Minggu, 11 April 2010

Sang Pemberani, Ibnu Mas'ud

Sebuah mutiara yang cantik tak lahir dari tempat yang indah. Kalimat ini yang kayaknya layak disandang oleh sahabat nabi yang satu ini. Dia bukan orang yang tinggi besar. Dia bukan pula orang kaya dan punya jabatan. Tapi kalau ngomongin keberanian dan perjuangannya untuk islam gak ada yang bisa nyamain deh. Tinggi keberaniannya jauh melebihi tinggi badannya. Harta keikhlasannya lebih banyak dari harta aslinya.
Dia adalah Abd'ullah bin Mas'ud. Seorang sahabat yang termasuk dalam assabiqunal awwalun ( sahabat yang pertama-tama masuk islam ). Ketika ditanya tentang awal mula masuk islam, Ibnu Mas'ud pernah bercerita. Begini ceritanya :
“Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu'aith. Tiba-tiba datang Nabi bersama Abu Bakar dan bertanya: “Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami ?”.
“Aku hanya orang kepercayaan, aku bukan pemilik kambing ini” ujarku, “dan tak dapat memberi Anda berdua minuman”

Maka Nabi berkata : “Apakah kamu punya kambing betina mandul, yang belum dikawini ( kambing yang tidak mengeluarkan air susu ) ?”. “Ada”, ujarku. Lalu saya bawakan kambing itu kepada mereka. Kambing itu diihat kakinya oleh Nabi lalu diperas susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba dari susu itu keluar susu yang banyak. Kemudian Abu Bakar mengambikan sebuah batu cembung yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu. Lalu Abu Bakar pun minum, dan saya pun ikut minum juga. Setelah itu Nabi berkata kepada susu: “Kempislah!': maka susu tu menjadi kempis.
Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi, kataku: “Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebutl”
Ujar Nabi : “Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!”
Melihat mukjizat yang dimiliki Rasulullah itulah, ibnu Mas'ud terkagum-kagum. Rasulullah pun kagum dengan sifat amanah yang dimiliki ibnu Mas'ud kecil, padahal pada masa itu orang yang amanah jumlahnya sedikit. Dari pertemuan pertama kalinya dengan Rasulullah itu, ia menjadi mantap untuk memeluk Islam dan berubah dari sosok seorang anak kecil yang tidak memiliki keberanian dalam memilih jalan hidupnya dan menyampaikan kebenaran kepada orang-orang kafir Quraisy menjadi salah seorang yang paling berani dalam jalan dakwah Islam dan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi umat muslim.
Dalam usia yang masih belia ia sudah tumbuh menjadi sosok yang memiliki kepribadian yang mulia. Meskipun Ibnu Mas'ud itu kurus kering, pendek, dan miskin , ia tidak merasa minder ataupun goyah imannya sedikit pun. Waktu Islam mulai didakwahkan secara terang-terangan, ibnu Mas'ud menunjukkan sikap rela berkorban demi mendakwahkan Islam. Dia tidak peduli dengan segala akibat yang mungkin diterimanya meskipun nyawa yang akan menjadi taruhannya. Gini ceritanya :
“Yang mula-mula membaca al-quran dengan keras di Mekah setelah Rasulullah adalah Abdullah bin Mas'ud.
Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, dan salah seorang dari mereka berkata : “Demi Allah orang-orang Quraisy belum pernah mendengar sedikit pun al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka... Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ....”
Maka kata Ibnu Mas'ud: “Saya “
Kata mereka: “Kami Khawatir akan keselamatan dirimu! Yang kami inginkan ialah laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankan dia dari orang-orang Quraisy jika mereka bermaksud jahat ....”
”Biarkanlah saya!” kata Ibnu Mas'ud pula, “Allah pasti membela”.
Maka datanglah Ibnu Mas'ud kepada kaum Quraisy di waktu dluha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuannya. la berdiri di panggung lalu membaca : Bismillahirrahmaanirrahim, dan dengan mengerashan suaranya: Arrahman Allamal Quran ....
Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya sesamanya :
”Apa yang dibaca oleh anak si Ummu 'Abdin itu ... .Sungguh, yang dibacanya itu ialah yang dibaca oleh Muhammad”
Mereka segera mendatangi dan memukuli Ibnu Mas'ud, dan Ibnu Mas'ud sendiri meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki Allah. Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali kepada para shahabat. Kata mereka:”Inilah yang kami khawatirkan akan terjadi padamu ....!”
Ibnu Mas'ud lantas berkata “Sekarang ini tak ada dakwah yang lebih mudah untuk menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya kalian menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama besok “
Sahabat yang lain lantas berkata: “Cukuplah! Kamu telah membacakan kepada mereka sesuatu yang tabu bagi mereka!”
So, itulah yang yang dilakukan oleh Ibnu Mas'ud. Keberaniannya bahkan mengalahkan sahabat senior seperti Abu Bakar. Memang dalam soal harta, ia tidak ada apa-apanya. Bila ngomong masalah badan, ia kecil dan kurus. Apalagi dalam soal jabatan, bagai langit dan dasar laut paling bawah. Tapi sebagai ganti dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, ia dianugerahi kemauan baja yang dapat menundukkan para penguasa dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya harta yang melimpah dari hasil perjuangan umat Islam. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah kemanusiaan.
So, gimana dengan kita ? Kita yang udah punya harta yang cukup, fisik yang lumayan ganteng buat yang laki n cantik buat yang perempuan, ditambah kondisi ortu yang udah layak dalam berbagai hal. Tapi kenapa kita tidak mau berjuang untuk kemuliaan Islam. Apa kata dunia nanti ?? [gs]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar