Minggu, 11 April 2010

SUPERMAN n SUPARMAN ,..

Superman dan Suparman bukanlah anak kembar. Bukan pula saudara yang lahir dari ibu yang sama. Tapi tak disangka jalan hidup keduanya serupa tapi tak sama.
Sobat semua pasti tau kan dengan Superman. Siapa sih yang gak kenal dengan dia. Badan kekar yang kebal peluru ditambah dengan pendengaran tajam ditambah sinar mata perusak dan tak lupa kemampuan terbang. Gak cukup punya fisik dan skill tangguh, Superman juga punya jiwa kesatria nan baik hati. So, gak salah bila Superman menjadi idola tersendiri bagi semua orang terlebih lagi anak kecil.
Gak jauh-jauh amat dengan Superman, Suparman juga gak kalah hebat. Tubuh kurus kering dibalut dengan baju lusuh selalu menemani penampilannya. Tapi jangan salah sangka dulu, dibalik penampilannya yang kurang meyakinkan, Suparman menyimpan kemampuan khusus untuk berjalan hingga puluhan kilometer dalam sehari semalam dalam segala kondisi. Mau hujan, terang, bahkan badai sekalipun. Itu masih dilengkapi juga dengan badan yang tahan segala kondisi. Kurang apa coba ?

Lain Super lain pula Supar. Kalau Superman menggunakan kemampuan supernya untuk menolong sesama, membantu yang kesulitan dan mengalahkan penjahat, maka Suparman menggunakan kekuatan suparnya untuk berjalan kesana kemari meminta belas kasihan dari orang-orang di sekitarnya alias menjadi seorang pengemis. Beda banget antara kedua insan beda dunia ini.
Tentu sebagai manusia yang normal kita semua pingin jadi seperti Superman. Manusia yang dipuja oleh jutaan orang. Kehadirannya selalu dinanti dan kedatangannya membawa manfaat. Dan so pastilah, kita gak mau hidup seperti suparman. Hidup ato nggak gak ada yang peduli.
Tapi bener nih mau jadi seperti seorang Superman ? Coba kita telusur dan telisik dulu. Coba kita kembali ke masa para superhero belum terkenal. Superman remaja hidupnya gak seperti kita-kita ini. Karena superman remaja berbeda dengan teman-temannya, maka dia dijauhi dan bahkan dimusuhi. Tapi gak hanya itu aja. Di tengah masa-masa sibuk sekolah, selalu ada aja orang-orang yang butuh pertolongan atau musuh baru. Kayak orang lain gak tau aja Superman mau ujian. Belum lagi kalau Superman remaja lagi Falling in Love. Kalau remaja sekarang lagi Falling in Love pasti langsung maen tembak. Tapi Superman remaja gak bisa kayak gitu. Kalau ketahuan musuhnya pasti nyawa orang yang dikasihi akan terancam. Belum selesai masalah-masalah tadi muncullah masalah baru. Banyak orang tidak suka dengan aksi Superman. Alasannya merusak lah, mengganggu lah, pokoknya banyak deh alasannya.
Nah itu tadi sebagian masalah sang Superman sebelum jadi terkenal. Tapi ketika udah besar dan terkenal seperti sekarang masalah ya masih belum selesai. Justru masalahnya tambah banyak dan tambah ruwet. Ketika sebagian besar orang berfikir masalah pasangan hidup, anak, dan pekerjaan, Superman justru masih menambah pikirannya dengan masalah-masalah orang lain. Bayangin aja ditengah sibuk-sibuknya bekerja ada orang minta tolong.
Nah itu tadi adalah sekelumit kisah perjuangan sang Superman. Trus setelah menyimak kisah tadi, apakah kita masih tetep mau jadi Superman ?
Kalau kita tetap mau menjadi seperti Superman pasti kita akan mengalami nasib yang sama dengan Superman. Ketika kita ingin berguna bagi orang lain tentu kita harus rela untuk bersusah payah dan berkorban banyak. Ketika kita berusaha menolong orang lain belum tentu pujian dan sanjungan yang kita dapat. Bahkan malah hinaan, ejekan yang didapat. Tapi itu masih biasa. Kita seringkali harus berkorban harta, tenaga dan waktu yang berharga. Ketika teman-teman yang lain lagi bersenang-senang dengan buku pelajaran, kita malah keluyuran kemana-mana untuk menolong orang lain.
Dan tentunya beda banget perjuangan jadi Superman dengan menjadi Suparman. Kalau mau jadi seorang Suparman dengan hidup ala kadarnya gak butuh perjuangan ekstra. Cukup dengan duduk manis sambil memasang wajah kelaparan. Dan pastinya hasil yang akkan dipetik akan berbeda juaauh.
Tapi inget Sobat semua, Allah tidak akan menurunkan ujian yang tidak sanggup manusia pikul. Kalau nggak pastinya di dunia ini gak ada yang namanya Superman. Bukti yang paling jelas bisa dilihat pada orang paling berpengaruh di dunia. Siapa lagi kalau bukan nabi kita Muhammad SAW. Nabi Muhammad adalah orang yang kehebatannya diakui oleh jutaan orang di dunia. Dan lebih hebatnya lagi pengakuan itu tidak datang hanya dari kaum muslim saja. Banyak orang dari berbagai agama mengakui kehebatannya. Kalau kita telusuri sejarah hidup nabi kita, pastinya untuk menjadi nabi seperti sekarang itu jalannya gak mudah. Berapa kali nabi kita terancam dibunuh. Belum lagi setiap hinaan dan ejekan yang datang silih berganti. Tapi semuanya bisa dilewati.
Kalau mau contoh lagi ada dari penerus nabi kita. Dia adalah sahabat nabi sekaligus khulafaurasyidin dengan watak paling keras. Dialah Umar bin Khattab. Semua orang pasti tau segala kelebihan dari sahabat nabi ini. Meskipun wataknya keras, tapi karena kepemimpinannya-lah peradaban Islam dapat berkembang dengan pesat. Dan ternyata Umar tidak mendapat semuanya itu hanya dengan duduk manis di perempatan jalan. Dalam suatu kisah Umar diceritakan pernah membawa sekarung makanan utnuk diberikan kepada rakyatnya yang kelaparan. Belum lagi setiap malam dihabiskannya untuk berkeliling kota menengok rakyatnya. Nah kalau mereka aja bisa kenapa kita nggak ?
Sebenernya nih, untuk menjadi seorang Superhero itu syaratnya gak macem-macem. Cuma dibutuhkan kekuatan super aja. Tapi yang namanya kekuatan super bukan hanya otot yang kuat hingga bisa mengangkat kereta api aja. Atao malah kemampuan terbang, sinar penghancur, dll, dkk aja. Yang itu hanya ada di layar kaca aja.
Kekuatan super itu sebenernya sudah ada dalam diri kita. Sejak diri kita berada dalam kandungan mama tercinta, sudah ada bibit-bibit kekuatan super dalam diri kita. Coba kita amati tubuh kita sekarang. Meskipun sekarang ada yang gemuk kayak tong ato kurus kayak tiang, tapi tubuh yang kita punya ini sudah di rancang sedemikian rupa sehingga menjadi tubuh yang sempurna. Kita diberi dua tangan dan dua kaki yang mampu mendukung segala gerakan kita. Kita juga diberi dua buah mata, satu hidung, dan dua telinga yang kesemuanya memiliki fungsi masing-masing. Nah ini belum ditambah dengan beragam bagian tubuh dalam manusia. Semua organ yang bertumpuk dalam tubuh memiliki fungsi yang berkaitan dan kesemuanya bekerja bersama-sama sehingga kita bisa hidup sekarang.
Itu hanya dari sisi fisik saja. Belum lagi ditambah hati nurani yang khas milik malaikat dicampur dengan nafsu khas milik syaitan. Dan sebagai penyempurna, kita diberi juga akal sebagai harta berharga manusia. Dengan akal ini manusia dilebihkan atas semua makhluk. Dengan akal itu kita bisa terbang layaknya burung. Kita juga dapat berenang layaknya ikan kerena ulah akal ini.
Nah itulah sebenarnya bibit-bibit kekuatan super yang ada pada diri kita. Nyatanya gak semua orang bisa mengeluarkan kekuatan supernya itu. Hidup Superman dan Suparman memang beda. Tapi bukan berarti mereka memang tercipta dengan potensi yang berbeda. Suparman tercipta dengan potensi yang sama dengan Superman. Bedanya hanya Superman bisa mengeluarkan dan mengarahkan potensinya aja.
Nah, kunci sebenarnya dari potensi manusia tak lain dan tak bukan adalah iman dan Islam. Kekuatan iman dan Islam ini yang akan mengeluarkan semua potensi manusia sehingga manusia menjadi seorang superhero.
Kalau diibaratkan iman itu seperti tubuh kekar nan atletis milik Superman. Dengan tubuh yang kekar Superman dapat bertahan dari serangan para musuh-musuhnya. Dan dengan tubuhnya itu pula Superman mampu mengalahkan musuh-musuhnya. Seperti itu pula fungsi iman. Dengan iman yang kuat kita menjadi pribadi yang taat dan sulit digoyang. Dengan iman yang kuat kita akan bertahan dari serangan-serangan yang menghadang. Dan lebih dari itu, iman juga menjadi pondasi ketika kita mau menyelamatkan orang lain. So, meskipun tubuh kita krempeng dan pendek kalau kita punya iman yang kuat pasti kita akan lebih kuat dari orang yang tinggi kekar.
Tapi hanya dengan iman tidak akan cukup. Perlu dilengkapi dengan Islam. Bila iman adalah tubuh kekar nan atletis maka Islam dan aturannya adalah kemampuan terbang, sinar penghancur, jaring laba-laba, dan pokoknya semacam itulah. Islam dan iman memang pasangan sehidup semati. Seperti pula antara badan kekar dengan kemampuan terbang. Tentunya kita gak bisa memisahkan antara tubuh kekar dengan kemampuan terbang. Bayangin aja Superman dengan tubuh kekar tapi gak bisa terbang. Tentunya Superman gak bisa nolongin orang-orang. Gimana mau nolong, untuk datang ke tujuan aja harus lari-lari. Begitu pula sebaliknya, bila Superman bisa terbang, tapi gak punya badan yang kekar. Kalau cuaca ceranh mungkin gak ada masalah. Tapi gimana kalau lagi hujan badai. Bisa hilang Supermannya. Begitu pula iman dan Islam. Keduanya saling melengkapi dan membutuhkan.
Yang namanya Islam pasti tidak pernah lepas dari aturan. Yang namanya aturan pastinya itu bersifat membatasi. Mau ngelakuin ini gak boleh, itu gak boleh, pokoknya banyak hal yang gak dibolehin. Terkadang kita mungkin sangat jengkel dengan aturan Islam yang gak ngebolehin banyak hal. Tapi jangan ill-feel dulu. Aturan Islam memang sangat ketat n lengkap. Buktinya semua kelakuan kita ada hukumnya dalam Islam. Mulai dari bangun tidur, ke kamar mandi, sekolah, sampai pulang n tidur lagi semua ada aturannya. Peraturan ini gunanya agar kita gak salah dalam menggunakan kemampuan kita. Bayangkan aja kalau kita hidup tanpa aturan. Pasti segalanya akan jadi kacau. Penjahat yang harusnya dibasmi malah disanjung-sanjung.
Dengan aturan Islam inilah kita bisa mengatur kekuatan kita. Yang namanya kekuatan super memang gak boleh digunakan sembarangan. Kalau dipakai sembarangan pasti akan merusak dunia. Coba kalau Superman menggunakan kemampuannya melihat menembus tempok untuk melihat orang mandi. Wah, gawat jadinya. Belum lagi kalau kemampuan Superman dipakai untuk berbuat jahat.
Selain untuk mengatur kekuatan diri sendiri, aturan Islam adalah alat penyelamatan terbaik. Ini bukan menyelamatkan dari penjahat aja. Tapi lebih dari itu, menyelamatkan manusia dari dunia yang rusak dan dari siksa api neraka. Kita kan dah tau bahwa Islam itu yang tebaik. Maka gak salah bila yang dapat menyelamatkan manusia hanya Islam. Kalau gak dengan Islam, kita mau pake cara apa untuk menyelamatkan manusia dari kerusakan dunia dan siksa neraka ?
Nah sekarang terserah kepada kita. Apakah kita sekarang mau menjadi seperti Suparman ataukah Superman. Kita semua bisa jadi Superman atau bisa jadi Suparman. Jalan untuk membangkitkan kekuatan super dalam diri kita juga telah terbentang di hadapan kita. Semua terserah kepada kita. Apakah kita mau menempuh jalan yang berat dan berliku untuk mendapat iman dan Islam sekaligus mempertahankannya atau kita memilih hidup ala kadarnya dan menjadi orang yang ala kadarnya juga, hidup ato nggak gak ngefek. [gs]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar