dalam forum antar remaja di situs internet. Jadi remaja ngga' boleh kuper, yang jelas kudu gaul. Hal serupa juga saya dapatkan dari beberapa majalah remaja. Mindset yang ada pada mereka adalah 'be a trendy boy' ato 'be a trendy girl'.


Prend, tahukah kamu bahwa sebenarnya yang ditawarkan oleh majalah, televisi, internet dan media massa yang ada saat ini sesungguhnya adalah gaya hidup? Kalo belom, smOga kamu nggak termasuk orang2 yang berada dalam keadaan tidak sadar, cOz stiaP amal perbuatan Qta kelak akan di hisab oleh Allah SWT.
Fenomena yang hingga kini melekat sebagai image di dalam diri remaja ini, sejatinya adalah gaya hidup. Gaya hidup seperti apa? Gaya hidup yang menggiring Qta kepada gaya hidup konsumer. Budaya konsumer yang diartikan sebagai bentuk budaya materi, yaitu budaya pemanfaatan benda-benda (Lury, 1998). Hal ini pernah dialami oleh masyarakat Eropa-Amerika kontemporer yang merupakan negara kaya di dunia ini kemudian ditiru oleh masyarakat dunia lain, seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Qta.
Budaya konsumtif ini merupakan salah satu upaya dalam peningkatan gaya hidup (lifestyle). Dalam budaya konsumen kontemporer, gaya hidup yang dimaksud adalah gaya hidup yang lebih ke arah kesadaran diri dan suatu bentuk pengungkapan diri. Hal ini identik sekali dengan majalah pakaian, all about tubuh, cita rasa, pilihan berlibur, dan lain sebagainya yang kemudian menjadi indikator gaya hidup remaja .
Jadi, jelaslah sudah bahwa apa yang dilakukan oleh media massa-media massa tersebut merupakan 'usaha' untuk mengajak remaja mempunyai kesadaran baru sebagai 'remaja gaul'. Untuk menjadi remaja seperti itu, mereka dididik untuk mengkonsumsi barang-barang kluaran tipe terbaru, seperti haPe, LaptoP, fashion, de-el-el sebagai indikator bahwa mereka adalah bagian dari remaja gaul tadi. Dalam diri mereka juga ditancapkan anggapan bahwa barang-barang tipe-tipe lama adalah 'sampah' yang sudah tidak layak pakai, alias sudah kuno, basi, 'n ketinggalan zaman. Dan seandainya barang-barang jadul itu masih kamu pake, tidak ayal kamu bakal tersingkir dari komunitas remaja gaul tadi. Lantas, apa sih sebenarnya yang menjadi masalah? Jadi remaja gaul kan ngga' salah,, ngga' melanggar aturan kan?
Prend, media massa merupakan media bagi Qta, remaja untuk belajar sesuatu. Namun sayang sekali, 'pelajaran' yang ditawarkan oleh media massa seperti internet, majalah remaja, televisi, dan kawan-kawan itu tidak semuanya sehat. Kenapa bisa begitu? Soal gaya hidup yang dibahas sejak tadi itulah contohnya.
Fenomena ini mudah untuk ditemui di sekitar Qta. Lantas, kenapa itu bisa terjadi? Sobat muslim, para ahli psikolog mengungkapkan bahwa 'orang muda' alias remaja adalah kelompok yang mudah dibentuk oleh pasar. Remaja adalah kaum yang berada di tengah-tengah jalan antara masuknya nilai-nilai tradisional seperti pola hidup hemat dan tanggung jawab, dengan nilai-nilai baru seperti sikap hidup konsumtif dan hedonisme.
Ajaran untuk senantiasa menikmati hidup dengan mengkonsumsi barang-barang baru, memanfaatkan waktu senggang dengan berlibur ke luar negri, dan sebagainya ini menggiring kaum muda untuk berpola hidup tidak hemat dan menjauh dari pola hidup sederhana. Para psikolog menyatakan pula apabila sikap ini akan terus terpupuk hingga remaja itu tumbuh menjadi dewasa dan ketika nantinya dia bisa mencari uang sendiri.
Hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah sosial yang besar. Ketika jumlah penganut pola hidup konsumtif ini kian bertambah besar, pola hidup ini akan menjadi pola hidup yang sulit untuk dilepas, sehingga berakibat makin tumbuh suburnya masyarakat yang konsumtif.
Hm, kembali lagi ke fakta bahwasannya remaja itu masih tergantung dengan yang namanya ortu, sehingga untuk masalah uang pun, remaja masih nodong ortu. Nah, kalo kamu terbiasa dengan pola hidup konsumtif seperti mengkonsumsi komik de el el, so pasti uang kamu bakalan ludes. Apalagi jika dia bukan orang “the have”, wah,, kasian banget kan, karena pingin dapet predikat remaja gaul, malah jadi tambah merana. Padahal, kalo remaja hanya ikut-ikutan trend dengan membeli barang yang belom tentu memberi manfaat bwt dirinya, pengeluaran tiap harinya bakalan membengkak. Huks, huks. cOz barang tersebut dibeli tanpa melihat fungsinya. Hm, contohnya ketika kamu punya haPe monophonic, trus melihat ada model keluaran haPe model Polyphonic bahkan yang seri blekberi, kamu tergoda untuk membeli nya karena merasa haPe monophonic-nya sudah ngga' zamannya dan ngga' sesuai gitu sama identitasnya sebagai remaja gaul.
Oya, ketika si remaja benar-benar dalam keadaan ngga' mampu dan berusaha untuk memiliki apa yang diluar kemampuannya tadi seperti berusaha membeli haPe model baru, yang dampak yang bisa timbul adalah rasa frutasi, soalnya secara psikologis remaja tersebut sedang berada dalam kondisi labil dan mudah terpengaruh. Bahkan secara psikologis, apabila keadaan ini terus berlanjut, akan sangat mudah sekali berdampak ke hal yang lebih buruk lagi, seperti mencuri, dan sebagainya. Hwaaa,, naudzubillah
Prend, kehidupan yang teramat kompleks ditunjang dengan informasi dan keterbukaan dunia di era globalisasi ini memang patut disadari membuat remaja zaman sekarang gampang kehilangan arah dan cenderung terkotori pemikirannya. Nah, kalo sudah kayak gini, bagaimana ce Qta sebagai remaja muslim menjiwai Islam taPi tetap tampil trendy?
Prend yang semoga dirahmati oleh Allah, cobalah berpikir tentang kehidupan yng kamu jalani. Kalo ditelisik lebih mendalam. ternyata remaja gaul tidak dilihat dari segi fisik saja. Remaja gaul bukan berarti kudu paham sama yang namanya bahasa gaul, sering ke Mall, pake baju yang ngikutin trendy, ataupun hafal lagu yang lagi hits. Sebagai muslim, boleh banget koQ kalo Qta maw gaul. Nah, remaja gaul disini adalah muslim ataupun muslimah yang tahu keadaan dunia kemaren 'n sekarang, dan senantiasa berpedoman sama Al Qur'an dan As Hadist (so kpribadian yang kayak Rasulullah gtuh).
Misalnya, buat temen-temen cewek nie. berjiLbab bukan berarti menjadikan kamu ngga' gauL. Tapi, kewajiban itulah yang dapat menjaga kehormatan muslimah. Alhasil, kamu kudu ngerti, apa sebenarnya standar yang harus digunakan dalam hidumu. Standar manusia, atau standar Sang Khaliq?
Jadi, bertaqwa bukanlah halangan untuk menjadi anak gaul. Karena bertaqwa dan gaul dalam arti berwawasan luas dan memahami arti kehidupan Itu emang udah kewajiban Qta sebagai umat musLim. Ngga' bisa dipungkiri kaLo kaum remaja sekarang banyak yang jadi korban mode. Nah. Solusinya gampang aja. Bwt Qta remaja muslim, buat ciri khas yang ngga' dimiliki oleh kaum2 yang lain aja, yaitu trend Islami. Secara gitu, gimana Qta maw menyebarkan Islam, kalo sebagai remaja Islam sendiri belom mencerminkan perilaku Islami. Lagipula dengan dakwah, Qta bis jadiin orang lain berwawasan luas dan ngeh tentang kehidupan kan?
Pada hakikatnya, Qta nggak perlu kebingungan untuk hidup. Bukankah Qta udah diberi petunjuk oleh yang menciptakan Qta? Kalo Prend masih ada yang ngerasa bingung, atau masih menjalani hidupnya seperti air, yang mengalir entah kemana, pegangan aja sama pedOman dari Allah Yang Maha Pencipta. Apalagi kalo bukan Al-Quran dan As-Sunnah yang isinya kompliiiiiit bangeet, ngga' cuma berisi aturan, tapi uda ada tata caranya. Bisa bikin jadi lebih gaul lagi. Enak kan? Kurang apa gtu low?
sO, mari bersama menjadi remaja Islam yang berpegang teguh dan istiQomah dalam menda'wahkan dan menyebarkan Islam. Inilah yang dinamakan smart. Oke di dunia, bisa juga dapet surga. Asik kan? [gs]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar